RM
Rabu, 16 Maret 2022 - 20:17 WIB

Ekspor-Impor Mobil via IPCC Meningkat, Ada Mercedes All-New C-Class Hingga Porsche

Foto/Dok-IPCC/ECONOMICZONE
Foto/Dok-IPCC/ECONOMICZONE
Dummy

ECONOMIC ZONE - Pasca melewati tahun 2021 yang penuh tantangan, kegiatan penanganan bongkar muat kendaraan di Terminal PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk (IPCC) masih terus berlangsung. Berbagai varian kendaraan CBU terlihat memenuhi sejumlah area parkir di Terminal IPCC, terutama pada Terminal Internasional, baik varian baru yang dirilis di tahun ini maupun varian sebelumnya yang diproduksi di tahun 2021.

“Hal yang menarik ialah sejumlah varian dari kargo kendaraan non Jepang kian banyak memenuhi area parkir/penumpukan di Terminal IPCC. Sebut saja sejumlah varian dari pabrikan otomotif Mercedes, Hyundai, Porsche, Chery, dan lainnya,” kata Sekretaris Perusahaan IPCC, Sofyan Gumelar di Jakarta, Rabu (16/3/22).

Meskipun secara total, jumlah unit ekspor maupun impor dari kendaraan CBU non Jepang masih di bawah kendaraan CBU asal Jepang namun, terlihat peningkatannya yang lebih baik dari tahun sebelumnya. Sebagai contoh, impor kendaraan CBU asal negara ginseng selama kurun waktu dua bulan pertama di tahun ini berjumlah 797 unit dengan varian Ionic, Staria, Palisade, dan lainnya. Jumlah tersebut lebih tinggi dari periode yang sama di tahun sebelumnya dengan jumlah 672 unit.

Lalu, ada Peugeot yang diimpor pada dua bulan pertama di tahun ini sebanyak 48 unit dimana pada periode yang sama di tahun lalu tidak ada sama sekali unit ini yang diimpor. Sementara itu, dari kendaraan mewah terdapat Mercedes yang dilakukan impor sebanyak 32 unit pada dua bulan di tahun ini dengan seri All-New C-Class dimana pada periode yang sama di tahun lalu hanya diimpor 7 unit. Lalu, terdapat Porsche dengan berbagai varian dimana pada dua bulan pertama tahun ini diimpor 9 unit dibandingkan periode yang sama di tahun lalu berjumlah 4 unit.

“Dari sisi ekspor, pada dua bulan pertama di tahun ini, Hyundai telah mengekspor kendaraan CBU-nya sebanyak 103 unit dari periode sebelumnya sebanyak 119 unit CBU Hyundai yang terekspor dari Terminal IPCC. Lalu, terdapat VW dan Geely yang masing-masing mengekspor CBU-nya sebanyak dua unit dimana pada periode yang sama di tahun sebelumnya baik VW maupun Geely tidak ada kendaraannya yang dilakukan ekspor,” tambahnya.

Meski demikian, di awal tahun ini, terutama pada dua bulan pertama tahun ini, kegiatan bongkar muat ekspor impor kendaraan belum terlihat meningkat signifikan. Tercatat ekspor kendaraan CBU dalam kurun waktu dua bulan pertama di tahun ini berjumlah 36.076 unit atau lebih rendah dari periode yang sama di tahun sebelumnya dengan jumlah 49.888 unit. Adapun Toyota masih mendominasi kegiatan ekspor meski jumlahnya di dua bulan pertama tahun ini lebih rendah, dari sebelumnya sebanyak 27.390 unit menjadi 22.827 unit sepanjang dua bulan pertama tahun ini dengan berbagai variannya.

Diikuti dengan Suzuki dengan varian XL-7 yang terekspor 7.113 unit atau lebih tinggi dari periode yang sama di tahun sebelumnya dengan jumlah 6.816 unit. Lalu, terdapat Mitsubishi terutama seri Xpander yang di dua bulan pertama tahun ini telah terekspor 4.101 unit, turun jauh bila dibandingkan dengan periode yang sama di tahun sebelumnya berjumlah 10.591 unit. Adapun Honda mayoritas Brio telah diekspor sebanyak 660 unit dari periode sebelumnya sebanyak 1.230 unit.

Begitupun dengan impor dimana juga mayoritas masih dikuasai oleh Toyota, terutama seri Hilux, Camry, dan Cross dimana pada dua bulan pertama tahun ini berjumlah 2.807 unit atau di bawah pencapaian di periode yang sama di tahun sebelumnya sebanyak 2.989 unit. Diikuti Mitsubishi dengan varian Triton yang diimpor sebanyak 1.613 unit dari tahun lalu sebanyak 490 unit. Lalu, Honda terutama seri Civic yang diimpor sebanyak 690 unit dimana pada periode yang sama di tahun lalu tidak ada unit CBU Honda yang diimpor.

Dummy

Komentar

Dummy

Berita Lainnya

 
Nasional
18 jam yang lalu
Produsen Tahu-Tempe Keluhkan Subsidi Kedelai Yang Masih Tergantung Dari Impor
Mengutip situs resmi Kementerian Pertanian (Kementan), kebutuhan kedelai nasional tahun 2026 diproyeksikan mencapai 2,7 juta ton. Sekitar 95 persen atau 2,6 juta ton harus dipenuhi dari impor.
 
Nasional
19 jam yang lalu
Akibat Gangguan Pasokan, PLN Pemadaman Listrik Bergilir di Jawa
Dalam pengumuman resminya, PLN menyebut pengurangan beban dilakukan karena adanya penurunan kapasitas suplai listrik yang berasal dari kendala teknis pada pembangkit.
 
Nasional
18/06/2026 13:58 WIB
Kinerja Kuartal I Solid, BEST Optimistis Laba Tumbuh Dua Digit
Selain itu juga ditetapkan tidak adanya pembagian dividen untuk tahun buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2025.
 
Nasional
18/06/2026 13:31 WIB
UOB Indonesia Wujudkan Babak Baru di Tanah Air Melalui Transformasi UOB Plaza
Transformasi ini merupakan bagian dari visi regional UOB untuk meningkatkan pengalaman nasabah dan lingkungan kerja di seluruh ASEAN.
 
Nasional
18/06/2026 13:27 WIB
UOB Indonesia Wujudkan Babak Baru di Tanah Air Melalui Transformasi UOB Plaza
Transformasi ini merupakan bagian dari visi regional UOB untuk meningkatkan pengalaman nasabah dan lingkungan kerja di seluruh ASEAN.
 
Nasional
17/06/2026 18:41 WIB
U by Prodia Gandeng blu by BCA Digital, Hadirkan Fitur Layanan Kesehatan
Kerja sama ini ditandai dengan hadirinya fitur digital payment U-aang powered by blu sebagai metode pembayaran baru di U by Prodia.
 
Nasional
17/06/2026 16:42 WIB
Badak LNG Cetak Kinerja Melebihi Target Produksi di Tengah Turunnya Pasokan Gas
Keberhasilan menjaga tingkat produksi turut mendorong capaian Key Performance Indicator (KPI) perusahaan sebesar 107,16% pada 2025.
Telkomsel