MA
Rabu, 24 Februari 2021 - 14:48 WIB

Prodia Hadirkan Pemeriksaan Anti SARS-CoV-2 Kuantitatif untuk Pantau Respons Imun Tubuh Terhadap Virus Penyebab COVID-19

Foto/Dawi F/Economiczone
Foto/Dawi F/Economiczone
Dummy

ECONOMIC ZONE - Pemeriksaan Anti-SARS-CoV-2 Kuantitatif merupakan pemeriksaan yang dapat mengukur titer antibodi atau antibodi penetral dalam tubuh seseorang terhadap virus penyebab COVID-19. Pemeriksaan ini mampu mengevaluasi respons imun seseorang terhadap virus SARS-CoV-2 sehingga memungkinkan dokter menilai perubahan relatif respons imun terhadap virus dari waktu ke waktu.

Direktur Utama Prodia, Dewi Muliaty, mengatakan, ”Sejalan dengan komitmen kami untuk terus berkontribusi terhadap penanganan COVID-19 di Indonesia, kami terus berupaya menyediakan pemeriksaan kesehatan yang dibutuhkan oleh masyarakat pada masa pandemi ini, salah satunya adalah pemeriksaan Anti SARS-CoV-2 Kuantitatif (Spike-Receptor Binding Domain/Spike-RBD) pada saat memasuki tahun vaksinasi COVID-19. Dengan adanya pemeriksaan ini, seseorang dapat mengetahui dan memeriksa titer antibodi terhadap virus penyebab COVID-19,”ujar Dewi di Jakarta (29/1).

Titer antibodi yang diperiksa dalam pemeriksaan Anti SARS-CoV-2 Kuantitatif ini adalah antibodi terhadap protein khusus dari virus penyebab COVID-19, yaitu protein spike-RBD (Spike-Receptor Binding Domain). Antibodi tersebut dapat terbentuk tidak hanya oleh vaksinasi, tetapi infeksi alami yang juga memicu tubuh membentuk antibodi. Oleh karena itu, selain bermafaat untuk menilai efektivitas bagi pasien pasca vaksinasi COVID-19, pemeriksaan ini juga bermanfaat untuk pemantauan pada seseorang yang pernah didiagnosis COVID-19 dan juga sebagai screening sebelum terapi plasma konvalesen untuk melihat seberapa besar titer antibodi yang dimiliki pendonor.

Lalu, apa bedanya dengan pemeriksaan Anti SARS-CoV-2 Kualitatif atau yang lebih dikenal dengan

serology test COVID-19? Perbedaannya terletak pada target protein yang digunakan. Anti SARS-CoV-2 Kualitatif atau serology test COVID-19 mendeteksi antibodi terhadap protein Nucleocapsid (N), sedangkan pemeriksaan Anti SARS-CoV-2 Kuantitatif mendeteksi antibodi terhadap protein Spike- RBD. Antibodi terhadap protein Spike-RBD ini lah yang diketahui memiliki daya netralisasi terhadap

virus SARS-CoV-2 penyebab COVID-19.

Dengan terbentuknya antibodi terhadap protein Spike-RBD pada seseorang, maka apabila ada virus SARS-CoV-2 masuk, antibodi penetral ini akan melakukan blocking terhadap masuknya virus, sehingga virus tidak dapat menginfeksi sel dan memperbanyak diri. Untuk itu, disamping menjalankan protokol kesehatan secara ketat, penting untuk secara berkala melakukan pemantauan jumlah titer antibodi atau antibodi penetral dalam tubuh terhadap virus penyebab COVID-19 untuk meminimalisir paparan virus, dengan melakukan pemeriksaan Anti-SARS-CoV-2 Kuantitatif.

Perkembangan antibodi yang dapat dideteksi umumnya terjadi pada hari ke-14, namun tidak menutup kemungkinan pada beberapa orang memerlukan waktu lebih lama hingga 28 hari. Oleh karena itu, Pemeriksaan ini umumnya dilakukan 14 hari setelah dosis vaksin terakhir diberikan untuk melihat respon imun, lalu secara berkala dapat dilakukan setiap 3-6 bulan sekali. Untuk para penyintas COVID-19, pemeriksaan ini juga dapat dilakukan secara berkala pada 3-6 bulan sekali. Terakhir, untuk pendonor

plasma konvalesen, pemeriksaan ini dapat dilakukan sebelum memberikan donor. Titer antibodi atau antibodi penetral ini diharapkan dapat bertahan selama 1 tahun dalam tubuh, namun seperti yang ditunjukkan oleh berbagai studi, lama bertahannya antibodi terhadap SARS-CoV-2 dalam tubuh berbeda-beda sehingga disarankan dilakukan pemeriksaan anti SARS-CoV-2 kuantitatif pada bulan pertama sejak dosis vaksin terakhir dan secara berkala. Jika Anda ingin melakukan pemeriksaan Anti-SARS-CoV-2 Kuantitatif ini, Anda dpaat melakukannya di seluruh cabang Laboratorium Klinik Prodia di Indonesia sejak tanggal 25 Januari 2021. Untuk informasi lebih lanjut terkait pemeriksaan ini, silakan hubungi Kontak Prodia 1500 830 atau kunjungi www.prodia.co.id.

TAGS
  1. Prodia
Dummy

Komentar

Dummy

Berita Lainnya

 
Nasional
9 jam yang lalu
XLSMART Berhasil Raih Kinerja Solid Semester I 2026 Sinergi dan Ekspansi 5G Perkuat Profitabilitas serta Fondasi Pertumbuhan Berkelanjutan
Di semester pertama 2026, XLSMART mencatatkan total pendapatan sebesar Rp 24,03 triliun, tumbuh 26% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya (YoY). EBITDA yang dinormalisasi (Normalized EBITDA) tercatat sebesar Rp 11,05 triliun, tumbuh 19% YoY, dengan normalized EBITDA margin…
 
Nasional
11/08/2026 20:46 WIB
Kemenko Polkam, BSSN, dan Telkom Perkuat Kolaborasi Nasional Hadapi Ancaman Era Komputasi Kuantum
Penyusunan peta jalan nasional menjadi langkah awal memperkuat ketahanan siber Indonesia di era pasca-kuantum
 
Nasional
11/08/2026 17:33 WIB
Dukung Penanganan Pengolahan Sampah di Jakarta, Bank Jakarta Siap Bangun Biodigester Komunal Sampah Organik di Rusunawa Rorotan dan Rawa Badak Jakarta Utara
Bank Jakarta melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) berencana untuk membangun biodigester komunal berbasis sampah organik
 
Nasional
11/08/2026 17:29 WIB
bankjakarta.co.id Jadi Wajah Digital Baru Bank Jakarta, Lebih Modern dan Dekat dengan Nasabah
Bank Jakarta memperkenalkan wajah digital barunya melalui laman resmi bankjakarta.co.id. Transformasi digital, transformasi
 
Nasional
11/08/2026 12:50 WIB
Dukung UMKM Naik Kelas, Menko Airlangga Dorong Peningkatan Pembiayaan UMKM dan Akselerasi Digitalisasi
Langkah tersebut penting untuk mengisi kesenjangan pembiayaan bagi pelaku UMKM yang memiliki potensi untuk berkembang dan naik kelas.
 
Nasional
10/08/2026 20:00 WIB
BNI Catat Fundamental Bisnis Kokoh di Bawah Danantara, Ditopang Pertumbuhan Kredit dan Kualitas Aset
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI mencatatkan kinerja fundamental yang solid hingga semester I 2026
 
Nasional
10/08/2026 17:19 WIB
Telkom Rampungkan Spin-Off InfraCo Tahap 2, InfraNexia Jadi Pilar Utama Bisnis Wholesale Connectivity
Pengalihan aset dan bisnis dengan total Rp85,7 triliun memperkuat InfraNexia dalam mengembangkan lebih dari 90% aset jaringan Telkom
Ad Placholder