Eko Mardi
Senin, 14 Oktober 2024 - 20:17 WIB

Menko Airlangga Ditujuk Sebagai Ad Interim Menteri Ketenagakerjaan

Foto/Ist/ECONOMICZONE
Foto/Ist/ECONOMICZONE
Dummy

ECONOMIC ZONE - Pada pengujung periode Kabinet Presiden Joko Widodo, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto ditunjuk  langsung oleh Presiden sebagai Ad Interim Menteri Ketenagakerjaan.  Penunjukan tersebut dilakukan usai pengunduran diri Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziah setelah pelantikan sebagai anggota DPR-RI. Airlangga  pun berkesempatan berkantor di Kantor Kementerian Ketenagakerjaan sejak  Senin (14/10).

Mengawali hari kerja pada  minggu ketiga Oktober 2024, Menko Airlangga menyempatkan diri berkeliling meninjau beberapa lokasi kerja di Kantor Kementerian Ketenagakerjaan. Beberapa lokasi yang ditinjau seperti Sekretariat Jenderal Kementerian Ketenagakerjaan, termasuk ruangan yang dahulu pernah digunakan ayahanda Menko Airlangga, yakni Hartarto Sastrosoenarto yang menjabat sebagai Menteri Koordinator Bidang Produksi dan Distribusi pada Kabinet Pembangunan VI periode 1993-1998.

Kegiatan berikutnya, Menko Airlangga memimpin Rapat Koordinasi bersama Wakil Menteri Ketenagakerjaan dan pejabat Eselon 1 di lingkungan Kementerian Ketenagakerjaan. Rapat tersebut membahas perkembangan isu-isu strategis di bidang ketenagakerjaan. Dalam pembahasan tersebut, sejumlah arahan disampaikan oleh Menko Airlangga untuk merespons berbagai isu ketenagakerjaan, mulai dari kebijakan yang diambil harus beroritentasi kepada Visi Indonesia Emas 2045, menjaga masyakarakat kelas menengah agar tetap kuat, serta mengutamakan azas kemanfaatan dalam berbagai program dan kegiatan seputar ketenagakerjaan.

Dalam mengemban amanah penugasan sebagai Ad Interim Menteri Ketenagakerjaan tersebut, serta seiring dengan peran dan pengalaman yang dimiliki sebagai Menko Perekonomian dalam mengoordinasikan isu strategis perekonomian, salah satunya terkait tenaga kerja, Menko Airlangga akan terus berupaya untuk menjaga kondisi perekonomian nasional secara keseluruhan sehingga mampu turut memberikan dampak pada penguatan produktivitas dunia usaha dan tenaga kerja. 

Dummy

Komentar

Dummy

Berita Lainnya

 
Nasional
06/08/2026 17:57 WIB
Kuatkan Kolaborasi Ekosistem, AAJI Dorong Langkah Nyata Lewat KAPJ
Melalui penguatan ekosistem tersebut, diharapkan mampu meningkatkan efisiensi pembiayaan kesehatan dengan berkontribusi dalam penurunan out of pocket (OOP) belanja kesehatan nasional.
 
Nasional
06/08/2026 15:32 WIB
CIMB Niaga Syariah Dukung Pengembangan Literasi dan Inklusi Keuangan Syariah di UNIDA Gontor
Kolaborasi ini diwujudkan melalui kegiatan edukasi keuangan syariah, optimalisasi pemanfaatanlayanan transaksi digital, serta dukungan terhadap pengembangan UMKM dan unit usaha di lingkungan UNIDA Gontor.
 
Nasional
06/08/2026 14:51 WIB
OJK: Industri Perbankan Syariah 2025 Tumbuh Positif, Aset Tembus Rp1.000 Triliun
OJK menjelaskan bahwa Bank Umum Syariah (BUS) dan Unit Usaha Syariah (UUS) masih menjadi penggerak utama industri dengan kontribusi lebih dari 90 persen terhadap total aset perbankan syariah nasional.
 
Nasional
06/08/2026 14:34 WIB
Piala Dunia 1938: Ketika Italia Mengangkat Trofi, Hindia Belanda Membuka Jalan bagi Indonesia (3)
Di turnamen yang sama, sebuah tim dari wilayah yang masih bernama Hindia Belanda melangkah ke panggung Piala Dunia untuk pertama kalinya.
 
Nasional
06/08/2026 13:25 WIB
Ekonomi Melampaui Ekspektasi, Mirae Asset Soroti Sikap Selektif Investor
Meski IHSG kembali menguat, reli pasar dinilai belum sepenuhnya didukung oleh saham-saham berfundamental besar maupun arus masuk investor asing."IHSG memang melanjutkan penguatan, tetapi kualitas reli masih terbatas.
 
Nasional
06/08/2026 12:18 WIB
Pertumbuhan ekonomi: Rilis data PDB domestik kuartal II 2026 berada di atas perkiraan pasar.
Pergerakan pasar didominasi saham yang menguat. Tercatat 296 saham naik, 87 saham turun, dan 580 saham tidak mengalami perubahan harga.
 
Nasional
06/08/2026 11:52 WIB
Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,29% pada Triwulan II-2026, Semester I Catat Pertumbuhan Tertinggi dalam 5 Tahun
Capaian tersebut diraih di tengah perekonomian global yang bergerak dalam arus silang antara tekanan konflik global dan akselerasi teknologi, dengan pertumbuhan ekonomi dunia yang diproyeksikan International Monetary Fund (IMF) hanya sebesar 3,0%.
Ad Placholder