ECONOMIC ZONE - Kontestasi menuju kursi anggota DPR RI di Pemilu Legislatif 2024 sepertinya bakal berlangsung ketat. Mayoritas partai politik peserta Pemilu mengerahkan segenap daya upaya maksimal dengan menempatkan calon anggota legislatif sesuai jumlah maksimal serta mencalonkan tokoh kunci di parpol, seperti ketua umum, sekretaris jenderal, Menteri, dan wakil Menteri untuk merebut kursi parlemen.
Mereka sudah mulai disibukkan dengan agenda-agenda demi bisa mendulang suara di pesta demokrasi setahun yang akan datang. Artis yang menjadi bakal calon anggota legislatif (bacaleg) pada Pemilu 2024 makin banyak. Rata-rata parpol memasang nama artis untuk dapat mendongkrak perolehan suara. Padahal, diakui atau tidak, banyak dari bacaleg artis itu yang tidak memiliki kompetensi sebagai legislator.
Anggota DPR Fraksi PKB Arzeti Bilbina (dari kiri) bersama Caleg Partai Gelora Ratih Sanggarwai, dan Caleg Partai Solidaritas Indonesia Diadbadai Hollo (Krispatih) menjawab pertanyaan wartawan, dalam diskusi di Media Center DPR , Jakarta, Selasa (11/7/2023). Figur artis juga kini menjadi incaran banyak partai politik(parpol). Sebut saja Partai Amanat Nasional(PAN) yang sudah mengungkap daftar nama artis yang bakal maju menjadi calon legislatif (caleg) dari PAN. Mereka akan berkontestasi pada Pemilu 2024 mendatang.

Komisi Pemilihan Umum (KPU) telah menutup pendaftaran bakal calon legislatif (bacaleg) untuk Pemilu 2024, pada Minggu lalu pada 14 Mei 2023. Ada sederet artis baru yang digandeng sebagai caleg oleh sejumlah partai politik (parpol) untuk meramaikan pesta demokrasi 2024 nanti.
Sejumlah Pengamat politik dari berbagai Forum Peduli parlemen, pencalonan para selebritas menjadi anggota legislatif adalah cara mudah partai politik untuk mendongkrak suara atau kursi di parlemen.
Tren seperti ini sudah berlangsung sejak 2004 atau ketika pemilu langsung diberlakukan.
Di mana kursi anggota DPR yang diperebutkan semakin banyak, sementara persaingan jadi lebih ketat bersamaan dengan kian bertambahnya partai politik.
Demi meraup kursi atau suara lebih besar, pertimbangan populer jadi modal utama bagi caleg agar dipilih. Di sinilah akhirnya tuntutan atas kehadiran pesohor makin tinggi, namun bagi parpol yang punya nafsu besar meraih kursi di DPR untuk bisa lolos syarat ambang batas parlemen, mengusung orang yang punya potensi dipilih itu akan lebih baik ketimbang mengangkat kadernya sendiri.
Komentar