Hendra Wiradi
Selasa, 14 April 2026 - 19:48 WIB

AI Percepat Digitalisasi Bisnis, Tapi Juga Serangan Siber

Foto/HendraWiradi/ECONOMICZONE
Foto/HendraWiradi/ECONOMICZONE
Dummy

ECONOMIC ZONE - Jakarta, 14 April 2026 - Perkembangan artificial intelligence (AI) kini semakin mempercepat transformasi digital di berbagai sektor industri. Dari peningkatan efisiensi operasional hingga pengambilan keputusan berbasis data, AI telah menjadi bagian penting dalam strategi bisnis modern.

Namun di balik percepatan tersebut, muncul tantangan baru yang tidak bisa diabaikan. Seiring dengan meningkatnya adopsi AI, organisasi kini harus mengelola lebih banyak sistem, lebih banyak data, serta konektivitas yang semakin luas antar lingkungan IT. Kondisi ini membuat infrastruktur teknologi menjadi semakin kompleks dan pada saat yang sama, memperbesar potensi risiko keamanan.

“Banyak perusahaan fokus memanfaatkan AI untuk efisiensi, tapi lupa bahwa teknologi yang sama juga digunakan oleh hacker. Pertanyaannya bukan lagi apakah akan diserang, tapi kapan,” ujar Clara Hsu, Indonesia Country Manager Synology Inc.

AI: Peluang Besar, Risiko yang Ikut Tumbuh

AI tidak lagi dipandang sebagai teknologi eksperimental. Investasi global yang terus meningkat menunjukkan bahwa AI telah menjadi fondasi dalam mendorong akselerasi digital perusahaan. Namun, teknologi ini juga membuka peluang baru bagi pelaku kejahatan siber.

Dengan AI, proses serangan yang sebelumnya dilakukan secara manual kini dapat diotomatisasi, mulai dari pemindaian sistem hingga penyusunan strategi serangan. “AI membuat serangan menjadi lebih cepat, lebih personal, dan lebih sulit dideteksi. Ini yang membuat ancaman siber hari ini jauh berbeda dari sebelumnya,” jelas Clara.

Serangan yang Semakin Personal dan Terencana

Pola serangan seperti phishing, pencurian kredensial, dan ransomware masih menjadi metode utama. Namun pendekatannya kini jauh lebih canggih.

Serangan phishing, misalnya, kini dapat disusun secara sangat personal. Pesan yang dikirim tidak lagi terlihat generik, melainkan disesuaikan dengan konteks pekerjaan, jabatan, bahkan gaya komunikasi target. Hal ini membuat serangan menjadi jauh lebih meyakinkan dan sulit dikenali.

Setelah kredensial berhasil diperoleh, pelaku dapat masuk ke dalam sistem dan bergerak secara tersembunyi. Dalam banyak kasus, serangan tidak langsung dilakukan. Pelaku justru menunggu momen yang paling kritis seperti akhir kuartal atau periode bisnis sibuk untuk meluncurkan ransomware dan memaksimalkan dampak terhadap operasional.

Semua Industri Kini Berada dalam Risiko Ancaman siber kini tidak lagi terbatas pada perusahaan besar. Organisasi dari berbagai skala, termasuk sektor finansial, layanan pemerintah, manufaktur, hingga kesehatan, menjadi target yang sama-sama rentan. Semakin luasnya adopsi teknologi digital membuat batasan infrastruktur IT menjadi semakin kompleks dan terdistribusi. Akibatnya, permukaan serangan juga semakin besar dan sulit dikendalikan.

“Kompleksitas IT yang meningkat karena AI selalu datang bersama peningkatan risiko. Semakin banyak sistem dan data, semakin besar pula permukaan serangan yang harus diamankan,” tambah Clara.

Backup Bukan Sekadar Cadangan

Menghadapi ancaman yang semakin berkembang, organisasi tidak bisa hanya mengandalkan pencegahan. Ketika serangan berhasil menembus sistem, kemampuan untuk memulihkan data menjadi faktor yang sangat menentukan. Dalam konteks ini, backup berperan sebagai garis pertahanan terakhir.

Namun, pendekatan terhadap backup juga perlu berubah. “Masih banyak yang menganggap backup itu sudah cukup. Padahal, jika backup tidak terlindungi, itu justru bisa menjadi titik lemah yang paling berbahaya,” tegas Clara.

Membangun Ketahanan Siber dengan Pendekatan Terintegrasi

Menjawab kebutuhan tersebut, Synology menghadirkan ActiveProtect sebagai solusi perlindungan data yang dirancang untuk mendukung ketahanan siber di era modern. Solusi ini memungkinkan organisasi mengelola backup dari berbagai lingkungan, mulai dari cloud, server, hingga mesin virtual dalam satu platform terpusat.

Dengan pendekatan ini, kompleksitas dapat dikurangi tanpa mengorbankan visibilitas dan kontrol. Selain itu, perlindungan data diperkuat melalui isolasi lingkungan backup, memastikan data tetap aman bahkan ketika sistem utama terdampak. Teknologi immutability memastikan data tidak dapat diubah atau dihapus, sementara mekanisme air-gap memberikan perlindungan tambahan dengan membatasi akses jaringan secara ketat.

Dari Backup ke Cyber Resilience

Selain perlindungan, kemampuan pemulihan menjadi aspek krusial dalam strategi keamanan modern. Backup tidak hanya harus tersedia, tetapi juga harus dipastikan dapat dipulihkan dengan cepat dan andal. Pendekatan ini sejalan dengan strategi 3-2-1-1-0, yang menekankan pentingnya memiliki beberapa salinan data, termasuk salinan yang terisolasi dan tidak dapat diubah, serta memastikan seluruh backup bebas dari error.

“Di era sekarang, keamanan tidak cukup hanya mencegah. Yang lebih penting adalah memastikan bisnis tetap bisa berjalan dan pulih dengan cepat setelah serangan terjadi,” ujar Clara.

Kesiapan Menjadi Faktor Penentu

Dengan semakin berkembangnya AI, lanskap ancaman siber akan terus berubah. Organisasi yang mampu membangun ketahanan sejak dini akan memiliki kesiapan yang lebih baik dalam menghadapi risiko ke depan.

Berita Pers Di tengah percepatan transformasi digital, perlindungan data kini bukan lagi sekadar kebutuhan teknis, melainkan bagian penting dari strategi bisnis secara keseluruhan. Ke depan, bukan hanya perusahaan yang paling cepat bertransformasi yang akan unggul, tetapi juga mereka yang paling siap menghadapi risiko yang menyertainya.

Dummy

Komentar

Dummy

Berita Lainnya

 
Nasional
07/08/2026 17:04 WIB
CIMB Niaga Gandeng Ajaib, Integrasikan Investasi Saham ke OCTO Mobile
Kehadiran fitur investasi saham ini melengkapi instrumen pengelolaan kekayaan yang telah tersedia sebelumnya di OCTO, seperti reksa dana, obligasi (SBN Ritel dan obligasi sekunder), hingga jual beli emas.
 
Nasional
06/08/2026 17:57 WIB
Kuatkan Kolaborasi Ekosistem, AAJI Dorong Langkah Nyata Lewat KAPJ
Melalui penguatan ekosistem tersebut, diharapkan mampu meningkatkan efisiensi pembiayaan kesehatan dengan berkontribusi dalam penurunan out of pocket (OOP) belanja kesehatan nasional.
 
Nasional
06/08/2026 15:32 WIB
CIMB Niaga Syariah Dukung Pengembangan Literasi dan Inklusi Keuangan Syariah di UNIDA Gontor
Kolaborasi ini diwujudkan melalui kegiatan edukasi keuangan syariah, optimalisasi pemanfaatanlayanan transaksi digital, serta dukungan terhadap pengembangan UMKM dan unit usaha di lingkungan UNIDA Gontor.
 
Nasional
06/08/2026 14:51 WIB
OJK: Industri Perbankan Syariah 2025 Tumbuh Positif, Aset Tembus Rp1.000 Triliun
OJK menjelaskan bahwa Bank Umum Syariah (BUS) dan Unit Usaha Syariah (UUS) masih menjadi penggerak utama industri dengan kontribusi lebih dari 90 persen terhadap total aset perbankan syariah nasional.
 
Nasional
06/08/2026 14:34 WIB
Piala Dunia 1938: Ketika Italia Mengangkat Trofi, Hindia Belanda Membuka Jalan bagi Indonesia (3)
Di turnamen yang sama, sebuah tim dari wilayah yang masih bernama Hindia Belanda melangkah ke panggung Piala Dunia untuk pertama kalinya.
 
Nasional
06/08/2026 13:25 WIB
Ekonomi Melampaui Ekspektasi, Mirae Asset Soroti Sikap Selektif Investor
Meski IHSG kembali menguat, reli pasar dinilai belum sepenuhnya didukung oleh saham-saham berfundamental besar maupun arus masuk investor asing."IHSG memang melanjutkan penguatan, tetapi kualitas reli masih terbatas.
 
Nasional
06/08/2026 12:18 WIB
Pertumbuhan ekonomi: Rilis data PDB domestik kuartal II 2026 berada di atas perkiraan pasar.
Pergerakan pasar didominasi saham yang menguat. Tercatat 296 saham naik, 87 saham turun, dan 580 saham tidak mengalami perubahan harga.
Ad Placholder