Fery Pradolo
Kamis, 05 Februari 2026 - 11:53 WIB

Ketahanan Ekonomi Indonesia 2026 dan Peluang Investasi dengan Bank DBS Indonesia

Ketahanan Ekonomi Indonesia 2026 dan Peluang Investasi dengan Bank DBS Indonesia
Ketahanan Ekonomi Indonesia 2026 dan Peluang Investasi dengan Bank DBS Indonesia
Dummy

ECONOMIC ZONE - Bank DBS Indonesia menyelenggarakan acara bertema Unlocking Indonesia's Wealth Potential: Memahami Ketahanan Ekonomi Indonesia dan Peluang Investasi Masa Depan. Kegiatan ini mencerminkan komitmen bank untuk memberikan pandangan mendalam kepada nasabah prioritas DBS Treasures dan DBS Treasures Private Client, membantu mereka memahami berbagai risiko global serta peluang investasi yang ada, sehingga portofolio tetap kokoh dan seimbang di tengah kondisi pasar yang penuh tantangan.

Acara ini dihadiri oleh sejumlah pakar investasi terkemuka dari DBS, termasuk:  Chief Investment Officer DBS, Hou Wey Fook,Head of Research DBS Group Research untuk Indonesia, William Simadiputra dan Head of Segmentation, Liabilities, and Secured Lending PT Bank DBS Indonesia, Natalina Syabana  

Di tengah ketidakpastian fiskal dunia dan gejolak pasar, sejumlah sektor justru menunjukkan potensi pertumbuhan yang kuat. Sektor teknologi, khususnya yang terkait dengan kecerdasan buatan (AI) dan infrastruktur pendukungnya, menjadi salah satu penggerak utama di pasar global — terutama di Amerika Serikat. Investasi besar-besaran mengalir ke pusat data, perangkat keras, dan teknologi pendukung large language models (LLM). Namun, pasar juga mulai memperhatikan apakah laju pengeluaran modal ini masih sejalan dengan pertumbuhan pendapatan di masa depan.

Meski demikian, euforia berlebihan terhadap AI juga membawa risiko. Banyak analis memperingatkan kemungkinan terbentuknya gelembung AI jika ekspektasi pertumbuhan jauh melampaui fundamental bisnis. Oleh karena itu, pendekatan yang lebih bijaksana adalah memilih perusahaan yang benar-benar mampu memanfaatkan teknologi AI untuk meningkatkan efisiensi operasional dan nilai jangka panjang, bukan hanya berfokus pada pemain murni di ranah AI.

Prospek Regional dan Komoditas

Di level regional, Asia diperkirakan akan kembali menunjukkan momentum pertumbuhan yang solid seiring meredanya ketegangan perdagangan global. Kekuatan perdagangan antar-negara di kawasan serta kemampuan adaptasi yang tinggi menjadi pilar utama ketahanan ekonomi Asia.

Sementara itu, pasar komoditas diprediksi memasuki fase yang lebih positif menjelang 2026, didorong oleh harapan meredanya ketegangan dagang dan penurunan suku bunga global. Logam industri seperti tembaga dan rare earth elements dipandang memiliki posisi strategis karena perannya yang krusial dalam ekonomi modern. Di sisi lain, **emas** tetap menjadi aset safe-haven yang kuat, didukung oleh tekanan inflasi jangka panjang, ketidakpastian geopolitik, serta kebutuhan diversifikasi cadangan oleh bank sentral.

Di tengah gejolak global, Indonesia terus menunjukkan ketahanan ekonomi yang relatif baik. Permintaan domestik yang kuat menjadi tulang punggung pertumbuhan, sementara inflasi yang terkendali memberi ruang bagi Bank Indonesia untuk menjaga kebijakan moneter yang mendukung stabilitas. Konsolidasi fiskal yang konsisten juga memperkuat fondasi ekonomi dan menciptakan lingkungan investasi yang lebih kondusif.

Menurut William Simadiputra, Head of Research DBS Group Research Indonesia: “Sektor yang didorong oleh konsumsi domestik — seperti ritel modern dan e-commerce — masih menawarkan peluang menarik seiring dengan semakin meluasnya adopsi digital. Selain itu, pembangunan infrastruktur, terutama di bidang energi terbarukan, membuka prospek investasi jangka panjang yang selaras dengan agenda transisi energi nasional.”

Posisi strategis Indonesia di ASEAN dan upaya berkelanjutan pemerintah dalam reformasi regulasi, transformasi digital, serta pengembangan ekonomi hijau semakin memperluas pilihan investasi yang berkelanjutan.

 

Solusi Wealth Management dari DBS

DBS Indonesia terus memperkuat perannya sebagai mitra terpercaya dalam pengelolaan kekayaan. Melalui DBS Treasures dan DBS Treasures Private Client, nasabah mendapatkan akses langsung ke wawasan global dari tim Chief Investment Office DBS, dikombinasikan dengan strategi investasi yang disesuaikan dengan kebutuhan dan profil risiko masing-masing individu.

Layanan ini mencakup: Pemahaman mendalam terhadap tren pasar global dan domestik, akses ke berbagai kelas aset, termasuk alternative investments dan saham Asia (ex-Japan) dan solusi portofolio yang dirancang untuk menangkap peluang secara selektif sambil menjaga ketahanan terhadap volatilitas  

Bagi nasabah dengan kebutuhan lebih kompleks, DBS Treasures Private Client menawarkan pendampingan yang lebih personal dan canggih, termasuk melalui produk Kontrak Pengelolaan Dana (KPD) dengan dana minimal Rp5 miliar. Nasabah dapat merancang portofolio secara bespoke bersama Relationship Manager berpengalaman, Product Specialist, hingga Manajer Investasi pilihan.

Dummy

Komentar

Dummy

Berita Lainnya

 
Nasional
19 jam yang lalu
LIXIL Architectural Design Competition (LADC) 2026
LIXIL, perusahaan global pelopor solusi air dan hunian berkelanjutan, dengan bangga kembali menggelar LIXIL Architectural Design Competition (LADC) 2026
 
Nasional
22/05/2026 23:53 WIB
Wujudkan Semangat Berbagi di Hari Raya Iduladha, TelkomGroup Salurkan 910 Hewan Kurban untuk Masyarakat
Sinergi TelkomGro up hadirkan kebahagiaan Iduladha bagi lebih dari 60 ribu masyarakat di berbagai daerah Indonesia.
 
Nasional
22/05/2026 14:55 WIB
Indocement Tebar Dividen Rp 468 per Lembar Saham
Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP)
 
Nasional
22/05/2026 14:27 WIB
Kebijakan DHE Siap Berlaku, Presiden Prabowo Pastikan Ekspor Strategis Tetap Jalan
Selain itu, pemerintah juga menyiapkan pelaksanaan ekspor komoditas strategis seperti crude palm oil (CPO), batu bara, dan ferro alloy melalui PT Danantara Sumber Daya Indonesia.
 
Nasional
22/05/2026 11:23 WIB
Kemenprin Perkuat Produk IKM Siap Kuasai Pasar Modern
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menyampaikan, kerja sama tersebut menjadi bagian dari strategi pemerintah dalam memperkuat ekosistem industri nasional, khususnya bagi pelaku IKM agar semakin mampu bersaing di pasar domestik maupun global.
 
Nasional
22/05/2026 10:36 WIB
S&P kritisi skema ekspor Danantara, IHSG anjlok, sovereign rating dipertaruhkan
IHSG anjlok 3,54% ke 6.094 dipimpin saham tambang pasca-pengumuman Danantara oleh Prabowo, sementara rupiah tetap melemah ke Rp17.678/USD meski BI menaikkan suku bunga 50bps ke 5,25%.
 
Nasional
22/05/2026 10:07 WIB
Denny JA: Jika Berhasil, Prabowo Akan Dikenang sebagai Bapak Kemandirian Bangsa
Pernyataan itu disampaikan Denny JA dalam esainya yang dipublikasikan di Facebook Denny JA’s World dan kemudian beredar luas di berbagai WhatsApp Group.
Telkomsel