Endang Muchtar
Selasa, 31 Maret 2026 - 18:15 WIB

Isu Kenaikah Harga BBM Merebak di Ibukota

Foto/dok. ESDMECONOMICZONE
Foto/dok. ESDMECONOMICZONE
Dummy

ECONOMIC ZONE - Isu kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) per 1 April 2026 kembali mencuat di tengah masyarakat. Kabar yang beredar menyebutkan adanya potensi kenaikan hingga 10%, terutama untuk jenis BBM nonsubsidi, seiring dengan meningkatnya harga minyak dunia dalam beberapa waktu terakhir.

Meski demikian, hingga kini belum ada pengumuman resmi dari PT Pertamina (Persero) terkait perubahan harga tersebut.

Pemerintah juga meminta masyarakat untuk tidak berspekulasi dan menunggu informasi resmi dari kanal yang dapat dipertanggungjawabkan.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menjelaskan bahwa pada dasarnya harga BBM nonsubsidi memang mengikuti mekanisme pasar global. Hal ini telah diatur dalam regulasi pemerintah yang mengacu pada pergerakan harga energi dunia.

“Mekanisme penentuan harga bahan bakar minyak nonsubsidi pada dasarnya telah diatur dalam regulasi pemerintah dan mengikuti pergerakan harga energi di pasar global,” ujar Bahlil, dalam keterangan resminya kepada awak media, dikutip Selasa (31/3).

Ia juga menambahkan bahwa dalam aturan yang berlaku terdapat dua formulasi harga BBM, yaitu untuk sektor industri dan nonindustri. BBM industri sepenuhnya mengikuti harga pasar tanpa intervensi pemerintah, sementara BBM nonindustri masih mempertimbangkan aspek kebijakan.

Di sisi lain, pemerintah tetap menempatkan BBM subsidi sebagai prioritas untuk melindungi daya beli masyarakat. Kebijakan terkait subsidi, menurut Bahlil, sepenuhnya berada di tangan Presiden dan akan mempertimbangkan kondisi ekonomi nasional.

Sementara itu, Vice President Corporate Communication Pertamina, Muhammad Baron, menegaskan bahwa hingga saat ini belum ada keputusan resmi terkait harga BBM per 1 April.

“Hingga saat ini belum ada pengumuman resmi mengenai harga per 1 April 2026,” kata Baron.

Dengan kondisi tersebut, masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan tidak terpengaruh informasi yang belum terverifikasi. Meski tekanan global terhadap harga energi masih tinggi, keputusan kenaikan BBM di dalam negeri tetap mempertimbangkan berbagai faktor, termasuk stabilitas ekonomi dan daya beli masyarakat.

Dummy

Komentar

Dummy

Berita Lainnya

 
Nasional
29/05/2026 17:52 WIB
Terima PERDISKI, Wapres Dorong Pendidik Jadi Garda Terdepan Wujudkan SDM Unggul
Langkah ini sejalan dengan komitmen Presiden Prabowo Subianto dalam memperkuat pembangunan SDM unggul melalui sektor pendidikan dan penguatan karakter bangsa.
 
Nasional
29/05/2026 07:13 WIB
Tebar Keberkahan Idul Adha, Bank BSN Salurkan Ratusan Hewan Kurban
PT Bank Syariah Nasional (Bank BSN) dalam pelaksanaan kegiatan Hari Raya Idul Adha 1447 H menyalurkan sebanyak 245 hewan kurban
 
Nasional
27/05/2026 17:37 WIB
Sebanyak 1.152 SPPG Masih Disetop Sementara dari total 4.581
BGN menyebutkan, dari total 4.581 SPPG yang sempat dihentikan sementara, sebanyak 3.429 SPPG telah menyelesaikan proses perbaikan dan kini kembali beroperasi dengan kualitas layanan yang lebih baik.
 
Nasional
27/05/2026 17:13 WIB
Pemerintah Akan Ambil Alih Hotel Sultan Milik Indobuildco pada 18 Juni mendatang
Langkah tersebut ditegaskan sebagai bentuk kepastian hukum sekaligus upaya menjaga ketertiban agar pelaksanaan eksekusi tidak memicu persoalan baru.
 
Nasional
26/05/2026 20:26 WIB
Kemenpar Kembangkan Sistem API Bersama OTA Perkuat Tata Kelola Akomodasi Pariwisata
Menpar Widiyanti menargetkan sistem API dapat diluncurkan pada Juni 2027 mendatang.
 
Nasional
26/05/2026 19:44 WIB
Menko Airlangga: Pemerintah Lanjutkan Kebijakan WFH dan Siapkan Stimulus Semester II 2026
Pada kesempatan tersebut, juga membahas sejumlah stimulus yang akan disiapkan untuk triwulan II dan semester II tahun 2026.
 
Nasional
26/05/2026 18:37 WIB
Telkomsel Gardeng TVRI Siap Amankan Live Streaming Piala Dunia 2026 Tanpa Buffering
Sinergi ini menyatukan dua kekuatan besar: Telkomsel sebagai operator dengan basis pelanggan dan jangkauan sinyal seluler terluas, serta TVRI yang saat ini cakupan siaran digitalnya telah menyentuh 75% populasi masyarakat Indonesia.
Telkomsel