RM
Jumat, 05 November 2021 - 13:16 WIB

Direct Export, Garuda Indonesia Proyeksikan Angkut 1.000 ton Ikan Tuna ke Jepang

Garuda
Garuda
Dummy

ECONOMIC ZONE - Maskapai penerbangan nasional Garuda Indonesia pada hari Rabu (3/11) lalu menandatangani kerja sama perluasan layanan pengangkutan komoditas ekspor dengan Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara sebagai bentuk optimalisasi sinergitas dalam upaya pemulihan ekonomi daerah khususnya Sulawesi Utara melalui penyediaan dan peningkatan layanan distribusi logistik komoditas ekspor unggulan dari Sulawesi Utara. Adapun penandatanganan kerja sama tersebut merupakan tindak lanjut dari kesepakatan antara kedua belah pihak yang telah dilaksanakan sejak bulan Oktober lalu sebagai upaya untuk meningkatkan nilai ekspor Provinsi Sulawesi Utara khususnya melalui sektor perdagangan dan perindustrian.

“Perluasan kerja sama ini merupakan realisasi komitmen Garuda Indonesia dan Pemprov Sulawesi Utara dalam mengoptimalkan kontribusinya terhadap upaya percepatan pemulihan ekonomi nasional khususnya di wilayah Sulawesi Utara,” kata Direktur Utama Garuda Indonesia, Irfan Setiaputra di Jakarta, Kamis (4/11).

Penandatanganan perluasan kerja sama tersebut dilaksanakan langsung oleh Direktur Layanan dan Niaga Garuda Indonesia Ade R Susardi bersama dengan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Sulawesi Utara Edwin Kindangen bertempat di kantor pusat Garuda Indonesia, di Bandara Internasional Soekarno Hatta. Melalui perluasan kerja sama ini Garuda Indonesia akan mendukung aktivitas direct export melalui angkutan komoditas ekspor kargo dengan proyeksi angkutan sebesar 1000 ton kargo yang terdiri dari komoditas kemaritiman khususnya ikan tuna serta hasil pertanian Sulawesi Utara di antaranya bawang merah, gula aren, dan termasuk budidaya bunga krisan yang akan diterbangkan menuju Narita, Jepang secara bertahap hingga periode November 2022 mendatang.

Pengiriman komoditas ekspor unggulan Sulawesi Utara tersebut akan dilayani Garuda Indonesia melalui rute penerbangan langsung khusus kargo Manado – Narita yang dijadwalkan berangkat dari Bandara Internasional Sam Ratulangi Manado setiap hari Rabu, pukul 23.40 waktu setempat dan tiba di Narita International Airport pada pukul 06.35 waktu setempat dengan menggunakan armada A330-200 yang memiliki kapasitas angkutan mencapai 30 ton di setiap penerbangannya.

“Sebagai maskapai pembawa bendera bangsa tentunya merupakan kebanggaan tersendiri bagi kami untuk dapat berkontribusi dalam menghadirkan jaringan pengiriman kargo bagi komoditas unggulan nasional ke pasar dunia yang dalam hal ini Sulawesi Utara yang dikenal sebagai salah wilayah penghasil tuna segar terbesar di Indonesia,” tambahnya.

Sepanjang Semester 1 – 2021 rute penerbangan kargo Manado – Narita yang dilayani Garuda Indonesia berhasil mencatatkan jumlah tonase sebesar 317 ton dimana angkutan tersebut berasal dari komoditas ekspor unggulan dari Manado maupun wilayah Indonesia Timur lainnya.

Dengan waktu pengiriman yang lebih singkat tanpa harus melakukan transit di beberapa hub penerbangan, kualitas dan kesegaran produk komoditas ekspor ini akan menjadi lebih terjaga tentunya dengan cost logistik yang lebih kompetitif, sehingga kehadiran penerbangan kargo ini diharapkan akan dapat semakin meningkatkan daya saing kualitas produk komoditas kemaritiman Indonesia.

“Sinergisme bersama pemerintah daerah ini yang kedepannya akan terus kami perkuat guna memastikan potensi komoditas ekspor nasional diberbagai wilayah nusantara dapat semakin berdaya saing melalui aksesibilitas jaringan penerbangan kargo Garuda Indonesia,” tutup Irfan.

Sejalan dengan peningkatan demand pada aktivitas distribusi logistik baik di wilayah Indonesia maupun rute internasional, Garuda Indonesia fokus memperluas jaringan konektivitas udara di antaranya melalui sinergi bersama berbagai entitas dengan menghadirkan penerbangan langsung, pengoperasian passenger freighter, serta kolaborasi dengan stakeholders melalui penyediaan fasilitas warehouse yang didukung oleh sistem terintegrasi cargo handling.

Dummy

Komentar

Dummy

Berita Lainnya

 
Nasional
18 jam yang lalu
Produsen Tahu-Tempe Keluhkan Subsidi Kedelai Yang Masih Tergantung Dari Impor
Mengutip situs resmi Kementerian Pertanian (Kementan), kebutuhan kedelai nasional tahun 2026 diproyeksikan mencapai 2,7 juta ton. Sekitar 95 persen atau 2,6 juta ton harus dipenuhi dari impor.
 
Nasional
19 jam yang lalu
Akibat Gangguan Pasokan, PLN Pemadaman Listrik Bergilir di Jawa
Dalam pengumuman resminya, PLN menyebut pengurangan beban dilakukan karena adanya penurunan kapasitas suplai listrik yang berasal dari kendala teknis pada pembangkit.
 
Nasional
18/06/2026 13:58 WIB
Kinerja Kuartal I Solid, BEST Optimistis Laba Tumbuh Dua Digit
Selain itu juga ditetapkan tidak adanya pembagian dividen untuk tahun buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2025.
 
Nasional
18/06/2026 13:31 WIB
UOB Indonesia Wujudkan Babak Baru di Tanah Air Melalui Transformasi UOB Plaza
Transformasi ini merupakan bagian dari visi regional UOB untuk meningkatkan pengalaman nasabah dan lingkungan kerja di seluruh ASEAN.
 
Nasional
18/06/2026 13:27 WIB
UOB Indonesia Wujudkan Babak Baru di Tanah Air Melalui Transformasi UOB Plaza
Transformasi ini merupakan bagian dari visi regional UOB untuk meningkatkan pengalaman nasabah dan lingkungan kerja di seluruh ASEAN.
 
Nasional
17/06/2026 18:41 WIB
U by Prodia Gandeng blu by BCA Digital, Hadirkan Fitur Layanan Kesehatan
Kerja sama ini ditandai dengan hadirinya fitur digital payment U-aang powered by blu sebagai metode pembayaran baru di U by Prodia.
 
Nasional
17/06/2026 16:42 WIB
Badak LNG Cetak Kinerja Melebihi Target Produksi di Tengah Turunnya Pasokan Gas
Keberhasilan menjaga tingkat produksi turut mendorong capaian Key Performance Indicator (KPI) perusahaan sebesar 107,16% pada 2025.
Telkomsel