ECONOMIC ZONE - Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberikan arahan untuk mempercepat penanganan banjir bandang dan tanah longsor di Provinsi Nusa Tenggara Timur(NTT) dan Nusa Tenggara Barat(NTB).
Pertama, Jokowi menginstrusikan untuk mempercepat operasi pencarian, evakuasi, dan penyelamatan korban yang belum ditemukan.
"Saya minta Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Kepala Basarnas, dibantu dengan Panglima TNI dan Kapolri dengan seluruh jajarannya untuk menjangkau lebih banyak wilayah yang terisolir dan berbagai gugus pulau di NTT, di Pulau Alor, Pulau Pantar, dan pulau-pulau lainnya untuk melancarkan proses evakuasi, pencarian, dan penyelamatan korban,” ujar Jokowi, saat Rapat Terbatas(Ratas), di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (7/4/2021).
Presiden juga memerintahkan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) untuk membantu mengerahkan alat-alat berat dari berbagai tempat, guna membuka akses medan yang sulit di tembus.
“Saya juga minta agar dipercepat pembukaan akses melalui darat, laut maupun udara,” lanjut Jokowi.
Kedua, Presiden minta Kementerian Kesehatan (Kemenkes) untuk memastikan pelayanan kesehatan dan penanganan korban yang memerlukan pertolongan medis.
"Perbanyak tempat-tempat pelayanan kesehatan di lapangan, juga mempersiapkan rumah sakit untuk menangani para korban, serta memastikan ketersediaan tenaga medis dan obat-obatannya,” kata Jokowi.
Ketiga, orang nomor satu di Indonesia tersebut juga memerintahkan agar, kebutuhan dasar dan logistik bagi para pengungsi bisa segera dipenuhi. Ia ingin pihak-pihak terkait mencari cara yang efektif agar bantuan-bantuan bisa segera sampai kepada pengungsi.
"Saya harap BNPB dan Pemerintah Daerah (Pemda) segera memenuhi bantuan kebutuhan dasar logistik, tenda, dapur umum, air bersih dan MCK (Mandi-Cuci-Kakus) kepada para pengungsi," lanjutnya.
Keempat, Kepala Negara memerintahkan percepatan perbaikan infrastruktur penunjang yang rusak akibat bencana tersebut.
“Percepat perbaikan infrastruktur yang rusak, saya melihat ada beberapa jembatan yang roboh, akses jalan juga. Segera pulihkan jaringan listrik, jaringan telekomunikasi, jaringan internet, juga distribusi logistik dan BBM, sehingga ini bantuan dapat segera tersalurkan ke masyarakat yang menjadi korban bencana,” pungkas Jokowi.
Yang terakhir, Presiden meminta jajarannya untuk mengantisipasi potensi bencana yang dapat terjadi akibat cuaca sangat ekstrem yang melanda berbagai kawasan di Indonesia.
Jokowi juga meminta Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika(BMKG) untuk menggencarkan peringatan cuaca ekstrem yang sedang melanda, akibat Siklon Tropis Seroja yang ada saat ini.
"Pastikan seluruh kepala daerah dan masyarakat harus tahu perkiraan cuaca dan iklim yang dikeluarkan oleh BMK. Sehingga masyarakat bisa meningkatkan kewaspadaannya untuk menghadapi ancaman risiko, baik itu angin kencang, bahaya banjir, banjir bandang, dan tanah longsor,” tutup Presiden Joko Widodo.
Komentar