RM
Kamis, 20 Januari 2022 - 15:56 WIB

Bisnis Minerba Merangkak Naik, IPCC Panen Kargo Alat Berat

Foto/Dok-Ist/ECONOMICZONE
Foto/Dok-Ist/ECONOMICZONE
Dummy

ECONOMIC ZONE - Meningkatnya sejumlah harga komoditas tambang di Indonesia yang diikuti dengan sejumlah pemulihan berimbas positif pada pertumbuhan industri Pertambangan Mineral dan Batubara (Minerba). Badan Pusat Statistik (BPS) mengungapkan bahwa pertumbuhan ekonomi pada kuartal III tahun 2021 mencapai 3,51%. Realisasi itu ditopang oleh pertumbuhan tinggi pada industri di sektor jasa kesehatan dan pertambangan. Ada 11 kategori selama kuartal III 2021 secara year on year (yoy) mengalami pertumbuhan. Pertumbuhan tertinggi di jasa kesehatan yang tumbuh 14,06% dan di industri pertanian menjadi industri yang tumbuh terendah sebesar 1,31%. Sektor Pertambangan mampu tumbuh kedua tertinggi dengan kenaikan 7,78% sebagai efek dari kenaikan harga komoditas sejak awal tahun dan produksi. Mulai dari biji logam, batu bara, lignit dan lainnya.

Dengan adanya peningkatan pertumbuhan tersebut tentunya berimbas pada permintaan akan Alat Berat yang dibutuhkan untuk keperluan penggalian barang-barang tambang tersebut. Dari data yang dirilis oleh Kementerian Perindustrian bahwa penjualan Alat Berat hingga kuartal III 2021 juga mengalami peningkatan dibandingkan dengan periode yang sama di tahun 2020.

“Adanya peningkatan pada industri Pertambangan maupun Alat Berat turut memberikan dampak positif pada kegiatan bongkar muat throughput / kargo Alat Berat di Terminal PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk (IPCC). Dari data Operasional IPCC, tercatat hingga akhir tahun 2021 IPCC telah melayani kargo Alat Berat sebanyak 10.023 unit untuk Alat Berat impor dan 5.440 untuk Alat Berat ekspor dimana impor tersebut naik 180,13% dibandingkan posisi tahun 2020 namun, untuk Alat Berat ekspor tercatat turun 13,35 persen,” kata Sekretaris Perusahaan IPCC, Sofyan Gumelar di Jakarta, Kamis (20/1/22).

Dari jumlah tersebut, jika di-breakdown maka terbagi antara penanganan kargo segmen Alat Berat dan segmen Truck/Bus. Khusus Alat Berat maka tercatat sepanjang 2021 untuk segmen Alat Berat ekspor sebesar 2.851 unit atau naik 56,65% dibandingkan posisi pada 2020 sebanyak 1.820 unit. Hal yang sama juga terjadi pada Alat Berat impor dimana mengalami kenaikan di 2021 sebanyak 145,79% menjadi 6.747 unit dari 2.745 unit di tahun sebelumnya. Berdasarkan informasi dan pemantauan di Terminal IPCC bahwa jenis Alat Berat yang banyak ditangani di Terminal IPCC mayoritas ialah untuk jenis Excavator. Selain itu, juga terdapat sejumlah Alat Berat jenis Wheel Loader dan Bulldozer yang biasanya digunakan pada industri pertambangan.

“Peningkatan industri pertambangan juga berimbas pada kebutuhan pada segmen Truck/Bus. Tercatat sepanjang 2021 di Terminal IPCC ditangani sebanyak 3.278 unit untuk impor Truck/Bus dimana mengalami peningkatan 293,52% dibandingkan tahun 2020. Sementara, untuk ekspor sebanyak 2.591 unit dimana jumlah ini terlihat lebih rendah 41,88% dibandingkan tahun 2020 sebanyak 4.458 unit. Adapun jenis Truck/Bus yang ditangani di Terminal IPCC mayoritas ialah jenis Dump Truck untuk pengangkutan barang-barang minerba,” tambahnya.

Tidak hanya pada kegiatan ekspor dan impor saja, pada kegiatan bongkar muat segmen Alat Berat dan Truck/Bus di Terminal Domestik juga mencatatkan adanya pertumbuhan. Pada segmen Alat Berat tercatat ditangani sebanyak 7.085 unit dimana terlihat mengalami kenaikan 91,38% dibandingkan tahun sebelumnya. Sementara itu, untuk segmen Truck/Bus tercatat sebanyak 28.579 unit atau lebih rendah 46,25%.

“Dengan adanya catatan positif di sepanjang 2021 tersebut tentunya dapat meningkatkan kinerja operasional secara year on year dari IPCC. Begitupun dengan kinerja keuangan IPCC di tahun 2021 yang dapat lebih baik dibandingkan tahun 2020 yang sempat mencatatkan adanya penurunan karena imbas Pandemi Covid-19 yang meluluhlantakan sejumlah industri. Apalagi dengan maraknya penanganan bongkar muat di segmen Alat Berat dan Bus/Truck yang memberikan dampak cukup besar pada kinerja operasional maupun keuangan IPCC. Diharapkan perbaikan kinerja dapat terus berlanjut dan diikuti dengan penurunan kasus Covid-19 sehingga pemulihan dan perbaikan kinerja dapat terus diupayakan secara sustain,” tutupnya.

Dummy

Komentar

Dummy

Berita Lainnya

 
Nasional
16/10/2026 13:08 WIB
Dukung Pemulihan Warga Terdampak Bencana NTT, Krom Bank Hadirkan Dapur Umum dan Layanan Medis
Inisiatif ini diwujudkan melalui penyediaan dapur umum dan posko layanan medis guna membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat serta mendukung penanganan kondisi darurat di wilayah terdampak.
 
Nasional
14/10/2026 13:44 WIB
IHSG Tertekan Saham Konglomerasi, Pembiayaan Akuisisi BYAN Jadi Sorotan
Sebanyak 11 sektor saham melemah, dengan 632 saham turun dan hanya 118 saham menguat.
 
Nasional
13/10/2026 08:04 WIB
Telkom University Terus Berkoordinasi dalam Proses Pencarian Mahasiswa Maisha Aurelia Rafif
Telkom University dukung upaya pencarian bersama keluarga dan pihak berwenang
 
Nasional
13/10/2026 02:00 WIB
Kolaborasi Tokopedia & TikTok Shop Dongkrak Transaksi Momami hingga Dua Kali Lipat Lewat #BeliLokal Brand Day
melalui Tokopedia dan TikTok Shop, didukung oleh puluhan ribu video affiliate creator setiap bulannya.
 
Nasional
12/10/2026 19:00 WIB
Telkom Akselerasi Program Streamlining, Pastikan Portofolio TelkomGroup Fokus pada Bisnis Inti
Penataan portofolio bisnis secara terukur dan berlandaskan tata kelola yang baik menjadi pijakan transformasi TelkomGroup menuju pertumbuhan berkelanjutan
 
Nasional
12/10/2026 14:56 WIB
Dukung Gelaran MotoGP Mandalika 2026, TelkomGroup Siagakan Infrastruktur Digital Berkapasitas Tinggi
InfraNexia siapkan kapasitas backbone hingga 600 Gbps di sejumlah titik kritikal untuk menjamin kelancaran operasional acara
 
Nasional
09/10/2026 16:51 WIB
Telkom Ungkap Strategi Percepat Adopsi AI Nasional di Road to DTIIF 2026
Melalui Telkom Solution, Telkom mempertemukan kapabilitas teknologi dan kolaborasi lintas sektor guna mendorong pemanfaatan AI yang berdampak bagi bisnis
Ad Placholder