Endang Muchtar
Jumat, 21 Oktober 2022 - 12:45 WIB

Mempercepat Regulasi Transisi Energi

Foto/EndangMuchtar/ECONOMICZONE
Foto/EndangMuchtar/ECONOMICZONE
Dummy

ECONOMIC ZONE - Transisi energi menuju kondisi net zero emission pada 2060 memerlukan regulasi yang dapat menjawab berbagai tantangan untuk mencapai pengurangan emisi di setiap tahapan. Untuk itu, pemerintah telah mengeluarkan Peraturan Presiden Nomor 112 Tahun 2022 tentang Percepatan Pengembangan Energi Terbarukan untuk Penyediaan tenaga Listrik. 

“Regulasi ini mengatur harga listrik dari energi terbarukan yang lebih menarik dari ketentuan sebelumnya,” kata Direktur Panas Bumi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Harris, dalam Tempo Energy Daya sesi II bertajuk Percepatan Regulasi Transisi Energi yang disiarkan secara langsung di Youtube Tempo Media, Rabu, 19 Oktober 2022.

Harga listrik dari energi terbarukan memang masih lebih tinggi dibandingkan energi fosil.  Namun, kata Harris, melalui Perpres 112 ini, seluruh stakeholder termasuk pegiat energi terbarukan telah merumuskan harga yang telah mempertimbangkan aspek perekonomian dan percepatan energi terbarukan. 

Selain memberikan aspek legal yang lebih kuat, perpres ini juga mengatur aspek transisi untuk mempercepat pengurangan pembangkit listrik tenaga uap atau berbahan batu bara. Pembangkit listrik yang ada kemudian berbasis energi baru terbarukan. 

Harris juga mengatakan, porsi 51 persen untuk energi baru terbarukan dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik 2021-2030 menjadi daya tarik bagi investor. “Sudah banyak badan usaha nasional dan dari luar badan usaha yang tadinya bergerak di migas dan batu bara, mencoba masuk ke energi baru terbarukan,” kata dia. 

Namun, Ketua Komite Energi Terbarukan DPN Apindo, Surya Darma, menyebutkan sektor energi akan berkompetisi dengan sektor lain dalam investasi energi baru terbarukan. “Tingkat pengembaliannya lebih lama dibanding sektor lain, misalnya energi fosil,” kata dia. 

Namun, menurut Surya Darma, perubahan ke energi baru terbarukan akan selalu dapat menjadi peluang bagi dunia usaha, apalagi dengan terbitnya Perpres Nomor 112 Tahun 2022. “Misalnya, diperlukan industri baterai atau industri-industri baru (untuk transisi energi) sehingga dunia usaha menyambut positif kondisi ini,” ujarnya. 

Dia mengingatkan komitmen pemerintah dalam implementasi energi baru terbarukan. “Dalam Perpres Nomor 112 disebutkan untuk tidak lagi membangun pembangkit listrik tenaga uap yang bersumber batu bara,” tuturnya. 
Namun, dalam Rancangan Undang-Undang Energi Baru Terbarukan, sejumlah turunan batu bara dimasukkan sebagai energi baru. “Jangan sampai menjadi kontradiksi,” kata Surya Darma. 

Ekonom Universitas Gadjah Mada, Fahmy Radhi, berpendapat Perpres Nomor 112 sudah komprehensif mengatur transisi energi menuju net zero emission. Namun, menurut dia, harga listrik dari energi baru terbarukan memang menjadi satu tantangan yang cukup sulit. 

Untuk itu, Fahmy menyarankan pemerintah agar dapat memberikan insentif fiskal atau bahkan subsidi harga, misalnya, untuk mobil listrik. Menurut dia melalui insentif dari pemerintah dapat mendorong percepatan implementasi energi baru terbarukan. “Tanpa ini, saya kira Perpres Nomor 112 tidak akan bisa diterapkan secara optimal,” ujarnya. 

Wakil Ketua Komisi Energi DPR, Eddy Soeparno, mengatakan masih banyak pekerjaan rumah yang harus dilakukan dalam transisi energi. Salah satunya dalam pelaksanaan regulasi energi baru terbarukan. 
“Kami sedang melakukan dialog dengan seluruh stakeholder untuk mencapai target yang sudah dicanangkan,” kata Eddy.

Dummy

Komentar

Dummy

Berita Lainnya

 
Nasional
18 menit yang lalu
Bantu Masyarakat Sekitar, Mirae Asset Gelar CSR Serentak di 5 Cabang
PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia menggelar kegiatan corporate social responsibility (CSR) di lima cabang atau Office Education (OE) untuk memberikan dampak positif masyarakat di setiap lokasi hadirnya perusahaan.
 
Nasional
30/11/2022 04:54 WIB
Gelar Wealth Wisdom 2022 "Mindfully Recover", PermataBank Berikan Inspirasi Esensi
PermataBank kembali menggelar acara Wealth Wisdom, acara wholistic wealth tahunan terbesar yang telah diselenggarakan secara konsisten untuk ke-8 kalinya. Dalam Wealth Wisdom 2022, PermataBank menghadirkan 15 seminar dan 4 workshops dengan lebih dari 35 pembicara inspiratif, yang…
 
Nasional
29/11/2022 17:06 WIB
Bank DKI Raih Tiga Penghargaan Sekaligus Dalam Top 20 Financial Institution Award 2022
Bank DKI kembali membuktikan kualitas dan eksistensinya, pasalnya Bank DKI berhasil meraih tiga kategori penghargaan sekaligus, yaitu Top 20 Financial Institution Kategori Aset Rp50T s.d
 
Nasional
27/11/2022 21:25 WIB
XLFL National Conference 2022 Mahasiswa Ciptakan Proyek AI - IoT Berbasis 5G
XL Axiata kembali menggelar National Conference. Sebanyak 138 mahasiswa awardee yang telah menyelesaikan program XL Axiata Future Leaders (XLFL) Batch 9 selama dua tahun penuh akan diwisuda. Mereka berasal dari 52 kampus yang berada di 6 provinsi, seperti Institut Teknologi Bandung…
 
Nasional
27/11/2022 21:16 WIB
Di Tengah Ketidakpastian Ekonomi Global, Sektor Properti Diyakini Tetap Tumbuh Positif
Optimisme ini didasari atas fakta masih tingginya backlog perumahan di Indonesia yang mencapai 12,7 juta unit berdasarkan data Badan Pusat Statistik pada tahun 2021. Backlog adalah kondisi kesenjangan antara jumlah rumah terbangun dengan jumlah rumah yang dibutuhkan rakyat. 
 
Nasional
23/11/2022 06:46 WIB
CIMB Niaga Raih Tiga Penghargaan pada ABF Corporate & Investment Banking Awards 2022
PT Bank CIMB Niaga Tbk (CIMB Niaga) kembali meraih tiga penghargaan bergengsi pada ajang Asian Banking and Finance (ABF) Corporate & Investment Banking Awards 2022.
 
Nasional
19/11/2022 20:03 WIB
GOTO Merumahkan Sebanyak 1.300 Karyawan
Salah satu investor GOTO, Anak usaha PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM) Telkomsel, menyampaikan pandangannya terkait aksi pemutusan hubungan kerja (PHK) 1.300 karyawan yang dilakukan PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk. (GOTO).
Telkomsel