Gilbert Sem Sandro
Sabtu, 01 Februari 2020 - 20:51 WIB

Pesawat Batik Air yang Menjemput WNI Memiliki Sistem Penyaring Udara Dalam Pesawat

Foto/Ist/ECONOMICZONE
Foto/Ist/ECONOMICZONE
Dummy

ECONOMIC ZONE - Pesawat penerbangan Batik Air bernomor ID-8618 yang membawa pulang 245 Warga Negara Indonesia(WNI) dari China adalah pesawat yang telah didukung peralatan yang dapat menyaring udara di dalam pesawat.

Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka "Misi kemanusiaan", yang di buat pemerintah dalam menyelamatkan Warga Negara Indonesia(WNI) dari virus Corona yang beredar di Wuhan, China.

Hal ini diungkapkan oleh Corporate Communications Strategic of Lion Air, Danang Mandala Prihantoro pada Konfrensi Pers di Terminal 1A Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, pada Sabtu(1/2/2020).

Danang menjelaskan pengoperasian pesawat Airbus 330-300CEO tersebut tetap berjalan sesuai dengan prosedur keamanan dan keselamatan penerbangan (safety first).

"Pelaksanaan penerbangan berpedoman kepada prinsip-prinsip dan standar operasional prosedur (SOP) kesehatan dalam memastikan pengamanan awak pesawat, tim medis, tamu atau penumpang dan lainnya," jelas Danang.

Kemudian Danang menambahkan, bahwa pesawat yang berangkat dari Bandara Internasional Soeta tersebut membawa 19 kru dan 30 tim medis.

"Pesawat lepas landas pukul 13.00 WIB dan dijadwalkan tiba di Tianhe Wuhan pada 19.00 waktu setempat (Time in Wuhan, Hubei, China Standard Time, GMT+ 08)," tambah Danang.

Mewakili pihak Maskapai Batik Air, Danang mengucapkan terima kasih atas kepercayaan pemerintah dalam melaksanakan misi kemanusiaan menjemput Warga Negara Indonesia yang berada di China.

"Batik Air juga berterima kasih dan memberikan apresiasi tinggi atas kesiapan serta profesional untuk bekerja dari awak pesawat, petugas layanan darat,  serta dukungan penuh dari pengelola bandar udara, pengatur lalu lintas udara, mitra dan berbagai pihak yang terlibat," kata Danang.

Rencananya setelah pesawat tiba di Indonesia sesuai SOP, pesawat akan langsung masuk hangar (pusat perawatan pesawat) guna dilakukan pembersihan, sterilisasi dan perawatan. Dan untuk awak pesawat setelah selesai bertugas, akan menjalani proses karantina kesehatan dalam tahapan pengawasan.

"Batik Air berupaya dan berkomitmen untuk memberikan pelayanan terbaik dengan senantiasa mengutamakan aspek keselamatan, keamanan dan kenyamanan penerbangan," tutup Danang.

Dummy

Komentar

Dummy

Berita Lainnya

 
Nasional
16 jam yang lalu
Biaya Material Bangunan Melonjak Pasokan Rumah Subsidi Berpotensi Terancam
Kenaikan harga besi, baja, dan bahan bakar minyak (BBM) mendorong pengembang menyuarakan usulan agar pemerintah mengerek harga rumah subsidi yang dinilai sudah tidak relevan.
 
Nasional
16 jam yang lalu
Antisipasi Inflasi Tahunan Capai 0,28% pada Mei 2026
Tekanan inflasi yang tercatat dalam Indeks Harga Konsumen (IHK) pada bulan itu tercatat lebih tinggi dibanding kondisi April 2026 yang mengalami inflasi 0,13% mtm.
 
Nasional
17 jam yang lalu
Realisasi Lifting Minyak Baru Sentuh 576 Ribu Barel per 31 Mei 2026 Jauh dari Target APBN
Untuk mencapai target 610 ribu minyak barel per hari pada 2026, SKK Migas mendorong, strategi Triple 100 dan Filling The Gap.
 
Industri
31/05/2026 18:47 WIB
Satu Tahun Nusantara Prestige, DAIKIN Apresiasi Teknisi lewat Insentif Khusus
Memasuki satu tahun AC Nusantara Prestige, DAIKIN beri insentif Rp50-100 ribu per instalasi. Gandeng 9 asosiasi teknisi nasional-daerah.
 
Nasional
30/05/2026 19:12 WIB
TransTRACK Dukung DSRT Raih Juara di Kejurnas Jembrana Time Rally 2026
Prestasi tersebut diraih oleh tim yang diperkuat Rifki Darmawan Haryanto sebagai driver, Muhamad Nur Faiz sebagai navigator, serta Mochammad Fadillah Putra sebagai passenger.
 
Nasional
30/05/2026 16:03 WIB
BP BUMN Rombak Direksi Management Danareksa Guna Perkuat Transformasi Bisnis
Perubahan besar dalam jajaran kepemimpinan perusahaan di Jakarta untuk memperkuat transformasi serta sinergi antarunit bisnis.
 
Nasional
29/05/2026 19:14 WIB
Denny JA: Macron dan Pabowo, Dua Pemain Geopolitik yang Hebat
Bagi Denny JA, hubungan Indonesia-Prancis hari ini lebih dari sekadar kontrak ekonomi atau diplomasi biasa.
Telkomsel