Roni Mawardi
Senin, 20 Juli 2026 - 09:18 WIB

BTN RAIH DUA PENGHARGAAN ASEAN RISK AWARDS 2026, MANAJEMEN RISIKO YANG KUAT JADI FONDASI KINERJA BERKELANJUTAN DI TENGAH DINAMIKA EKONOMI GLOBAL

Foto/RoniMawardi/ECONOMICZONE
Foto/RoniMawardi/ECONOMICZONE
Dummy

ECONOMIC ZONE - Jakarta, 19 Juli 2026 – PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) kembali memperoleh pengakuan internasional dengan meraih dua penghargaan pada ajang ASEAN Risk Awards 2026, yakni ASEAN Risk Champion Award (Category 2) dan Risk Culture Award. Penghargaan tersebut menjadi pengakuan atas keberhasilan BTN membangun manajemen risiko dan budaya risiko yang modern, terintegrasi, serta adaptif terhadap perkembangan industri perbankan, sehingga mampu menjaga pertumbuhan bisnis yang sehat dan berkelanjutan di tengah dinamika ekonomi global.

Di bawah orkestrasi Danantara Indonesia, BTN terus memperkuat transformasi sebagai bank yang tidak hanya menjadi pemimpin pembiayaan perumahan nasional, tetapi juga menjadi penyedia solusi keuangan yang lebih komprehensif melalui strategi beyond mortgage. Penguatan tata kelola dan manajemen risiko menjadi salah satu fondasi utama agar Perseroan mampu mendukung Program Perumahan Nasional sekaligus menjaga pertumbuhan bisnis yang berkualitas.

Direktur Risk Management BTN Setiyo Wibowo mengatakan penghargaan tersebut menjadi pengakuan internasional atas konsistensi BTN dalam menjadikan manajemen risiko sebagai bagian integral dari strategi bisnis Perseroan.

“Di tengah ketidakpastian ekonomi global, volatilitas pasar keuangan, percepatan digitalisasi, serta munculnya berbagai risiko baru, BTN tetap mampu menjaga keseimbangan antara pertumbuhan bisnis dan prinsip kehati-hatian. Bagi kami, manajemen risiko bukan hanya fungsi pengawasan atau kepatuhan, tetapi telah menjadi fondasi dalam setiap keputusan bisnis sehingga pertumbuhan yang dihasilkan tetap sehat, berkualitas, dan berkelanjutan,” ujar Setiyo di Jakarta, Minggu (19/7).

Menurut Setiyo, BTN secara konsisten menjalankan transformasi manajemen risiko melalui roadmap yang terstruktur dan berbagai inisiatif strategis yang mencakup penguatan tata kelola risiko kredit, likuiditas, pasar, operasional, digital, ESG, hingga fraud. Perseroan juga terus memperkuat budaya risiko di seluruh organisasi melalui pelatihan, kampanye budaya risiko, forum diskusi, serta penguatan peran setiap lini pertahanan sehingga risk awareness menjadi bagian dari proses kerja sehari-hari.

“Penguatan risk culture memastikan bahwa pengelolaan risiko tidak hanya berada di level kebijakan, tetapi benar-benar diterapkan dalam setiap aktivitas bisnis. Dengan demikian, BTN mampu merespons perubahan lingkungan usaha secara lebih cepat sekaligus menjaga kualitas pertumbuhan Perseroan,” kata Setiyo.

Ia menjelaskan, disiplin dalam pengelolaan risiko telah memberikan dampak nyata terhadap kinerja BTN. Hal tersebut tercermin dari meningkatnya kualitas aset, efisiensi biaya dana, penguatan likuiditas, peningkatan profitabilitas, serta penurunan potensi kerugian akibat fraud.

“Risk management yang kuat pada akhirnya menciptakan nilai bisnis. Penghargaan ini menjadi bukti bahwa tata kelola risiko yang baik mampu berjalan beriringan dengan pertumbuhan usaha. Inilah yang terus kami bangun agar BTN dapat mendukung sektor perumahan dan agenda pembangunan nasional secara berkelanjutan,” ujar Setiyo.

Fondasi manajemen risiko tersebut turut menopang kinerja Perseroan hingga Semester I/2026. BTN membukukan laba bersih konsolidasi sebesar Rp2,40 triliun, meningkat 40,8% secara tahunan (year-on-year/yoy) dibandingkan Semester I/2025 sebesar Rp1,70 triliun.

Dari sisi intermediasi, total kredit dan pembiayaan BTN mencapai Rp418,11 triliun, tumbuh 13,2% yoy dibandingkan Rp369,41 triliun pada Semester I/2025. Sementara itu, total aset Perseroan meningkat menjadi Rp545,16 triliun atau tumbuh 8,5% yoy dibandingkan Rp502,61 triliun pada periode yang sama tahun lalu.

Adapun dana pihak ketiga (DPK) berhasil dihimpun sebesar Rp398,73 triliun, meningkat 6,5% yoy dibandingkan Rp374,44 triliun pada Semester I/2025. Pada saat yang sama, kualitas aset BTN juga terus membaik dengan penurunan rasio Non-Performing Loan (NPL) dari 3,30% pada Semester I/2025 menjadi 2,99% pada Semester I/2026.

Setiyo menegaskan, kinerja tersebut menunjukkan bahwa strategi pertumbuhan BTN selalu diimbangi dengan disiplin pengelolaan risiko sehingga ekspansi bisnis tetap berlangsung secara prudent dan berkelanjutan.

“Sejalan dengan transformasi yang dijalankan bersama Danantara Indonesia, BTN akan terus memperkuat kapabilitas manajemen risiko yang modern dan terintegrasi sebagai fondasi pertumbuhan bisnis. Dengan demikian, Perseroan dapat terus memperluas pembiayaan sektor perumahan, memperkuat ekosistem beyond mortgage, sekaligus mendukung Program Perumahan Nasional dan berbagai program prioritas pemerintah lainnya,” tutup Setiyo.

Dummy

Komentar

Dummy

Berita Lainnya

 
Nasional
20 jam yang lalu
Bank Jakarta Resmikan New Look Branch KCP Kebayoran Park, Hadirkan Wajah Baru yang Lebih Modern
Bank Jakarta resmi menghadirkan New Look Branch pada Kantor Cabang Pembantu (KCP) Kebayoran Park sebagai bagian dari transformasi perusahaan dalam menghadirkan layanan perbankan yang modern, nyaman, dan berorientasi pada kebutuhan nasabah
 
Nasional
20 jam yang lalu
BNI Borong Enam Penghargaan Digital CX Awards 2026
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI meraih enam penghargaan dalam ajang Digital CX Awards 2026
 
Nasional
20 jam yang lalu
Dompet Ibu-ibu Bisa Lega Harga Bright Gas12 Kg dan 5,5 Kg Resmi Turun
Berdasarkan penyesuaian tersebut, harga Bright Gas 12 kg turun Rp8.000 per tabung dari sebelumnya Rp228.000 menjadi Rp220.000 per tabung. Sementara itu, harga Bright Gas 5,5 kg turun Rp4.000 per tabung dari Rp107.000 menjadi Rp103.000 per tabung.
 
Nasional
24 jam yang lalu
Langkah Strategis LPS Menuju Aktivasi Program Penjaminan Polis
Sebagai bagian dari persiapan implementasi PPP, LPS juga terus memperkuat infrastruktur teknologi informasi dan pengelolaan data.
 
Nasional
20/07/2026 07:19 WIB
Dinasti Baru " La Roja" Spanyol Hancurkan Akhir Dongeng Messi di Panggung Dunia
Gol kemenangan yang dinantikan oleh kubu Spanyol akhirnya tercipta melalui skema serangan yang terorganisasi dengan sangat rapi dari sektor sayap lapangan.
 
Nasional
19/07/2026 16:30 WIB
Merah Putih Mendunia! Mengguncang Ekosistem Olahraga Internasional Lewat ISS 2026
ISS 2026 hadir sebagai wadah untuk memperkuat ekosistem olahraga nasional melalui kolaborasi, pertukaran gagasan, serta pengembangan peluang bisnis dan investasi yang berkelanjutan.
 
Nasional
19/07/2026 16:22 WIB
Mengintip Pipeline BEI: 4 Calon Emiten Bersiap Menggelar Penawaran Saham Perdana (IPO)
Dilihat dari sektor usahanya, industri kesehatan (healthcare) menjadi sektor yang paling mendominasi pipeline IPO.
Ad Placholder