Endang Muchtar
Selasa, 15 Juli 2025 - 17:06 WIB

Mirae Asset: Cerdas Hadapi Volatilitas dengan Monthly Passive Income Bond Fund

Head of Investment Specialist & Product Development PT Sucorinvest Asset Management Lolita Liliana, Head of Research & Chief Economist PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia Rully Arya Wisnubroto, dan Head of Wealth Management Mirae Asset M. Arief Maulan
Head of Investment Specialist & Product Development PT Sucorinvest Asset Management Lolita Liliana, Head of Research & Chief Economist PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia Rully Arya Wisnubroto, dan Head of Wealth Management Mirae Asset M. Arief Maulan
Dummy

ECONOMIC ZONE -PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia menyarankan investor untuk berinvestasi pada instrumen reksa dana pendapatan tetap (fixed income fund/bond fund) yang menawarkan fitur pendapatan pasif rutin bulanan dalam menghadapi volatilitas ekonomi dan pasar modal.

M. Arief Maulana, Head of Wealth Management Mirae Asset, menjelaskan bahwa ketidakpastian makroekonomi tinggi dan volatilitas pasar yang meningkat saat ini dapat menjadi momentum bagi investor untuk berinvestasi pada instrumen yang relatif stabil dan berpendapatan rutin. 

“Reksa dana pendapatan tetap pendapatan pasif rutin bulanan (monthly passive income bond fund) menjadi alternatif yang strategis, apalagi di tengah volatilitas dan ketidakpastian yang tinggi seperti sekarang,” ujar Arief dalam Media Day: July 2025 by Mirae Asset hari ini, 15 Juli 2025.

Terkait volatilitas dan ketidakpastian ekonomi yang tinggi, Rully Arya Wisnubroto, Head of Research & Chief Economist Mirae Asset, menyampaikan bahwa saat ini sedang terjadi tren capital outflow yang cukup besar di pasar saham Indonesia meskipun Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih positif. 

IHSG tercatat masih menguat ke 7.091 dari posisi akhir tahun 7.079, ketika aliran dana asing bergerak keluar (foreign outflow) Rp57,9 triliun sejak awal tahun (year to date/YTD) hingga 11 Juli 2025. Sepanjang Juli, foreign outflow sudah terjadi sebesar Rp4,3 triliun. Hal ini menunjukkan bahwa aktivitas perdagangan saham di dalam negeri yang menguat itu didukung oleh investor domestik. 

Di sisi lain, tren harga obligasi masih menunjukkan kenaikan (dan penurunan imbal hasil/yield), sejalan dengan aliran dana asing masuk (foreign inflow) yang cukup besar. Sepanjang Juli, tercatat nett buy asing Rp 17,2 triliun MTD, atau Rp 70 triliun YTD, dipengaruhi pemangkasan BI Rate pada semester I/2025 dan ekspektasi penurunan The Fed Fund Rate (FFR) pada semester II/2025.

Dia memprediksi suku bunga BI Rate masih akan ditahan pada 5,5% hingga akhir tahun dan menunggu adjustment dari perbankan untuk menurunkan suku bunga kredit. Likuiditas perbankan juga diprediksi akan lebih longgar di semester II/2025 yang dapat mendorong kenaikan harga obligasi dan penurunan yield -nya. Pergerakan harga dan yield obligasi bertolak belakang di pasar.

“Di tengah tekanan Trump agar The Fed menurunkan FFR secara agresif, kami memprediksi Bank Sentral AS masih akan berusaha berhati-hati dan melihat perkembangan data ekonomi untuk menentukan seberapa besar dan seberapa cepat penurunan suku bunga ke depan.”

Hal tersebut disampaikan Arief dan Rully dalam acara bertema “Fixed Income Fund: A Smart Move Amid Economic Volatility” itu. Media Day: July tersebut juga menjadi momen peresmian kemitraan strategis Mirae Asset dengan PT Sucorinvest Asset Management dalam mendistribusikan produk Sucorinvest Monthly Income Fund (SMIF) melalui platform reksa dana NAVI by Mirae Asset.

NAVI by Mirae Asset adalah platform Mirae Asset dalam perannya mendistribusikan dan memasarkan reksa dana dalam fungsinya sebagai Agen Penjual Efek Reksa Dana (APERD). 

Arief mengatakan SMIF yang kini tersedia di NAVI dapat membuka akses lebih luas bagi investor ritel terhadap produk berkualitas yang sesuai dengan kebutuhan pasar, yaitu dengan pendapatan bulanan, risiko relatif lebih rendah, dan dikelola oleh manajer investasi terpercaya.

NAVI sebagai platform digital reksa dana milik Mirae Asset terus berkembang menjadi solusi investasi yang mudah diakses, informatif, dan didukung manajer investasi pilihan. NAVI memfasilitasi pembelian ratusan reksa dana dari berbagai manajer investasi ternama di Indonesia, termasuk SMIF dari Sucorinvest Asset Management yang kini tersedia melalui platform tersebut. 

Platform NAVI dapat diakses melalui website dan aplikasi resmi di tautan berikut: http://masi.id/download-navi.

Pada kesempatan yang sama, Lolita Liliana, Head of Investment Specialist & Product Development Sucorinvest Asset Management, memaparkan bahwa SMIF dirancang untuk memberikan pendapatan bulanan dengan mayoritas berinvestasi pada obligasi korporasi jangka pendek hingga menengah pilihan dengan volatilitas yang relatif lebih rendah dibandingkan obligasi negara. 

“Produk ini ideal bagi investor moderat dengan fitur pendapatan bulanan,” jelas Lolita.

Dalam acara tersebut turut hadir CFO & Head of Corporate Secretary Mirae Asset Ivonne Kaharu, Head of Fund Services Mirae Asset Francisca Gerungan, Fund Analyst Mirae Asset Novani Karina Saputri, serta Head of Sales and Distribution Pui Sung Khiuk.

Dummy

Komentar

Dummy

Berita Lainnya

 
Nasional
03/11/2026 20:08 WIB
UMKM Binaan Telkom Jaring Peluang Bisnis di 18 Negara melalui TEI 2026
Himpun prospek pembeli, termasuk calon mitra internasional, untuk memperluas akses pasar dan membuka peluang ekspor produk unggulan Indonesia
 
Nasional
03/11/2026 17:03 WIB
Telkom Kian Agresif Garap Pasar Enterprise, Digiserve Jadi Ujung Tombak Penggerak Pertumbuhan Baru
Beroperasi dengan nama badan hukum PT Telkom Solusi Indonesia, Digiserve fokus memperluas peluang bisnis melalui integrasi solusi B2B ICT TelkomGroup
 
Nasional
03/11/2026 14:59 WIB
Kapasitas Data Center di Cikarang Terisi Penuh, NeutraDC Perluas Langkah Ekspansi Infrastruktur AI Indonesia
NeutraDC jajaki peluang pengembangan kapasitas hingga 1 GW di lokasi strategis untuk mengantisipasi pertumbuhan kebutuhan komputasi digital
 
Nasional
03/11/2026 12:16 WIB
Ekonomi RI Makin Tangguh! Inflasi Terkendali, Ekspor Surplus, Manufaktur Cetak Rekor
Kinerja positif juga terlihat pada sektor manufaktur. Purchasing Managers' Index (PMI) Manufaktur Indonesia meningkat menjadi 54,0 pada Oktober 2026, naik dari 52,4 pada bulan sebelumnya.
 
Nasional
02/11/2026 20:52 WIB
Telkom Akselerasi Adopsi AI di Segmen Enterprise, Kesiapan Data dan Talenta Jadi Kunci Utama
Pemanfaatan kapabilitas AI Telkom Solution yang terintegrasi membuka peluang peningkatan efektivitas operasional dan penciptaan nilai bisnis.
 
Nasional
02/11/2026 15:24 WIB
Kinerja Makin Menguat, Telkom Raup Pendapatan Rp113,5 Triliun melalui Pertumbuhan Empat Segmen Bisnis Utama
Pendapatan meningkat 3,5% YoY, EBITDA tumbuh 2,0% YoY, dan laba bersih normalisasi naik 3,9% YoY.
 
Nasional
02/11/2026 14:02 WIB
Indonesia Fitness Festival x Deddy Corbuzier Tarik Antusiasme Ribuan Pecinta Olahraga
Indonesia Fitness Festival (IFF) x Deddy Corbuzier menarik perhatian ribuan pecinta olahraga dari berbagai kalangan. Festival yang menghadirkan beragam cabang olahraga tersebut menjadi wadah bagi atlet, komunitas kebugaran, pelaku industri olahraga, dan masyarakat umum untuk berinteraksi…
Ad Placholder