RM
Senin, 28 November 2022 - 20:47 WIB

Roadshow Sukses, BTN Semakin Percaya Diri

Foto/Dok-BTN/ECONOMICZONE
Foto/Dok-BTN/ECONOMICZONE
Dummy

ECONOMIC ZONE - BANDUNG - PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) telah merampungkan roadshow ke investor institusi di sejumlah negara seperti Amerika Serikat, Eropa dan Singapura. Di berbagai forum investor, manajemen memaparkan rencana penerbitan saham baru melalui skema HMETD atau rights issue dan perkembangan terbaru bisnis perseroan. 

Wakil Direktur Utama BTN Nixon L.P Napitupulu menjelaskan investor antusias dengan berbagai inisiatif strategis BBTN dalam meningkatkan profitabilitas sekaligus mewujudkan visi besar menjadi mortgage digital bank terbesar di kawasan. 
“Berbagai pertanyaan yang mereka ajukan menunjukkan bahwa kami memang sudah lama tidak berdiskusi dan menyampaikan business updates ke investor global. Mereka cukup surprise dengan sejumlah perbaikan dan pencapaian BTN,” kata Nixon. 

Selama ini, Nixon menjelaskan, investor asing melihat masalah likuiditas, struktur biaya dana (cost of fund) dan rasio pembiayaan bermasalah (NPL) sebagai tantangan utama bank. Mereka terkejut bahwa transformasi yang dilakukan selama tiga tahun terakhir telah mengubah fundamental perseroan secara signifikan, sehingga BTN menjadi lebih kuat, lebih sehat dan tumbuh secara berkualitas.   

“Angka NPL berhasil kami tekan, porsi dana murah (CASA) semakin bertambah dan rasio intermediasi (loan to deposit ratio/LDR) konsisten berada di ambang batas yang ideal. Berbagai pencapaian itu tercermin pada pertumbuhan laba bersih,” kata Nixon. 

Bank spesialis kredit perumahan ini sukses membukukan laba bersih Rp2,28 trililun hingga akhir September 2022, melonjak 50,11% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya senilai Rp1,51 triliun. 

Sepanjang periode Januari-September 2022, BTN menyalurkan kredit Rp289,6 triliun meningkat 7,18% dari posisi yang sama tahun lalu. Fokus manajemen pada pertumbuhan kredit yang berkualitas berdampak positif ke NPL. “Sentralisasi proses kredit membuat NPL Gross pada kuartal III berada pada level 3,45%, lebih rendah dari sebelumnya di level 3,94%, Sedangkan NPL Nett sebesar 1,23%, turun dari posisi 1,50%,” kata Nixon. 

Dari sisi funding, manajemen berhasil mengumpulkan CASA hingga Rp143,59 triliun, tumbuh 18,7% dibandingkan akhir September 2021 sebesar Rp120,96 triliun. CASA berkontribusi 45% terhadap total DPK senilai Rp312,84 triliun. Kenaikan dana murah ini berhasil menekan biaya dana atau cost of fund pada akhir September 2022 menjadi 2,36% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar 3,28%. 

Nixon menjelaskan investor juga optimistis dengan prospek pembiayaan properti di tanah air sekalipun terdapat tantangan di inflasi, suku bunga dan daya beli. Optimisme muncul setelah diberikan pemahaman tentang bisnis model dan segmen pasar yang dilayani BTN. Investor mengapresiasi komitmen perseroan yang akan menggunakan seluruh dana hasil rights issue untuk meningkatkan penyaluran kredit.

“Angka backlog perumahan sebanyak 12 juta unit itu adalah peluang yang sangat menarik dan mayoritas diwakili oleh masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) yang selama ini menjadi target pasar BTN. Posisi kami sebagai tulang punggung pemerintah dalam program KPR bersubsidi meningkatkan keyakinan investor terhadap prospek pertumbuhan BTN ke depan,” kata Nixon. 

Kredit perumahan yang disalurkan BTN hingga akhir September 2022 mencapai Rp256,48 triliun. Dari jumlah tersebut, KPR Subsidi berkontribusi Rp140,97 triliun tumbuh 8,46% dibandingkan periode yang sama tahun lalu senilai Rp129,97 triliun. Sedangkan KPR Non Subsidi tumbuh 6,4% menjadi Rp87,11 triliun.

Setelah menuntaskan kunjungan ke investor institusi di sejumlah negara, BTN optimistis rights issue akan menuai apresiasi positif dari pelaku pasar. Atas dasar itu, manajemen akan menetapkan harga pelaksanaan (right) di kisaran premium namun tetap mempertimbangkan potensi cuan untuk investor. “Angka persisnya tunggu informasi resmi yang akan kami sampaikan di prospektus final. Kisi kisinya, kami akan memberikan diskon sekitar 15% - 20% dari harga saham atau PBV terakhir,” kata Nixon. 

Pada akhir pekan lalu, saham BBTN ditutup di level 1.525, mencerminkan PBV 0,76x. Artinya, 1x nilai buku BBTN berada di level 2.040. Analis menilai valuasi saham BTN kemurahan dan belum mencerminkan fundamentalnya. Maka itu, sejumlah sekuritas memberikan rekomendasi beli dengan target harga rata rata di atas 1.900.

Terakhir, RHB Sekuritas menyematkan buy BBTN dengan target harga 2.450, sementara Bahana Sekuritas menetapkan 1.950. Sebelumnya, BRI Danareksa dan MNC Sekuritas juga menyarankan beli dengan target harga di atas 2.200.    
Analis RHB Sekuritas Indonesia Ryan Santoso dan Andrey Wijaya mengatakan, masuknya dana segar baru dari pelaksanaan rights issue bakal mengerek capital adequacy ratio (CAR) BTN menjadi sekitar 19%-20%, dibandingkan catatan September 2022 sebesar 17,3%. 

“Kami memperkirakan masuknya dana segara baru tersebut akan memperkuat kemampuan perseroan untuk mendongkrak pertumbuhan kredit ke depan. Apalagi pemerintah merencanakan peningkatan pemberian subsidi pembelian rumah bagi 200 ribu unit tahun 2023, dibandingkan target tahun 2022 sekitar 168 ribu,” terangnya dalam riset.

RHB Sekuritas juga memberikan pandangan positif terhadap persetujuan penjualan aset-aset yang tidak produktif atau NPL secara bulk sales lewat skema aset swap atau tukar guling aset dengan surat berharga. Sebab, aksi ini diprediksi bisa membebaskan biaya provisi perseroan senilai Rp 700 miliar, menurunkan NPL berkisar 0,06%, dan LAR sebesar 0,18%. 

“Perseroan telah mendapatkan persetujuan untuk menjual aset senilai Rp 1,1 triliun dengan target transaksi tuntas pada kuartal terakhir tahun ini. Penjualan aset dengan cara bulksales lewat skema aset swap dengan surat berharga,” terangnya. 
Terkait pertumbuhan kredit BTN tahun ini, dia mengatakan, diproyeksikan mencapai angka 9%-10%. Target tersebut didasarkan pencapaian kredit perseroan yang tumbuh dengan baik sampai September 2022, yaitu pertumbuhan kredit pemilikan rumah (KPR) bersubsidi mencapai 8,5%. Begitu juga dengan KPR non subsidi melesat 20,4%.

Berbagai strategi tersebut mendorong RHB Sekuritas untuk mempertahankan rekomendasi beli saham BBTN dengan target harga Rp 2.450 per saham. Target tersebut juga merefleksikan kian pesatnya peningkatan laba bersih perseroan setelah rights issue dan penjualan aset tuntas tahun ini.

Dummy

Komentar

Dummy

Berita Lainnya

 
Bisnis
12 jam yang lalu
Deddy Corbuzier Mantap Investasikan Dananya untuk K3Mart
K3Mart berinovasi dengan menghadirkan Mie Instan Terlengkap di Indonesia "Ramen Heaven", dan Ramen DIY pertama di Indonesia dengan menawarkan pengalaman memasak mie insant ala korea sendiri.
 
Nasional
26/01/2023 19:05 WIB
Mudahkan Calon Jemaah Mendaftar Haji, Bank Muamalat Lakukan Digitalisasi
Direktur Bank Muamalat Wahyu Avianto mengatakan, pendaftaran porsi haji kini bisa dilakukan secara daring melalui Muamalat DIN tanpa harus datang ke kantor cabang. Bank Muamalat juga telah melakukan sinkronisasi dengan aplikasi Haji Pintar milik Kementerian Agama Republik Indonesia…
 
Nasional
26/01/2023 17:35 WIB
GAIKINDO JAKARTA AUTO WEEK 2023: LAUNCHING, LIFESTYLE, PROMO
GAIKINDO Jakarta Auto Week (GJAW) 2023 yang diprakarsai oleh Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (GAIKINDO) dengan dukungan dan arahan Kementerian Perindustrian akan kembali berlangsung pada 10-19 Maret 2023.
 
Nasional
26/01/2023 17:31 WIB
PKB, NasDem Bertemu Gerindra Bentuk Kualisi
NasDem tengah mengunjungi Sekber koalisi Gerindra dan PKB di Jakarta Pusat, Kamis (26/1). Padahal, NasDem siap berkoalisi dengan PKS dan Demokrat.Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera tak masalah dengan kunjungan NasDem tersebut. Mardani mengatakan tak ada yang salah dari silaturahmi antarpartai…
 
Nasional
25/01/2023 21:04 WIB
PT Jasa Armada Indonesia Tbk (IPCM) Luncurkan 3 Kapal Pandu Baru
PT Jasa Armada Indonesia Tbk (IDX: IPCM) hari ini meluncurkan tiga kapal pandu baru di Galangan Kapal PT Yasa Wahana Tirta Samudera (Group Samudera Indonesia) Semarang.
 
Nasional
25/01/2023 21:02 WIB
DUKUNG UMKM GO GLOBAL: PANDI REALISASIKAN PENINGKATAN 500% JUMLAH PENGGUNA DOMAIN BIZ.ID DI TAHUN 2022
Pengelola Nama Domain Internet Indonesia (PANDI) menggelar konferensi pers terkait kinerja nama domain .ID tahun 2022. Konferensi pers ini dilaksanakan pada Rabu (25/01/2022) di Hotel Grand Mercure, Gatot Subroto, Jakarta.
 
Nasional
24/01/2023 17:57 WIB
"Bersama Bercahaya" CIMB Niaga Syariah, Ajak Indonesia Perkuat Kolaborasi di Haya Fest 2023
Haya Festival (Haya Fest) kembali hadir menyapa masyarakat Indonesia. Setelah tiga kali diselenggarakan secara online sejak 2020, tahun ini kegiatan flagship dari Unit Usaha Syariah (UUS) PT Bank CIMB Niaga Tbk (CIMB Niaga Syariah) ini dikemas dalam format baru secara hybrid memadukan…
Telkomsel