Endang Muchtar
Jumat, 17 Juli 2026 - 18:05 WIB

Bank BSN Incar Aset Rp87 Triliun Siap Bersaing di Papan Atas Syariah

Direktur Utama Bank Syariah Nasional (BSN) Alex Sofjan Noor. (Foto/Roni Mawardi/ECONOMICZONE)
Direktur Utama Bank Syariah Nasional (BSN) Alex Sofjan Noor. (Foto/Roni Mawardi/ECONOMICZONE)
Dummy

ECONOMIC ZONE - PT Bank Syariah Nusantara (BSN) membidik posisi sebagai salah satu pemain utama industri perbankan syariah nasional setelah resmi beroperasi sebagai entitas mandiri. Perseroan memilih memperkuat pertumbuhan organik dengan menggenjot aset, pembiayaan, dan dana pihak ketiga (DPK), ketimbang melakukan aksi korporasi dalam waktu dekat.

Direktur Utama BSN Alex Sofjan Noor mengatakan, perseroan menyambut positif arah kebijakan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang menargetkan lahirnya tiga hingga lima bank syariah berskala besar untuk memperkuat struktur industri sekaligus menjadi penyeimbang PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI). 

 
"Bank BSN menyambut positif arah kebijakan OJK dalam memperkuat industri perbankan syariah nasional. Sebagai entitas yang telah berdiri sendiri, Bank BSN berkomitmen menjadi salah satu bank syariah terkemuka yang berkontribusi terhadap penguatan ekosistem keuangan syariah di Indonesia," ujar Alex kepada Kontan.co.id, Rabu (15/7/2026). 
 
Menurutnya, fokus utama BSN saat ini adalah membangun fondasi bisnis yang kuat dan berkelanjutan melalui pertumbuhan aset yang berkualitas, penguatan kualitas pembiayaan, peningkatan penghimpunan dana murah, serta pengembangan bisnis berbasis ekosistem.

Dengan strategi tersebut, perseroan optimistis dapat meningkatkan daya saing sekaligus memperbesar kontribusinya terhadap pertumbuhan industri perbankan syariah nasional. 
 
Pada tahun ini, BSN menargetkan total aset mencapai sekitar Rp87 triliun, pembiayaan sebesar Rp66 triliun, dan dana pihak ketiga (DPK) sekitar Rp69 triliun, dengan tetap menjaga kualitas aset dan profitabilitas. 
 
Sebagai gambaran, hingga Mei 2026 total aset BSN telah mencapai Rp78 triliun. Di sisi intermediasi, pembiayaan tercatat sebesar Rp58,38 triliun, tumbuh 22,68% secara tahunan (year on year/YoY). Sementara itu, DPK meningkat 14,68% YoY menjadi Rp60,62 triliun. Alex mengatakan, strategi pertumbuhan BSN dalam tiga hingga lima tahun ke depan akan ditopang oleh tiga pilar utama. 
 
Pertama, memperkuat bisnis berbasis ekosistem melalui kolaborasi strategis dan peningkatan customer engagement. Kedua, memperluas basis pendanaan dengan mengembangkan dana murah (current account savings account/CASA) yang bersifat transaksional, terutama pada segmen ritel dan nasabah menengah (midsize). 
 
Ketiga, meningkatkan kualitas pembiayaan melalui diversifikasi portofolio, optimalisasi pemanfaatan data, serta penguatan layanan digital.

"Sejalan dengan itu, Bank BSN juga akan terus meningkatkan efektivitas jaringan distribusi, mempercepat digitalisasi proses bisnis, serta memperkuat kualitas layanan agar dapat memberikan pengalaman yang lebih baik kepada nasabah," katanya.

Meski industri perbankan syariah tengah diwarnai berbagai rencana konsolidasi, BSN belum membuka peluang melakukan merger maupun akuisisi untuk mempercepat peningkatan skala usaha. 
 
Menurut Alex, prioritas perseroan saat ini adalah memperkuat pertumbuhan secara organik melalui penguatan fundamental bisnis, peningkatan kapasitas operasional, pengembangan ekosistem keuangan syariah, serta optimalisasi sumber daya yang dimiliki. "Saat ini prioritas utama Bank BSN adalah memperkuat pertumbuhan secara organik. 
 
Dengan fondasi yang kuat, kami akan memiliki fleksibilitas yang lebih besar untuk memanfaatkan berbagai peluang pertumbuhan di masa depan," ujarnya. Dalam jangka menengah, BSN menargetkan menjadi mitra utama layanan keuangan keluarga yang berkah dan amanah, sekaligus menjadi salah satu pemain utama dalam pengembangan industri perbankan syariah nasional melalui inovasi, kolaborasi, dan penguatan ekosistem keuangan syariah.

Dummy

Komentar

Dummy

Berita Lainnya

 
Nasional
22 jam yang lalu
RUPSLB Tetapkan Pengurus Baru, BTN Perkuat Regenerasi untuk Akselerasi Transformasi
PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) menetapkan perubahan susunan Direksi dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa
 
Nasional
05/09/2026 06:52 WIB
HADIR LEBIH DEKAT DI BUMI PAPUA, ASABRI BERIKAN LAYANAN DAN SEPENUH HATI DI TIMIKA, PAPUA TENGAH
Wujud Nyata Pemerataan Layanan untuk Memastikan Para Penjaga Kedaulatan Bangsa Memiliki Pemahaman Manfaat dan Kesiapan Finansial Sedari Dini
 
Nasional
02/09/2026 06:08 WIB
Pedagang Pasar Induk Kramat Jati Ikuti Akad Kredit Massal Bank Jakarta
Bank Jakarta menggelar Akad Kredit Massal bagi 100 pedagang di Pasar Induk Kramat Jati.
 
Nasional
01/09/2026 20:33 WIB
Dorong UMKM Naik Kelas, Bank Jakarta Salurkan Pembiayaan Pasar Rp326 Miliar
Bank Jakarta mencatatkan realisasi pembiayaan kepada pedagang pasar di berbagai wilayah Jakarta dengan total outstanding mencapai sekitar Rp326 miliar kepada 2.388 debitur hingga Juni 2026.
 
Nasional
01/09/2026 19:27 WIB
Trem Listrik Bandara–Canggu Segera Dibangun, Groundbreaking Ditargetkan Maret 2027
Penandatanganan dihadiri Gubernur Bali Wayan Koster, Bupati Badung, Direktur Utama PT KAI Bobby Rasyidin, CEO Angkasa Pura, Sekda Kabupaten Badung serta sejumlah pihak terkait.
 
Nasional
01/09/2026 16:27 WIB
Dampak Positif Restrukturisasi, Emiten Konstruksi BUMN Catat Perbaikan Kinerja di Tengah Proses Merger
Berdasarkan laporan kinerja, sejumlah emiten pelat merah menunjukkan perbaikan performa yang signifikan. PT PP (Persero) Tbk (PTPP) mencatatkan pertumbuhan laba bersih yang kuat, sementara PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI) juga membukukan kenaikan laba bersih.
 
Nasional
01/09/2026 15:50 WIB
Kemenhut Terapkan Manajemen Risiko Pendakian Gunung Hadapi Puncak Kemarau
Penutupan sementara (risiko tinggi) diterapkan pada kawasan dengan tingkat kerentanan karhutla tinggi, meliputi pendakian Gunung Semeru (Taman Nasional Bromo Tengger Semeru), TN Kerinci Seblat, TN Gunung Ciremai, TN Tambora, TN Manusela, TN Bukit Baka Bukit Raya, TN Gunung Gede Pangrango,…
Ad Placholder