RM
Jumat, 27 September 2019 - 11:15 WIB

Sistem Kelistrikan Berangsur Normal, Gempa 6,8 SR Goyang Ambon

Listrik Kembali Normal (Foto: Istimewa/Dok PLN)
Listrik Kembali Normal (Foto: Istimewa/Dok PLN)
Dummy

ECONOMIC ZONE - Pasca gempa berkekuatan 6,8 SR dan 5,6 SR yang mengguncang Kota Ambon dan sekitarnya pada hari Kamis (26/9) pukul 08.46 WIT dan 09.39 WIT, menyebabkan terjadinya gangguan di beberapa sistem kelistrikan Ambon.

<!-- /wp:paragraph --><!-- wp:paragraph -->

"Adapun wilayah yang terdampak padam karena terganggunya sistem kelistrikan akibat gempa tersebut yakni sekitaran pusat kota Ambon, Unpatti - Poka, sebagian Wayame, Tulehu hingga Hitu. Ini diakibatkan 2 (dua) penyulang yang menyalurkan listrik mengalami gangguan dengan padam sebesar 16 MW," kata Manager Komunikasi PLN Unit Induk Wilayah Maluku dan Maluku Utara (UIW MMU) Ramli Malawat dalam keterangan resmi di Jakarta, Kamis (26/9).

<!-- /wp:paragraph --><!-- wp:paragraph -->

Pada pukul 13.10 WIT, lanjutnya, hampir seluruh wilayah yang terdampak padam akibat gempa tersebut telah berhasil dipulihkan sistem kelistrikannya dan menyisakan 1 (satu) lokasi padam yakni di Tulehu, sehingga besar padam saat ini sebesar 2 MW.

<!-- /wp:paragraph --><!-- wp:paragraph -->

"Hingga saat ini kami terus berupaya melakukan penormalan. Gempa ini juga mengakibatkan rusaknya beberapa infrastruktur kelistrikan pada sisi distribusi mengalami kerusakan, dimana hingga saat ini masih kami inventarisir," tambahnya.

<!-- /wp:paragraph --><!-- wp:paragraph -->

Sedangkan disisi pembangkit, transmisi dan distribusi dipastikan aman. "Namun beberapa gedung pembangkit kami seperti di PLTD Poka mengalami kerusakan akibat gempa tersebut", tambah Ramli.

<!-- /wp:paragraph --><!-- wp:paragraph -->

Saat ini PLN telah membentuk Posko Piket bencana alam dikantor PLN UIW MMU, guna memonitor sistem kelistrikan dan aset PLN. PLN juga menghimbau kepada masyarakat untuk melapor kepada Contact Center PLN 123 jika masih terdapat gangguan kelistrikan di sekitarnya.

<!-- /wp:paragraph -->

Dummy

Komentar

Dummy

Berita Lainnya

 
Nasional
06/08/2026 17:57 WIB
Kuatkan Kolaborasi Ekosistem, AAJI Dorong Langkah Nyata Lewat KAPJ
Melalui penguatan ekosistem tersebut, diharapkan mampu meningkatkan efisiensi pembiayaan kesehatan dengan berkontribusi dalam penurunan out of pocket (OOP) belanja kesehatan nasional.
 
Nasional
06/08/2026 15:32 WIB
CIMB Niaga Syariah Dukung Pengembangan Literasi dan Inklusi Keuangan Syariah di UNIDA Gontor
Kolaborasi ini diwujudkan melalui kegiatan edukasi keuangan syariah, optimalisasi pemanfaatanlayanan transaksi digital, serta dukungan terhadap pengembangan UMKM dan unit usaha di lingkungan UNIDA Gontor.
 
Nasional
06/08/2026 14:51 WIB
OJK: Industri Perbankan Syariah 2025 Tumbuh Positif, Aset Tembus Rp1.000 Triliun
OJK menjelaskan bahwa Bank Umum Syariah (BUS) dan Unit Usaha Syariah (UUS) masih menjadi penggerak utama industri dengan kontribusi lebih dari 90 persen terhadap total aset perbankan syariah nasional.
 
Nasional
06/08/2026 14:34 WIB
Piala Dunia 1938: Ketika Italia Mengangkat Trofi, Hindia Belanda Membuka Jalan bagi Indonesia (3)
Di turnamen yang sama, sebuah tim dari wilayah yang masih bernama Hindia Belanda melangkah ke panggung Piala Dunia untuk pertama kalinya.
 
Nasional
06/08/2026 13:25 WIB
Ekonomi Melampaui Ekspektasi, Mirae Asset Soroti Sikap Selektif Investor
Meski IHSG kembali menguat, reli pasar dinilai belum sepenuhnya didukung oleh saham-saham berfundamental besar maupun arus masuk investor asing."IHSG memang melanjutkan penguatan, tetapi kualitas reli masih terbatas.
 
Nasional
06/08/2026 12:18 WIB
Pertumbuhan ekonomi: Rilis data PDB domestik kuartal II 2026 berada di atas perkiraan pasar.
Pergerakan pasar didominasi saham yang menguat. Tercatat 296 saham naik, 87 saham turun, dan 580 saham tidak mengalami perubahan harga.
 
Nasional
06/08/2026 11:52 WIB
Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,29% pada Triwulan II-2026, Semester I Catat Pertumbuhan Tertinggi dalam 5 Tahun
Capaian tersebut diraih di tengah perekonomian global yang bergerak dalam arus silang antara tekanan konflik global dan akselerasi teknologi, dengan pertumbuhan ekonomi dunia yang diproyeksikan International Monetary Fund (IMF) hanya sebesar 3,0%.
Ad Placholder