RM
Kamis, 09 September 2021 - 13:40 WIB

Semester I/2021, Kalbe Farma Catatkan Laba Bersih Rp1.497 miliar

Foto/Dok-KalbeFarma/ECONOMICZONE
Foto/Dok-KalbeFarma/ECONOMICZONE
Dummy

ECONOMIC ZONE - PT Kalbe Farma Tbk mencatatkan laba bersih mencapai Rp1.497 miliar di semester pertama di tahun 2021, naik 7,9% dibandingkan Rp1.388 miliar di periode yang sama tahun 2020. Kegiatan bisnis yang menyokong ekonomi dirasakan mulai membaik dalam beberapa bulan terakhir, dan pemerintah memproyeksikan pertumbuhan ekonomi di semester 1 tahun 2021 adalah sebesar 3,1% – 3,3%, dibandingkan mengalami kontraksi di kuartal pertama tahun 2021. Untuk menjaga pertumbuhan penjualan, Perseroan berusaha melakukan inovasi melalui penyediaan layanan dan produk yang lebih terjangkau yang dibutuhkan oleh masyarakat Indonesia.

“Perseroan beradaptasi dengan mengeluarkan produk kesehatan (seperti herbal, suplemen, vitamin dan obat obatan), produk nutrisi yang lebih terjangkau dan layanan test serta diagnostik yang berhubungan dengan pandemi Covid-19. Perseroan juga menggabungkan strategi pengelolaan portofolio produk, mengelola efektivitas kegiatan penjualan dan pemasaran, melakukan transformasi pemanfaatan teknologi digital, serta memonitor biaya-biaya operasional lainnya untuk mempertahankan tingkat laba bersih,” kata Direktur PT Kalbe Farma, Bernadus Winata di Jakarta, ditulis Kamis (9/9).

Selain itu, Perseroan terus menerapkan protokol kesehatan dengan ketat untuk internal maupun eksternal serta melakukan edukasi kepada pasar melalui berbagai saluran komunikasi. Penjualan bersih Perseroan mencapai Rp12.370 miliar, tumbuh sebesar 6,6 persen dibandingkan dengan semester pertama tahun 2020. Peningkatan penjualan didukung oleh Divisi Distribusi & Logistik meraih peningkatan penjualan bersih sebesar 15,6 persen dari Rp3.755 milyar menjadi Rp4.339 milyar, serta menyumbang 35,1 persen terhadap total penjualan bersih Perseroan.

Divisi Obat Resep Perseroan membukukan peningkatan penjualan sebesar 5.4% dari Rp2.565 milyar menjadi Rp 2.703 milyar, serta menyumbang 21,9% dari total penjualan bersih Perseroan. Divisi Produk Kesehatan meraih peningkatan penjualan sebesar 3,1% menjadi Rp 2.001 milyar dengan kontribusi sebesar 16,2% terhadap total penjualan bersih Perseroan. Penjualan bersih Divisi Nutrisi tercatat sebesar Rp 3.327 milyar di semester pertama tahun 2021, mengalami penurunan penjualan sebesar 0,5% dari pencapaian di tahun sebelumnya dan menyumbang 26,9% dari total penjualan bersih Kalbe di semester pertama tahun 2021.

“Laba usaha meningkat 7,3 persen menjadi Rp1.840 miliar di semester pertama tahun 2021. Rasio laba usaha terhadap penjualan naik menjadi 14,9 persen dari 14,8 persen untuk periode yang sama pada tahun sebelumnya. Laba sebelum pajak penghasilan pada semester pertama tahun 2021 sebesar Rp1.928 milyar bertumbuh sebesar 6,6 persen dengan margin laba sebelum pajak penghasilan mencapai 15,6 persen, stabil dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya,” tambahnya.

Laba bersih pemilik entitas induk mencapai Rp1.497 miliar, naik 7,9 persen dibandingkan Rp1.388 miliar di periode yang sama di tahun sebelumnya. Pertumbuhan laba bersih yang lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan penjualan bersih terutama disebabkan oleh peningkatan efisiensi di biaya operasional yang lebih rendah.

Melihat kondisi ekonomi yang mulai membaik, Perseroan merevisi target pertumbuhan penjualan bersih tahun 2021 menjadi sebesar 7%-10% dengan proyeksi pertumbuhan laba bersih sekitar 7%-10%. Perseroan juga mempertahankan anggaran belanja modal sebesar Rp1,0 triliun yang akan digunakan untuk perluasan kapasitas produksi dan distribusi. Rasio pembagian dividen dipertahankan pada rasio 45%-55%, dengan memperhatikan ketersediaan dana dan kebutuhan pendanaan internal.

Perseroan juga melakukan inovasi melalui PT Kalbe Genexine Biologics dengan melakukan kolaborasi riset dan uji klinis dengan pihak ketiga untuk produk Novel di beberapa negara di Asia Tenggara, Australia dan Timur Tengah. Selain itu, Perseroan juga telah mendapatkan ijin dari Kementerian Kesehatan dan BPOM untuk melakukan uji klinis fase 2B/3 vaksin Covid-19 – GX-19N.

Dummy

Komentar

Dummy

Berita Lainnya

 
Nasional
16 jam yang lalu
Biaya Material Bangunan Melonjak Pasokan Rumah Subsidi Berpotensi Terancam
Kenaikan harga besi, baja, dan bahan bakar minyak (BBM) mendorong pengembang menyuarakan usulan agar pemerintah mengerek harga rumah subsidi yang dinilai sudah tidak relevan.
 
Nasional
17 jam yang lalu
Antisipasi Inflasi Tahunan Capai 0,28% pada Mei 2026
Tekanan inflasi yang tercatat dalam Indeks Harga Konsumen (IHK) pada bulan itu tercatat lebih tinggi dibanding kondisi April 2026 yang mengalami inflasi 0,13% mtm.
 
Nasional
17 jam yang lalu
Realisasi Lifting Minyak Baru Sentuh 576 Ribu Barel per 31 Mei 2026 Jauh dari Target APBN
Untuk mencapai target 610 ribu minyak barel per hari pada 2026, SKK Migas mendorong, strategi Triple 100 dan Filling The Gap.
 
Industri
31/05/2026 18:47 WIB
Satu Tahun Nusantara Prestige, DAIKIN Apresiasi Teknisi lewat Insentif Khusus
Memasuki satu tahun AC Nusantara Prestige, DAIKIN beri insentif Rp50-100 ribu per instalasi. Gandeng 9 asosiasi teknisi nasional-daerah.
 
Nasional
30/05/2026 19:12 WIB
TransTRACK Dukung DSRT Raih Juara di Kejurnas Jembrana Time Rally 2026
Prestasi tersebut diraih oleh tim yang diperkuat Rifki Darmawan Haryanto sebagai driver, Muhamad Nur Faiz sebagai navigator, serta Mochammad Fadillah Putra sebagai passenger.
 
Nasional
30/05/2026 16:03 WIB
BP BUMN Rombak Direksi Management Danareksa Guna Perkuat Transformasi Bisnis
Perubahan besar dalam jajaran kepemimpinan perusahaan di Jakarta untuk memperkuat transformasi serta sinergi antarunit bisnis.
 
Nasional
29/05/2026 19:14 WIB
Denny JA: Macron dan Pabowo, Dua Pemain Geopolitik yang Hebat
Bagi Denny JA, hubungan Indonesia-Prancis hari ini lebih dari sekadar kontrak ekonomi atau diplomasi biasa.
Telkomsel