RM
Kamis, 08 September 2022 - 23:44 WIB

Erick Thohir: Harga Pertamax Bisa Turun sesuai Harga Minyak Mentah Dunia

Foto/Dok-PertaminaEP/ECONOMICZONE
Foto/Dok-PertaminaEP/ECONOMICZONE
Dummy

ECONOMIC ZONE - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengatakan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi seperti Pertamax berpeluang turun. Pasalnya, harga Pertamax ditentukan dengan mekanisme harga minyak mentah dunia. Apabila harga minyak dunia turun, maka Pertamax pun akan mengikuti mekanisme tersebut dengan menurunkan harga jual kepada masyarakat.

“Banyak juga yang bicara, nanti kalau harga minyak dunia turun seperti apa, ya pasti kita turun, cuma yang mesti diingat apa yang dilakukan pemerintah hari ini, itu mengurangi subsidi,” kata Menteri BUMN, Erick Thohir dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Kamis (8/9/22).

Menurutnya, BBM seperti Pertalite, Solar, dan Pertamax masih dalam subsidi. Jika minyak mentah dunia yang saat ini sebesar 95 dolar AS per barel turun menjadi 75 dolar AS per barel maka akan diikuti dengan harga jual Pertamax kepada masyarakat.

“Kalau nanti harga minyak dunia turun, Pertamax akan harga pasar, jadi bisa saja turun, tapi apakah Solar dan Pertalite itu nanti harga pasar, tidak bisa karena itu subsidi,” tambahnya.

Penyesuaian harga Pertamax dari Rp 12.500 per liter menjadi Rp 14.500 per liter merupakan upaya pemerintah dalam mengalihkan subsidi agar lebih tepat sasaran. Ia menyebut selama ini, meski sebagai BBM nonsubsidi, Pertamina tetap memberikan subsidi untuk Pertamax. Erick mengatakan harga Pertamax sejatinya masih berada di bawah harga keekonomian maupun harga yang ditawarkan kompetitor.

“Karena yang selalu diingatkan, yang kita, pemerintah lakukan hari ini bukan kenaikan harga, tapi pengurangan subsidi,” jelasnya.

Perbandingan harga BBM antarnegara tidak bisa hanya dilihat dari satu sisi saja. Status sebagai negara produsen BBM tentu akan berbeda dengan negara yang hanya mengimpor BBM dalam penentuan harga jual kepada masyarakat. “Nah ini kadang-kadang persepsi dari masyarakat dibanding-bandingkan, kenapa negara ini lebih murah, karena masih menghasilkan, mayoritas gitu, kalau kita sudah impor,” sambung dia.

Indonesia sejak sembilan tahun lalu sudah bukan lagi menjadi anggota negara pengekspor minyak atau OPEC. Alhasil, Indonesia masuk dalam kategori dengan yang mengimpor BBM sejak 2003. Pengurangan subsidi BBM akan diimbangi oleh perusahaan dengan menyesuaikan besaran gaji untuk para pekerja. Dia menilai penyesuaian gaji merupakan hal yang lumrah tatkala terjadi pengalihan subsidi BBM.

Untuk BUMN sendiri, dirinya meminta agar melakukan sejumlah program dalam menyeimbangkan perekonomian. Salah satunya lewat Makmur sebagai sebuah program dan ekosistem pertanian yang terintegrasi, dari hulu hingga ke hilir. Tak hanya itu, BUMN melalui holding perkebunan nusantara juga telah kerja sama sektor kopi dengan perusahaan Belanda.

“Kemarin tanda tangan untuk kopi, dari 7 ribu hektare sudah mulai ada pembelinya dari luar negeri, itu 100 persen swasta dari Belanda, total transaksinya lumayan meski belum besar tapi sudah mencapai 5,6 juta dolar AS,” ujarnya.

Sejumlah program tersebut sebagai wujud keseriusan BUMN dalam mendukung peningkatan UMKM. Dia terus mendorong peningkatan kualitas dan kuantitas para pelaku usaha lokal untuk mampu berbicara banyak di kancah internasional.

Berdasarkan riset, 70 persen anak muda Indonesia ingin menjadi pengusaha. Menurut Erick, hal ini menjadi sebuah fondasi besar bagi Indonesia untuk menjadi negara maju. “Makanya kita dorong BUMN memberikan pembiayaan dan pendampingnya, termasuk CSR pun sekarang hanya tiga: memberikan pendidikan, perbaikan lingkungan hidup dan pendampingan UMKM untuk digital marketing. Itu kita dorong supaya kita menjadi bangsa yang mandiri, jangan sekadar kita merdeka, tapi tidak berdaulat. Itulah kita harus membangun ekosistem ini,” tutupnya.

Dummy

Komentar

Dummy

Berita Lainnya

 
Nasional
15 jam yang lalu
Garuda Indonesia Operasikan Penerbangan Kemanusiaan ke Pakistan
Maskapai Garuda Indonesia mulai menerbangkan 1 (satu) armada A330-300 yang mengangkut lebih dari 32 ton bantuan dari pemerintah Indonesia untuk rakyat Pakistan, sebagai bentuk dukungan terhadap para korban terdampak bencana banjir di Pakistan.
 
Nasional
25/09/2022 10:27 WIB
Rayakan HUT ke-67, CIMB Niaga Wujudkan Indonesia Berdaya melalui Sustainability
Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-67 pada 26 September 2022 menjadi ajang bagi PT Bank CIMB Niaga Tbk (CIMB Niaga) untuk terus meningkatkan komitmen mewujudkan Indonesia Berdaya, termasuk dengan berperan aktif dalam mengimplementasikan sustainability.
 
Nasional
23/09/2022 05:34 WIB
Permata Bank Ubah Konsep Kantor Cabang Menghadirkan Inovasi Terkini dan Pengalaman Berbeda Bagi Nasabah
Menjawab kebutuhan nasabah dan perkembangan jaman yang kian berubah dengan pesat, PermataBank telah merancang ulang desain cabang-cabangnya dalam konsep Model Branch dan hari ini memperkenalkan PermataBank Cabang Pluit Kencana dengantampilan, desain, format dan kualitas layanan terkini.…
 
Nasional
23/09/2022 05:22 WIB
Konsisten Dorong Inovasi Digital, Youtube Mirae Asset Sekuritas Tembus 100.000 Subscribers
PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia menjadi perusahaan efek pertama diIndonesia yang memiliki kanal Youtube dengan 100.000 subscribers setelah konsisten mendorong inovasi digital terutama sejak 1 dekade terakhir.
 
Nasional
21/09/2022 15:47 WIB
CIMB Niaga Dorong Kolaborasi untuk Mitigasi Perubahan Iklim
PT Bank CIMB Niaga Tbk (CIMB Niaga) menyelenggarakan The Cooler Earth Sustainability Summit di Jakarta, Rabu (21/9/2022).
 
Nasional
19/09/2022 13:09 WIB
Mirae Asset Sekuritas Indonesia memprediksi pasca akuisisi Medco Energi Internasional ( MEDC IJ )
MEDC berhasil mencatatkan laba bersih 1H22 yang kuat sebesar USD270mn (+480,8% YoY) didorong oleh volume penjualan minyak dan gas yang lebih tinggi, ditambah dengan ASP yang lebih tinggi sebesar +67,7% YoY untuk penjualan minyak dan +30,8% untuk penjualan gas.
 
Nasional
19/09/2022 13:03 WIB
IHSG Berpeluang Tertekan
CONOMIC ZONE - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini Senin (19/9/2022), berpeluang tertekan seiring dengan melemahnya indeks global.
Telkomsel