ECONOMIC ZONE - BANDUNG — Honda Bandung Center (HBC) menggelar pameran otomotif di kawasan Kota Baru Parahyangan sebagai bagian dari upaya memperkenalkan penyegaran lini sport utility vehicle (SUV) andalannya. Tiga model yang menjadi fokus utama ialah Honda WR-V, Honda BR-V, dan Honda CR-V. Kegiatan yang berlangsung di area komersial KBP tersebut dimanfaatkan sebagai momentum awal tahun untuk mengerek penjualan di segmen SUV.
Direktur Honda Bandung Center, Iwan Tjandradinata, menyatakan segmen SUV hingga kini masih menjadi penopang utama penjualan Honda di Jawa Barat. “Tahun ini kami tetap fokus di SUV karena kontribusinya paling besar terhadap total penjualan. WR-V, BR-V, dan CR-V masih jadi backbone kami,” ujarnya kepada wartawan di Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, akhir pekan lalu.
Ia menuturkan, perusahaan membidik pertumbuhan penjualan sekitar 10 hingga 15 persen dibandingkan periode awal tahun sebelumnya. Target tersebut dinilai realistis dengan mempertimbangkan dinamika pasar otomotif saat ini. “Kami menyesuaikan target dengan kondisi pasar. Memang tidak terlalu agresif, tapi realistis. SUV tetap paling stabil,” kata Iwan.
Salah satu sorotan dalam pameran tersebut adalah penyegaran pada Honda WR-V. Model ini mendapatkan tambahan fitur keselamatan serta pembaruan desain yang lebih sporty. HBC menilai pembaruan tersebut relevan untuk konsumen muda perkotaan yang menginginkan kendaraan ringkas dengan karakter SUV.
Di wilayah Bandung Raya, WR-V disebut memiliki ceruk pasar yang cukup kuat. Dimensinya yang kompak dinilai sesuai dengan kebutuhan mobilitas di kawasan perkotaan, tanpa mengorbankan tampilan gagah khas SUV. Karena itu, model ini diharapkan memberi kontribusi signifikan terhadap target penjualan tahun ini.
Sementara itu, Honda BR-V tetap dipertahankan sebagai SUV keluarga berkapasitas tujuh penumpang. Iwan menyebut model ini masih menjadi pilihan utama bagi keluarga muda yang ingin beralih dari segmen low multi purpose vehicle (LMPV) ke SUV. “Untuk keluarga yang ingin naik kelas dari LMPV ke SUV, BR-V adalah opsi paling rasional dari sisi harga dan fitur,” ujarnya.
Adapun Honda CR-V, terutama varian hybrid e:HEV, menyasar konsumen menengah atas yang menginginkan teknologi elektrifikasi. Model ini menawarkan efisiensi bahan bakar sekaligus performa yang tetap kompetitif. “CR-V hybrid pasarnya memang lebih spesifik, tapi peminatnya ada dan terus bertumbuh,” kata Iwan.
Ia menambahkan, tren kendaraan ramah lingkungan mulai terlihat di sejumlah kota besar, termasuk Bandung. Kondisi tersebut membuka peluang bagi model hybrid untuk berkembang, seiring meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap efisiensi energi dan isu lingkungan.
Mengacu pada laporan media lokal seperti DetikJabar, HBC sebelumnya telah menyesuaikan target penjualan tahun ini dengan mempertimbangkan fluktuasi industri otomotif nasional. Meski pasar cenderung dinamis, manajemen tetap optimistis dengan pendekatan promosi yang lebih dekat ke konsumen.
Melalui pameran di kawasan hunian premium Kota Baru Parahyangan, HBC tidak hanya menampilkan produk, tetapi juga memberikan edukasi mengenai fitur dan nilai tambah kendaraan. Berbagai program penjualan, seperti uang muka ringan dan paket kredit kompetitif hasil kerja sama dengan lembaga pembiayaan, turut ditawarkan. “Target kami jelas, mempertahankan market share SUV dan tetap jadi pilihan utama masyarakat Jawa Barat,” kata Iwan menegaskan
Komentar