ECONOMIC ZONE -IHSG Selasa (19/5) bergerak melemah di tengah pelaku pasar bersikap wait and see terhadap arah kebijakan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI). IHSG dibuka melemah 0,03 poin atau 0,00 persen ke posisi 6.599,21. Sementara itu, kelompok 45 saham unggulan atau Indeks LQ45 turun 0,60 poin atau 0,09 persen ke posisi 650,49.
Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad, meninjau langsung aktivitas perdagangan di Bursa Efek Indonesia, Selasa (19/5), di tengah tekanan yang masih membayangi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).
Kunjungan tersebut dilakukan untuk memantau kondisi pasar modal sekaligus memberikan keyakinan kepada pelaku pasar bahwa fundamental ekonomi Indonesia tetap kuat.
Dasco tiba di Gedung BEI, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Pusat, sekitar pukul 10.27 WIB. Ia didampingi Chief Executive Officer (CEO) Danantara Indonesia Rosan Roeslani, Kepala BP BUMN sekaligus Chief Operating Officer (COO) Danantara Dony Oskaria, serta Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Friderica Widyasari Dewi.
Setelah melakukan pertemuan dengan jajaran BEI, Dasco mengatakan berbagai pihak telah berdiskusi mengenai langkah-langkah untuk menjaga kepercayaan investor, terutama investor global, agar tetap menanamkan modal di pasar saham Indonesia meskipun kondisi geopolitik dunia sedang bergejolak.
"Kami tadi sudah banyak berdiskusi tadi di atas bagaimana kita meyakinkan untuk menguatkan investor global yang akan masuk di bursa dan sekarang di bursa," kata Dasco dalam konferensi pers usai pertemuan.
Politisi Gerindra itu mengaku, telah menerima paparan dari pihak BEI mengenai kondisi pasar terkini beserta strategi yang dijalankan untuk menjaga stabilitas perdagangan dan meningkatkan daya tarik pasar modal nasional.
Berdasarkan pemaparan tersebut, Dasco optimistis pasar saham Indonesia memiliki prospek yang baik. Ia menilai pertumbuhan jumlah investor lokal dan fundamental ekonomi nasional menjadi modal penting untuk memperkuat ketahanan pasar terhadap tekanan eksternal.
“Tadi kita lihat bahwa pertumbuhan investor lokal atau ritel terus bertambah. Dengan fundamental yang ada, kita yakin dan percaya bahwa bursa kita ke depan akan semakin kuat,” kata Dasco.
Komentar