MA
Selasa, 09 Maret 2021 - 10:46 WIB

Aspotdirga Kasau : Perwira Hukum TNI AU Harus Memiliki Kapabilitas Hukum dan Perundang-undangan

Foto/Dok TNI AU/Economiczone
Foto/Dok TNI AU/Economiczone
Dummy

ECONOMIC ZONE - Asisten Potensi Dirgantara (Aspotdirga) Kasau Marsda TNI Kusworo, S.E., M.M., menegaskan, para perwira hukum TNI AU harus memiliki kapabilitas di bidang hukum dan perundang-undangan, hal tersebut seiring dengan meningkatnya kesadaran hukum di masyarakat dan tuntutan reformasi birokrasi sehingga dibutuhkan personel hukum yang profesional dalam menghadapi dinamika perkembangan organisasi guna mendukung tugas TNI AU.

Penegasan tersebut disampaikan Aspotdirga Kasau saat membuka Rapat Koordinasi Teknis Hukum (Rakorniskum) TNI AU TA. 2021 di Gedung Bima Sakti Pancoran, Jakarta Selatan, Senin (8/3/2021).

Aspotdirga Kasau mengatakan, Dinas Hukum Angkatan Udara (Diskumau) sebagai satuan kerja organisasi TNI AU harus siap menghadapi situasi yang terus berkembang seiring dengan semakin meningkatnya ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang kedirgantaraan dengan berbagai implikasinya yang menuntut profesionalitas personel hukum TNI AU dalam pelaksanaan tugas penegakan kedaulatan negara dan hukum di udara.

"Jadilah perwira hukum TNI AU yang profesional, militan, dan inovatif siap menghadapi tantangan ke depan dalam melaksanakan tugas bidang hukum matra udara agar lebih memiliki legalitas dan kepastian hukum," tegas Aspotdirga Kasau.

Rakorniskum ini membahas dan mengkaji berbagai permasalahan serta mencari solusi hukum yang terjadi di lingkungan TNI AU, dengan mengusung tema "Optimalisasi Personel Hukum TNI Angkatan Udara dalam Menghadapi Dinamika Perkembangan Organisasi Guna Mendukung Tugas TNI Angkatan Udara".

Kegiatan Rakorniskum tahun 2021 diikuti langsung oleh Kadiskumau Marsma TNI Haryo Kusworo, S.H., M.Hum., Sesdiskumau, para Kasubdis di jajaran Diskumau, dan para Kakum di jajaran Kotama TNI AU serta diikuti secara Virtual 46 Kepala Hukum di jajaran TNI AU melalui Video Telekonferensi.
 

TAGS
  1. TNI AU
Dummy

Komentar

Dummy

Berita Lainnya

 
Nasional
22/05/2026 19:58 WIB
Sikapi Geopolitik Global, OJK Pastikan Fundamental dan Intermediasi Perbankan Tetap Terjaga
Sejalan dengan hal tersebut, jumlah rekening DPK terus mencatatkan peningkatan hingga April 2026 telah mencapai sebanyak 667.169.152 rekening atau tumbuh 7,22 persen (yoy) dan sebagian besar masih didominasi oleh rekening dengan denominasi rupiah.
 
Nasional
22/05/2026 19:52 WIB
Sikapi Geopolitik Global, OJK Pastikan Fundamental dan Intermediasi Perbankan Tetap Terjaga
Sejalan dengan hal tersebut, jumlah rekening DPK terus mencatatkan peningkatan hingga April 2026 telah mencapai sebanyak 667.169.152 rekening atau tumbuh 7,22 persen (yoy) dan sebagian besar masih didominasi oleh rekening dengan denominasi rupiah.
 
Nasional
22/05/2026 15:02 WIB
Medco Memprediksi Gas Berpotensi Menggantikan Batu Bara Sebagai Transisi Energi Dunia
Roberto juga memprediksi transisi energi di Indonesia dan sebagian besar di kawasan Asia akan ditopang oleh keberadaan gas.
 
Nasional
22/05/2026 14:55 WIB
Indocement Tebar Dividen Rp 468 per Lembar Saham
Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP)
 
Nasional
22/05/2026 14:27 WIB
Kebijakan DHE Siap Berlaku, Presiden Prabowo Pastikan Ekspor Strategis Tetap Jalan
Selain itu, pemerintah juga menyiapkan pelaksanaan ekspor komoditas strategis seperti crude palm oil (CPO), batu bara, dan ferro alloy melalui PT Danantara Sumber Daya Indonesia.
 
Nasional
22/05/2026 11:23 WIB
Kemenprin Perkuat Produk IKM Siap Kuasai Pasar Modern
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menyampaikan, kerja sama tersebut menjadi bagian dari strategi pemerintah dalam memperkuat ekosistem industri nasional, khususnya bagi pelaku IKM agar semakin mampu bersaing di pasar domestik maupun global.
 
Nasional
22/05/2026 10:36 WIB
S&P kritisi skema ekspor Danantara, IHSG anjlok, sovereign rating dipertaruhkan
IHSG anjlok 3,54% ke 6.094 dipimpin saham tambang pasca-pengumuman Danantara oleh Prabowo, sementara rupiah tetap melemah ke Rp17.678/USD meski BI menaikkan suku bunga 50bps ke 5,25%.
Telkomsel