RM
Sabtu, 17 Agustus 2019 - 19:03 WIB

Sinergi BUMN Siap Bangun Monumen Fatmawati

 Direktur Utama BTN Maryono bersama Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah meletakan batu pertama monumen patung fatmawati di Simpang Lima kota Bengkulu, Sabtu (17/8). Foto/Roni.M/ECONOMICZONE
Direktur Utama BTN Maryono bersama Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah meletakan batu pertama monumen patung fatmawati di Simpang Lima kota Bengkulu, Sabtu (17/8). Foto/Roni.M/ECONOMICZONE
Dummy

ECONOMIC ZONE - PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) bersama perusahaan BUMN lainnya siap membangun monumen pahlawan nasional Fatmawati di kota Bengkulu. 

Direktur Utama Bank BTN, Maryono mengatakan keberadaan pembangunan monumen itu sudah ditunggu-tunggu oleh masyarakat Bengkulu, mengingat Fatmawati merupakan pahlawan nasional yang berasal dari daerah tersebut. 

“Ini menjadi momen yang sangat penting dan strategis, kami hadir bersama BUMN lainnya sebagai bagian program BUMN Hadir untuk Negeri bertepatan dengan HUT RI ke-74,” katanya di Bengkulu, Sabtu (17/8).

Adapun monumem Fatmawati dibuat oleh Nyoman Nuarta, salah satu pematung ternama di Indonesia dan ditargetkan selesai pada Februari tahun 2020. 

Menurut rencana monumen berbahan dasar tembaga dan kuningan ini dibangun dengan total tinggi mencapai 7 meter yang menggambarkan Fatmawati sedang menjahit bendera pusaka merah putih.

“Patung itu merefleksikan perjuangan Fatmawati yang telah ikut mengisi kemerdekaan RI. Walaupun tidak sebanding dengan apa yang dilakukan Fatmawati pada saat itu, masyarakat khususnya di wilayah Bengkulu dapat menjadikan beliau sebagai suri tauladan,” papar Maryono.

Sementara itu tidak hanya pembangunan pembangunan monumen Fatmawati yang dilakukan Bank BTN, bersama BUMN lainnya di Bengkulu. 

Usai penyelenggaraan upacara bendera HUT RI ke-74, perseroan memberikan bantuan CSR yang diserahkan kepada pemerintah Propinsi Bengkulu dengan total mencapai Rp1,8 miliar. 

Bantuan tersebut akan dimanfaatkan untuk membantu masyarakat Bengkulu terkait kegiatan elektrifikasi, MCK, air bersih, sembako, beasiswa dan perbaikan rumah warga. 

Dummy

Komentar

Dummy

Berita Lainnya

 
Nasional
06/08/2026 17:57 WIB
Kuatkan Kolaborasi Ekosistem, AAJI Dorong Langkah Nyata Lewat KAPJ
Melalui penguatan ekosistem tersebut, diharapkan mampu meningkatkan efisiensi pembiayaan kesehatan dengan berkontribusi dalam penurunan out of pocket (OOP) belanja kesehatan nasional.
 
Nasional
06/08/2026 15:32 WIB
CIMB Niaga Syariah Dukung Pengembangan Literasi dan Inklusi Keuangan Syariah di UNIDA Gontor
Kolaborasi ini diwujudkan melalui kegiatan edukasi keuangan syariah, optimalisasi pemanfaatanlayanan transaksi digital, serta dukungan terhadap pengembangan UMKM dan unit usaha di lingkungan UNIDA Gontor.
 
Nasional
06/08/2026 14:51 WIB
OJK: Industri Perbankan Syariah 2025 Tumbuh Positif, Aset Tembus Rp1.000 Triliun
OJK menjelaskan bahwa Bank Umum Syariah (BUS) dan Unit Usaha Syariah (UUS) masih menjadi penggerak utama industri dengan kontribusi lebih dari 90 persen terhadap total aset perbankan syariah nasional.
 
Nasional
06/08/2026 14:34 WIB
Piala Dunia 1938: Ketika Italia Mengangkat Trofi, Hindia Belanda Membuka Jalan bagi Indonesia (3)
Di turnamen yang sama, sebuah tim dari wilayah yang masih bernama Hindia Belanda melangkah ke panggung Piala Dunia untuk pertama kalinya.
 
Nasional
06/08/2026 13:25 WIB
Ekonomi Melampaui Ekspektasi, Mirae Asset Soroti Sikap Selektif Investor
Meski IHSG kembali menguat, reli pasar dinilai belum sepenuhnya didukung oleh saham-saham berfundamental besar maupun arus masuk investor asing."IHSG memang melanjutkan penguatan, tetapi kualitas reli masih terbatas.
 
Nasional
06/08/2026 12:18 WIB
Pertumbuhan ekonomi: Rilis data PDB domestik kuartal II 2026 berada di atas perkiraan pasar.
Pergerakan pasar didominasi saham yang menguat. Tercatat 296 saham naik, 87 saham turun, dan 580 saham tidak mengalami perubahan harga.
 
Nasional
06/08/2026 11:52 WIB
Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,29% pada Triwulan II-2026, Semester I Catat Pertumbuhan Tertinggi dalam 5 Tahun
Capaian tersebut diraih di tengah perekonomian global yang bergerak dalam arus silang antara tekanan konflik global dan akselerasi teknologi, dengan pertumbuhan ekonomi dunia yang diproyeksikan International Monetary Fund (IMF) hanya sebesar 3,0%.
Ad Placholder