Gilbert Sem Sandro
Selasa, 03 November 2020 - 17:04 WIB

Penurunan Tarif PPN Dapat Berikan Geliat Baru Bagi UMKM

Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Bhima Yudhistira Adhinegara.
Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Bhima Yudhistira Adhinegara.
Dummy

ECONOMIC ZONE - Penurunan harga tarif PPN akan memberikan geliat baru bagi usaha mikro, kecil, menengah (UMKM) untuk mewujudkan program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). Hal ini diungkapkan Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Bhima Yudhistira Adhinegara.

Bhima mengungkapkan, mempertajam stimulus fiskal dapat dilakukan dengan cara pemberian insentif PPH Badan, dirubah menjadi insentif yang berorientasi langsung pada konsumen. Hal ini merupakan salah satu contoh opsi lain yang bisa dilakukan Pemerintah dalam mewujudkan PEN.

“Misalnya penurunan tarif PPN dari 10% menjadi 2-5%, sehingga harga barang yang dibeli konsumen secara retail akan lebih murah,” ungkap Bhima saat dihubungi Economiczone.id.

Menurut Bhima tarif PPN dapat diturunkan, karena masalah yang ada saat ini ialah masyarakat kelas menengah ke atas yang menguasai 83% total pengeluaran Nasional, cenderung lebih memilih menyimpan uangnya di Bank. Dan hal ini menjadi tanggung jawab Pemerintah untuk membuat masyarakat kembali percaya diri lagi berbelanja di pasar-pasar, selain tentunya penanganan pandemi yang lebih optimal.

“Pemerintah bisa menghimbau masyarakat agar kembali lagi turun langsung berbelanja kepasar, namun perlu diingat, tetap mengutamakan protokol kesehatan, untuk mencegah bahaya penularan Covid-19,”  ujar Bhima.  

Untuk menjalankan opsi tersebut, lanjut Bhima, Pemerintah Daerah (Pemda) harus bergerak cepat dalam eksekusi serapan, anggaran baik stimulus kesehatan ataupun stimulus UMKM. Sebab, beberapa Daerah terbukti lambat dalam melakukan eksekusi verifikasi data tenaga medis, sehingga mengganggu pengisian DIPA anggaran.

Hal ini merupakan tantangan kreativitas masing-masing Pemerintah di setiap wilayah dalam merespon sense of crisis dalam situasi saat ini.

“ Bisa diliat contohnya dari Yogyakata, kepala daerahnya bergerak cepat dengan memberikan diskon ongkos kirim bagi para pelaku usaha UMKM. Diskon ongkos kirim ini didapat dengan bekerja sama dengan pihak platform transportasi online tersebut dan Pemrintah setempat,” tutup Bhima.

Dummy

Komentar

Dummy

Berita Lainnya

 
Nasional
23 jam yang lalu
Rania Balqis dari Jakarta Barat Raih Juara 3 dalam Kompetisi IPS DKI Jakarta 2026
Final Kompetisi Ilmu Pengetahuan Sosial (KIPS) Tingkat Provinsi DKI Jakarta resmi rampung setelah digelar pada Sabtu (31/10/2026) di SMPN 115 Jakarta
 
Nasional
30/10/2026 20:39 WIB
Telkom Raih "SOE In-House of The Year" di ALB Indonesia Law Awards 2026
Pengakuan ini mencerminkan peran strategis tim legal dalam mengawal transformasi bisnis, memperkuat kepatuhan, dan mendorong inovasi layanan hukum berbasis digital.
 
Nasional
30/10/2026 17:36 WIB
Perkuat Ekosistem Pendidikan Digital, Metranet dan Jayantara Jalin Kerja Sama Strategis
Sinergi portofolio solusi digital untuk mendukung transformasi pendidikan terintegrasi, mulai dari pengelolaan operasional hingga proses pembelajaran.
 
Nasional
30/10/2026 11:13 WIB
Lampaui Target 2025, Kredit Program Pemerintah Tembus Rp294,6 Triliun!
Pemerintah mencatat sekitar 68% pembiayaan kredit program mengalir ke sektor produktif, dengan rasio kredit bermasalah (NPL) sebesar 2,14%.
 
Nasional
29/10/2026 17:18 WIB
Telin Perluas Kolaborasi untuk Mendukung Pertumbuhan Ekonomi Digital Indonesia
Melalui dua sesi diskusi, Telin berbagi perspektif mengenai kedaulatan teknologi Indonesia serta pengembangan ekosistem digital di skala global
 
Nasional
29/10/2026 15:31 WIB
Dirut Telkom di DTIIF 2026: Infrastruktur dan Keamanan Digital Jadi Fondasi Industri AI Masa Depan
Penguatan konektivitas, komputasi, dan ekosistem AI menjadi kunci menangkap peluang industri global melalui pengembangan Sovereign Digital Technology TelkomGroup
 
Nasional
28/10/2026 15:32 WIB
CIMB Niaga Rilis Perolehan Keuangan Sembilan Bulan Pertama 2026
Total kredit/pembiayaan tumbuh 6,7% secara tahunan (year-on-year/YoY) menjadi Rp242,6 triliun, sementara current account and savings account (CASA) meningkat 4,4% YoY menjadi Rp197,0 triliun. Laba sebelum pajak konsolidasian tercatat sebesar Rp5,8 triliun, dan menghasilkan earnings…
Ad Placholder