Endang Muchtar
Rabu, 01 April 2026 - 17:15 WIB

Pertamina Merilis Kenaikan Harga Avtur Terbaru Sebesar 70% Untuk Domestik Periode April 2026

Foto/Endang Muchtar/ECONOMICZONE
Foto/Endang Muchtar/ECONOMICZONE
Dummy

ECONOMIC ZONE - Pertamina sebagai penyedia avtur penerbangan nasional merilis harga terbaru yang berlaku untuk 1—30 April 2026. Untuk domestik, harga avtur terpantau naik rata-rata 70%, sedangkan untuk internasional naik 80% (berbeda tiap bandara) dibanding harga Maret 2026.

Sebagai contoh, untuk di Bandara Soekarno-Hatta Tangerang (CGK), harga avtur domestik per tanggal 1—31 Maret 2026 adalah Rp13.656,51 per liter, sedangkan pada periode 1 – 30 April 2026 harganya naik menjadi Rp23.551,08 per liter.  Artinya, terdapat lonjakan hingga Rp9.894,57 per liter atau sekitar 72,45% secara bulanan (month-to-month/mtm). 

Ketua Umum INACA Denon Prawiraatmadja meminta agar penyesuaian harus segera dilakukan, mengingat kenaikan harga avtur yang sangat tinggi—sebagaimana perkiraan sebelumnya.

Bahkan, Denon menyoroti jika dibandingkan dengan harga avtur domestik rata-rata pada tahun 2019 (pada saat TBA mulai diberlakukan) yaitu Rp7.970,- maka kenaikannya mencapai 295%.

Sebelumnya, Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub Lukman F. Laisa menyampaikan bahwa pemerintah memahami dinamika yang dihadapi industri penerbangan nasional sebagai dampak dari perkembangan situasi geopolitik global yang berpengaruh terhadap kenaikan harga avtur, fluktuasi nilai tukar, serta biaya operasional maskapai.

Pemerintah membuka peluang penyesuaian TBA maupun fuel surcharge—sebagaimana permintaan maskapai nasional.

Namun, dirinya perlu mendiskusikan hal tersebut dengan seluruh operator penerbangan, Pertamina, MRO, dan kementerian terkait lainnya usai harga avtur terbaru dirilis.  

Meski demikian, pemerintah mempertimbangkan berbagai aspek, mulai dari kondisi keekonomian maskapai, daya beli masyarakat, keberlanjutan industri penerbangan, serta aspek keselamatan, keamanan, dan pelayanan. “Kita akan diskusi sebelum diputuskan perubahan TBA dan FS tersebut dan juga mempertimbangkan kondisi perekonomian dan tentunya daya beli masyarakat,” ujar Lukman, Minggu (29/3/2026). 

Harga avtur mengalami kenaikan rata-rata sekitar 70% untuk periode April 2026, dibandingkan dengan Maret 2026. Sejalan dengan kenaikan tersebut,

Asosiasi Maskapai Penerbangan Nasional Indonesia (INACA) mendesak pemerintah segera merealisasikan kenaikan biaya tambahan bahan bakar (fuel surcharge) avtur dan tarif batas atas (TBA) penerbangan domestik.

Pasalnya, harga avtur memengaruhi sekitar 40% biaya yang dikeluarkan maskapai penerbangan. “Oleh karena itu, kami mendesak pemerintah untuk segera melakukan penyesuaian kenaikan fuel surcharge avtur dan TBA penerbangan domestik,” ujarnya dalam keterangan resmi, Rabu (1/4/2026). 

Denon menekankan, bahwa penyesuaian fuel surcharge dan TBA perlu segera diberlakukan agar maskapai penerbangan dapat tetap beroperasi dengan tetap menjaga keselamatan penerbangan (safety insurance), serta menjaga finansial maskapai agar tetap bisa beroperasi (business sustainability) dan menyediakan konektivitas transportasi udara nasional. 

Sebelumnya, INACA meminta kenaikan fuel surcharge dan TBA masing-masing sebesar 15%. Namun, mengingat kenaikan fuel yang lebih tinggi dari perkiraan, INACA meminta kenaikan fuel surcharge dan TBA disesuaikan lagi dengan tingkat kenaikan harga avtur saat ini.

 

Dummy

Komentar

Dummy

Berita Lainnya

 
Nasional
13 jam yang lalu
BINUS University Luncurkan Program Doktor Akuntansi, Siapkan Pemimpin Riset dan Transformasi Bisnis di Era AI
BINUS University meluncurkan program doktor terbaru, Doctor of Accounting Science (DAS), sebagai wujud komitmen dalam menghadirkan pendidikan berkelas dunia
 
Industri
08/04/2026 13:11 WIB
Kabar Baik, Daikin Resmi Perpanjang Masa Garansi AC hingga 5 Tahun
Daikin Indonesia resmi memperpanjang masa garansi AC Nusantara Prestige hingga 5 tahun untuk kompresor dan spare part, serta AC SkyAir. Berlaku mulai 1 April 2026 untuk pembelian sejak Januari 2026.
 
Nasional
07/04/2026 21:38 WIB
Bank Mandiri Taspen dan ASABRI Berikan Santunan Risiko Kematian Khusus (SRKK) Kepada Keluarga Mayor Inf. Anumerta Zulmi Aditya Iskandar
Direktur Utama PT Bank Mandiri Taspen, Panji Irawan, menyerahkan secara simbolis Santunan Risiko Kematian Khusus (SRKK) kepada keluarga Mayor Inf. Anumerta Zulmi Aditya Iskandar, anggota Satgas Yonmek TNI Konga XXIII-S UNIFIL Lebanon.
 
Nasional
06/04/2026 16:13 WIB
Tumbuh Setiap Aspeknya, Krom Bank Catatkan Kinerja Positif Sepanjang Tahun 2025
Krom Bank, memperkuat posisinya sebagai bank digital tepercaya di Indonesia yang berhasil membukukan Aset sebesar Rp12,21 triliun year-on-year (Y-o-Y) naik signifikan 84% atau hampir dua kali lipat dibanding tahun 2024 sebesar Rp6,65 triliun yang didorong oleh pertumbuhan penyaluran…
 
Nasional
03/04/2026 21:54 WIB
Taspen dan Bank Mandiri Taspen Tingkatkan Kualitas Hunian Masyarakat
Program bantuan sosial berupa bedah rumah kembali digelar oleh PT TASPEN (Persero) bersama Bank Mandiri Taspen (Bank Mantap)
 
Nasional
03/04/2026 10:51 WIB
Bahana Sekuritas Gandeng Eastspring Indonesia, Hadirkan 7 Produk Reksa Dana Unggulan
PT Bahana Sekuritas secara resmi menjalin kerja sama strategis dengan PT Eastspring Investments Indonesia melalui acara Partnership Ceremony with Eastspring Indonesia yang digelar di kantor Eastspring Indonesia, Jakarta, baru-baru ini. Kolaborasi ini menjadi langkah konkret Bahana…
 
Nasional
02/04/2026 09:22 WIB
Penjualan Turun, Laba Tahun Berjalan Indocement Meningkat 12 Persen
PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) mencatatkan penurunan volume penjualan sepanjang 2025
Telkomsel