Hendra Wiradi
Senin, 04 Mei 2026 - 13:27 WIB

Indonesia Butuh 9 Juta Talenta Digital pada 2030, vivo Dorong Akses Pendidikan Teknologi Lewat NexGen Scholars

Foto/dok. vivo/ECONOMICZONE
Foto/dok. vivo/ECONOMICZONE
Dummy

ECONOMIC ZONE - Dalam memperingati Hari Pendidikan Nasional, vivo Indonesia menegaskan komitmennya dalam mendukung pengembangan sumber daya manusia di bidang teknologi melalui program beasiswa vivo NexGen Scholars, yang telah berjalan sejak 2025. Inisiatif ini hadir di tengah meningkatnya kebutuhan talenta digital di Indonesia.

Pemerintah memperkirakan Indonesia membutuhkan sekitar 9 juta talenta digital pada 2030, sementara saat ini jumlahnya masih berada di kisaran 6 juta. Di sisi lain, tantangan seperti tingginya angka pengangguran lulusan vokasi, termasuk SMK, masih menjadi perhatian akibat kesenjangan keterampilan dan terbatasnya akses terhadap peluang kerja yang relevan.

Sebagai bagian dari kontribusi untuk menjawab tantangan tersebut, vivo menghadirkan program vivo NexGen Scholars untuk membuka akses pendidikan tinggi di bidang sains dan teknologi bagi generasi muda Indonesia. Program ini memberikan 60 beasiswa penuh bagi mahasiswa terpilih melalui jalur SNBP dan SNBT untuk menempuh pendidikan di Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS).

Program ini dijalankan melalui kolaborasi antara vivo Indonesia, Hoshizora Foundation, dan PENS, dengan pendekatan berbasis ekosistem yang bertujuan menjembatani dunia pendidikan dan kebutuhan industri, khususnya di tengah percepatan transformasi digital.

Arga Simanjuntak, Public Relations Director vivo Indonesia, menyampaikan bahwa inisiatif ini merupakan bagian dari komitmen jangka panjang vivo dalam mendukung pengembangan talenta muda di bidang teknologi. “Kami melihat pentingnya memastikan bahwa generasi muda tidak hanya memiliki akses terhadap pendidikan, tetapi juga kesempatan untuk mengembangkan keterampilan yang relevan dengan kebutuhan industri.

Melalui vivo NexGen Scholars, kami ingin membuka lebih banyak ruang bagi mereka untuk belajar, berkembang, dan mempersiapkan diri menghadapi tantangan ke depan. Momentum seperti Hari Pendidikan Nasional menjadi pengingat bagi kami untuk terus memperkuat komitmen tersebut.”

Bagi para penerima beasiswa, program ini tidak hanya menjadi dukungan pendidikan, tetapi juga membuka ruang untuk mengembangkan potensi di bidang teknologi.

Di Banyuwangi, Jawa Timur, Evan Eka Kurniawan tumbuh dalam kondisi keluarga dengan keterbatasan ekonomi, di mana ibunya menjadi orang tua tunggal yang memiliki usaha sebagai pedagang kopi eceran dengan penghasilan yang tidak tetap.

Kini, ia menjadi salah satu mahasiswa dengan capaian akademik tertinggi di program vivo NexGen Scholars dengan IPK 3,9, aktif dalam pengembangan aplikasi dan kegiatan di bidang teknologi game, serta ia juga berpartisipasi dalam berbagai lomba kompetensi. “Beasiswa ini membuat saya bisa lebih fokus belajar dan mengembangkan kemampuan. Saya ingin suatu hari bisa membangun game yang tidak hanya menghibur, tapi juga membawa dampak positif,” ujarnya.

Cerita lain datang dari Zahra Adientya Putri, mahasiswa Teknologi Game asal Tulungagung. Ia menjalani pendidikan di tengah kondisi keluarga dengan keterbatasan ekonomi, dimana kedua orang tuanya bekerja dengan penghasilan terbatas.

Di tengah kondisi tersebut, Zahra tetap aktif mengikuti berbagai kegiatan pengembangan diri di kampus, termasuk komunitas dan proyek di bidang game. “Program ini membantu saya untuk tetap bisa kuliah tanpa membebani orang tua. Saya ingin memanfaatkan kesempatan ini untuk terus belajar dan berkembang,” ungkap Zahra.

Di Balikpapan, Kalimantan Timur, Izzal Maula Al Faqiih menghadapi tantangan berbeda. Ia harus melalui kehilangan ibunya, yang menjadi salah satu titik berat dalam hidupnya, sekaligus beradaptasi sebagai mahasiswa perantau di lingkungan baru.

Saat ini, Izzal menempuh pendidikan di bidang Teknik Informatika, serta aktif mengembangkan minatnya di bidang teknologi, termasuk melalui kegiatan organisasi dan pengembangan proyek. “Saya ingin memanfaatkan kesempatan ini untuk berkembang dan membuka peluang yang lebih besar ke depan,” ujarnya.

Sementara itu, bagi Ubayy Tsany Galiadupda, perjalanan belajar di bidang teknologi diwarnai dengan berbagai tantangan, termasuk saat menghadapi kegagalan dalam pengembangan proyek berbasis machine learning.

Namun melalui proses belajar dan eksplorasi, ia berhasil mengembangkan solusi teknologi, termasuk chatbot berbasis AI yang dimanfaatkan oleh pelaku UMKM. Pengalaman tersebut menjadi bagian dari proses yang membentuk ketekunan dan pendekatannya dalam menyelesaikan masalah.

Di Kalimantan Tengah, Arkan Maulana Rizki juga memiliki perjalanan yang tidak sederhana. Ia pernah mengalami perundungan dalam waktu yang cukup lama sejak masa sekolah, serta menghadapi berbagai keterbatasan dalam kehidupannya. Pengalaman tersebut justru membentuk motivasinya untuk terus belajar dan berprestasi.

Saat ini, Arkan menempuh pendidikan di bidang Teknik Elektronika, sekaligus aktif mengikuti berbagai kegiatan pengembangan diri di kampus. Ia memiliki ketertarikan untuk berkontribusi di bidang teknologi energi, serta keinginan untuk membangun usaha yang dapat memberikan manfaat bagi masyarakat di daerahnya. “Saya ingin suatu hari bisa membangun sesuatu yang bermanfaat, tidak hanya untuk diri sendiri, tetapi juga untuk orang lain,” ujarnya.

Langkah Kecil untuk Dampak yang Lebih Besar

Program vivo NexGen Scholars berfokus pada enam bidang strategis yang relevan dengan kebutuhan industri saat ini, yaitu Teknik Informatika, Sains Data Terapan, Teknik Elektronika, Teknik Telekomunikasi, Teknik Elektro Industri, dan Teknologi Game. Bidang-bidang ini dinilai memiliki keterkaitan erat dengan meningkatnya kebutuhan talenta di sektor teknologi digital, yang terus berkembang di berbagai industri.

Dari perspektif Hoshizora Foundation, sebagai mitra pendamping program, dampak awal dari program ini mulai terlihat, baik dari sisi akses pendidikan maupun pengembangan kemampuan mahasiswa. “Program vivo NexGen Scholars sejalan dengan misi kami untuk menginspirasi setiap anak dalam menemukan mimpi dan membantu mereka meraihnya melalui pendidikan yang layak.

Melalui program ini, 60 mahasiswa mendapatkan kesempatan untuk menempuh pendidikan tinggi tanpa terhalang biaya, sekaligus mengembangkan kemampuan di bidang teknologi sesuai dengan jurusan yang mereka ambil,” jelas Yudi Anwar, Executive Director Hoshizora Foundation.

Selain membuka akses, program ini juga dinilai berkontribusi dalam mendorong partisipasi pendidikan tinggi di Indonesia, sejalan dengan target nasional menuju 2045. “Dari sisi akademik, rata-rata IPK mahasiswa di semester awal mencapai 3,41, dengan nilai tertinggi hingga 3,9. Mereka juga aktif dalam berbagai kegiatan di luar perkuliahan, seperti organisasi, kompetisi, dan komunitas,” tambahnya.

Seiring meningkatnya kebutuhan talenta digital, Hoshizora juga melihat adanya relevansi antara bidang studi mahasiswa dengan kebutuhan industri saat ini. “Kebutuhan industri di bidang teknologi digital terus meningkat.

Jurusan para penerima beasiswa seperti Teknik Informatika, Elektronika, hingga Teknologi Game sangat berkaitan dengan kebutuhan tersebut. Ini menjadi sinyal awal yang positif bahwa program ini dapat mendukung kesiapan talenta muda untuk terjun ke dunia kerja,” jelasnya.

Di tengah kebutuhan talenta teknologi yang terus meningkat, program seperti vivo NexGen Scholars menjadi salah satu upaya untuk memperluas akses sekaligus mendorong kesiapan generasi muda menghadapi dunia yang terus berkembang.

Bagi para penerima beasiswa, program ini bukan hanya tentang pendidikan, tetapi juga tentang perjalanan untuk bertumbuh, beradaptasi, dan mempersiapkan diri mengambil peran di masa depan.

 

Dummy

Komentar

Dummy

Berita Lainnya

 
Nasional
21/06/2026 14:48 WIB
Hydro Coco Hadirkan Semangat Selebrasi dan Kebersamaan Lewat Kampanye “Don’t Stop The Celebration”
Berangkat dari semangat tersebut, Kalbe Nutritionals melalui Hydro Coco mengajak masyarakat untuk terus merayakan setiap momen kebersamaan dengan energi positif dan semangat yang terus berlanjut melalui kampanye “Don’t Stop The Celebration”.
 
Nasional
20/06/2026 15:05 WIB
CIMB Niaga Hadirkan “Ada OCTO Land”, Ajak Masyarakat Nikmati Serunya Eksplor Blok M Jakarta
Ada OCTO Land akan berlangsung mulai 20 Juni 2026 hingga 31 Mei 2027, menghadirkan berbagai aktivitas menarik yang bisa dinikmati sepanjang tahun.
 
Nasional
20/06/2026 14:19 WIB
BCA Syariah Hadirkan ‘Rumah Sahabat’, Bawa Pengalaman Perbankan Syariah Lebih Dekat ke Masyarakat
Rumah ini merupakan sebuah immersive exhibition yang bertujuan mendukung peningkatan literasi dan inklusi keuangan syariah masyarakat melalui kombinasi edukasi, hiburan, dan kajian tentang keberkahan hidup.
 
Bisnis
19/06/2026 23:09 WIB
Kinerja Amar Bank Melonjak, Kredit Tumbuh 30% dan Aset Tembus Rp6,9 Triliun
Amar Bank catat laba Rp71 miliar dan tumbuh kuat di segmen UMKM serta ritel pada kuartal I 2026.
 
Nasional
19/06/2026 20:25 WIB
OJK Setujui Perluasan Wilayah Usaha Nasional Bagi Dua Perusahaan Pergadaian
Sebelumnya, OJK juga telah memberikan persetujuan perubahan lingkup wilayah usaha nasional kepada PT Gadai Mas Nusantara yang berkedudukan di Kota Makassar, Provinsi Sulawesi Selatan.
 
Nasional
19/06/2026 18:25 WIB
InJourney  Tahun Ini Akan Merombak Bandara Minangkabau Dari Empat Lainnya Untuk Meningkatkan Kualitas
Keempat bandara yang tengah dalam masa pengembangan antara lain Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali, Bandara Soekarno-Hatta Tangerang, Bandara Minangkabau Padang dan Bandara Depati Amir Pangkalpinang.
 
Nasional
19/06/2026 17:56 WIB
Kemenperin Mendukung Penuh Kesiapan AMDK Memberlakukan SNI
Upaya tersebut dilakukan melalui pendampingan teknis kepada pelaku industri, penguatan pemanfaatan Sistem Informasi Industri Nasional (SIINas), serta peningkatan sinergi dengan asosiasi industri di daerah.
Telkomsel