Fery Pradolo
Rabu, 07 Februari 2024 - 13:01 WIB

Pentingnya Literasi Digital dalam Wujudkan Pemilu Damai

Literasi Digital dalam Wujudkan Pemilu Damai
Literasi Digital dalam Wujudkan Pemilu Damai
Dummy

ECONOMIC ZONE -  Makassar- Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) RI bersama dengan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Sulawesi Selatan dan Google Indonesia menyelenggarakan kegiatan literasi digital untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya peran literasi digital dalam menangkal segala konten negatif untuk mewujudkan pemilu yang damai. 

“Kebutuhan literasi digital semakin nyata apalagi di tengah penyelenggaraan pemilu yang saat ini kita hadapi dimana kemunculan konten yang melanggar peraturan perundangan serta mengandung informasi yang sangat dapat semakin mudah beredar,” ujar Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo), Budi Arie Setiadi dalam sambutannya pada kegiatan Literasi Digital untuk Pemilu Damai yang diselenggarakan di Upperhills Convention Hall, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis (01/02/2024). 

Hal yang dimaksud Menteri Arie Setiadi terkait konten yang melanggar peraturan adalah informasi tidak benar yang ditemukan pada unggahan video 17 Januari 2024 dengan ditemukannya kotak suara ganda di kota Makassar. 

“Inilah salah satu contoh nyata bagaimana sebuah hoaks bisa memanipulasi kepercayaan masyarakat pada institusi pemilu,” lanjutnya. 

Budi Arie Setiadi menambahkan, dalam meningkatkan kemampuan masyarakat agar terhindar dari hoaks sebagai konten negatif, Kemenkominfo terus melakukan upaya mengadakan gerakan literasi digital dengan berfokus pada 4 pilar materi, yaitu digital skills, digital safety, digital culture, dan digital ethics. 

“Dari materi 4 pilar literasi digital ini, ada tips yang ingin saya bagikan agar kita semua tidak menjadi korban akibat dari penyebaran hoaks yaitu dengan mengingat BAS, baca informasi dengan hati-hati, ayo cek dulu kebenaran informasinya, dan stop informasi bohong dan juga mengandung unsur SARA,” ujarnya. 

Sesi Workshop “Cerdas Berinternet, Pintar Tangkal Hoaks” 

Kegiatan yang dibuka dengan sesi workshop bertema “Cerdas Berinternet, Pintar Tangkal Hoaks” yang diisi oleh perwakilan Information and Communication Technology (ICT) Watch dan salah satu konten kreator lokal. Sesi ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan pengalaman praktik langsung menggunakan gawai masing-masing, hal tersebut dilakukan agar para peserta mengetahui bagaimana cara melakukan cek fakta dan memahami tindakan-tindakan yang harus dilakukan untuk menghindari hoaks. 

Direktur ICT Watch, Indriyatno Banyumurti saat membuka sesi workshop menyampaikan bahwa organisasi Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (Mafindo) menemukan 646 hoaks terkait pemilu di media sosial sepanjang tahun 2023. Hal tersebut menandakan bahwa masyarakat masih belum dapat melindungi diri dari paparan berita bohong yang diterima dari internet khususnya media sosial. 

“Setidaknya kita harus tau cara kerjanya platform media sosial, ada salah satu algoritma yang bernama filter bubble atau gelembung saring. Dia menyaring informasi agar kita betah ada di platform media sosial mereka. Caranya adalah dengan menyodorkan informasi yang kita suka dan membuang informasi yang tidak kita suka,” jelas Indriyatno. 

Indriyatno menambahkan, semua asupan yang diterima dari media sosial itu tergantung dari preferensi penggunanya. Oleh karena itu, masyarakat dianjurkan untuk tetap bersikap positif di media sosial agar terhindar dari konten negatif termasuk hoaks. 

“Tapi bagaimana caranya kita mengetahui informasi yang didapat itu hoaks atau tidak? Jawabannya kita harus memakai logika. Karena hoaks itu menyerang emosi seseorang terlebih dahulu, makanya kita harus selalu berpikir kritis ketika menerima informasi,” imbuhnya. 

Hoaks juga bisa berkembang biak seiring berjalannya waktu, Konten Kreator, Adhy Basto mengatakan bahwa untuk mencegah perkembangbiakan hoaks bisa dimulai dari menahan diri agar tidak terprovokasi oleh berita bohong tersebut. 

“Karena kadang hoaks datang bukan karena informasi dari orang lain, tapi kadang kita juga yang membuatnya sendiri tapi kita tidak sadar, siapa yang bisa menangkal hoaks itu? Ya diri kita sendiri,” jelas Adhy. 

Sesi Talkshow “Cerdas Memilih, Bijak Berkreasi” 

Kegiatan dilanjutkan dengan sesi talkshow yang diisi dengan diskusi bagaimana cara melakukan pemilihan secara cerdas dan menggunakan media digital dengan bijak. 

Sesi talkshow dibuka oleh tanggapan dari Kebijakan Publik Google Indonesia, Arianne Santoso yang menyampaikan bahwa proses pengambilan keputusan saat pemilu harus didasarkan oleh penggunaan data yang akurat dan valid. 

“Penyebaran berita bohong atau hoaks ini bisa mempengaruhi opini publik secara negatif. Dalam hal ini, Google membantu untuk memberikan informasi secara kredibel, yang harus ada data berbasis kebenaran. Jadi kami bekerjasama dengan KPU dan Bawaslu yang memiliki legitimasi dalam menentukan benar atau salahnya informasi seputar politik,” ucap Arianne. 

Tidak hanya bekerjasama dengan KPU dan Bawaslu, Google bersama University of Cambridge melakukan riset mengenai alasan mengapa seseorang terprovokasi hoaks dan menemukan adanya tiga metode yang dipakai untuk menyebarkan hoaks, yaitu dengan memancing emosi seseorang, merusak reputasi, dan memanipulasi gambar dan video. 

Pada kesempatan yang sama, publik figur, Aurelie Moeremans membagikan pengalamannya sebagai cara untuk membangun kesadaran masyarakat akan pentingnya pemilihan yang bijak dengan mengatakan bahwa jangan mudah terprovokasi ketika mendapatkan berita yang bombastis seputar pemilu di media sosial. 

“Jadi kalau ada berita di medsos yang bombastis banget nih kita harus cari tau dulu kebenarannya misalnya di Google atau di media yang terpercaya. Kita harus lebih kritis lagi, sebelum disebarkan harus dipastiin dulu bener apa engga. Fokus sama berita-berita valid aja,” ucap Aurelie. 

Ketua Bawaslu Sulawesi Selatan, Mardiana Rusli, menanggapi pandangan Aurelie mengenai pentingnya mengembangkan kreativitas dalam menggunakan media sosial sebagai sarana kampanye politik yang positif dan membangun. Mardiana mengatakan bahwa penggunaan media sosial dalam penyelenggaraan pemilu menjadi alat bantu tersendiri bagi KPU dan Bawaslu dalam melacak jejak digital para kandidat paslon. 

“Platform media sosial tidak hanya menjadi pendistribusian informasi, tetapi juga jadi alat kerja dari KPU dan Bawaslu. Alat kerja ini bisa menelusuri profil para paslon dengan men-tracking jejak digitalnya, jadi kita juga terbantu dalam memverifikasi untuk membuat keputusan apakah tindakan mereka misalnya dari aspek administrasi pernah digugat salah secara hukum atau tidak,” ujarnya. 

Sementara itu, Key Opinion Leader (KOL), Amanda Belina, mengajak pemilih muda untuk aktif dalam kegiatan politik sebagai upaya membangun pemilu yang damai. Memilih berdasarkan informasi yang akurat juga menjadi hal yang penting untuk dilakukan pemilih pemula saat pemilu nanti. 

“Kita sebagai generasi penerus bangsa, harus melakukan yang terbaik untuk bangsa. Karena satu suara dari kita semua akan menentukan gimana gambaran negeri ini kedepannya,” pungkas Amanda. 

Kegiatan Literasi Digital untuk Pemilu Damai Makassar merupakan salah satu upaya literasi digital untuk segmen masyarakat umum dalam rangkaian kegiatan program Indonesia Makin Cakap Digital yang diinisiasi oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika RI (Kemenkominfo). Program Indonesia Makin Cakap Digital bertujuan untuk memberikan literasi tentang teknologi digital kepada 50 juta masyarakat Indonesia hingga tahun 2024. 

Dummy

Komentar

Dummy

Berita Lainnya

 
Nasional
16/09/2026 20:31 WIB
10 Tahun BINUS @Bekasi: Raih Rekor MURI Tes Potensi Diri Pelajar Terbanyak, Perkuat Peran sebagai Business, Service, and Technology Campus
Pencapaian ini menjadi bagian dari perayaan satu dekade BINUS @Bekasi yang mengusung tema “Innovating Bekasi, Inspiring Indonesia” dan digelar pada 16 September 2026 di Multimedia Gallery BINUS @Bekasi.
 
Nasional
16/09/2026 19:06 WIB
5 Tahun Beroperasi, blu by BCA Digital Dongkrak Lonjakan Transaksi Gaya Hidup dan Pembayaran Global
Pertumbuhan ini digerakkan oleh porsi demografi anak muda yang sangat dominan, di mana 56% nasabah blu merupakan Gen Z dan 35% merupakan Milenial (total 91% digital natives). Laju akuisisi nasabah baru pun dipimpin oleh Gen Z dengan pertumbuhan 30% YoY, disusul Milenial sebesar 20%…
 
Nasional
15/09/2026 08:07 WIB
Telkom Solution Raih Penghargaan Business Impact & Industry Growth untuk Market B2B ICT di Indonesia
Penghargaan KGI tegaskan kontribusi Telkom Solution bagi transformasi digital di berbagai Industri.
 
Nasional
14/09/2026 22:02 WIB
Dorong Predictive Cyber Intelligence, MDI Ventures Sabet Indonesia Cyber Security Excellence Award 2026
Investasi strategis di CYFIRMA perluas kolaborasi solusi keamanan siber yang inovatif di Indonesia.
 
Nasional
13/09/2026 18:13 WIB
Sequis SHEPRENEUR Gelar SHElebration, Rayakan Semangat dan Perjalanan 60 Perempuan Wirausaha
SHElebration menjadi momentum untuk memberikan apresiasi kepada 60 perempuan wirausaha sekaligus merayakan pencapaian TOP 3 SHEPRENEUR 2026
 
Nasional
11/09/2026 17:59 WIB
TelkomGroup Dorong Gaya Hidup Berkelanjutan melalui Zero Plastic Movement
Sediakan fasilitas water refill station bagi karyawan dan perkuat kolaborasi komunitas hingga pelaku usaha.
 
Nasional
10/09/2026 21:55 WIB
Raih Golden Trophy dan The Most Committed GRC Leader 2026, Telkom Akses Perkuat Tata Kelola, Manajemen Risiko, Kepatuhan, dan ESG
Pertahankan predikat Bintang 5 tiga tahun berturut-turut, tegaskan komitmen GRC sebagai fondasi keberlanjutan bisnis.
Ad Placholder