Aldhi Chandra
Senin, 30 November 2020 - 17:34 WIB

BPKP Dorong Pimpinan APIP Profesional Nahkodai Pencegahan Korupsi

Foto/Dawi F/Economiczone
Foto/Dawi F/Economiczone
Dummy

ECONOMIC ZONE - Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) konsisten untuk terus meningkatkan kapabilitas dan kompetensi pimpinan APIP (Aparat Pengawasan Intern Pemerintah), utamanya dalam pencegahan korupsi, peringatan dini atau early warning system, serta mengawal keuangan dan pembangunan di lingkungan kementerian, lembaga maupun pemerintah daerah.

Kepala BPKP Muhammad Yusuf Ateh mengatakan, peningkatan kapabilitas dan kompetensi itu dilakukan BPKP melalui penyelenggaraan sertifikasi, bernama Certification of Government Chief Audit Executive atau CGCAE.

Menurutnya, hal itu bukan tanpa alasan pasalnya, APIP merupakan instrumen dari pemerintah yang menjadi filter utama dalam mencegah dan mendeteksi penyimpangan sebelum diperiksa oleh auditor eksternal. Melalui proses seleksi terbuka (open bidding), masih ada kemungkinkan terpilihnya pimpinan APIP yang tidak memiliki latar belakang dan kompetensi pengawasan, hal inilah yang akan mempengaruhi kinerja APIP. "Peran dan tanggung jawab pimpinan APIP yang besar itu harus didukung dengan kompetensi yang cukup sehingga peran pengawasan intern menjadi lebih optimal," katanya.

Oleh karena itu kata Ateh, Pimpinan APIP sebagai nahkoda pengawasan intern, harus kompeten dan profesional, utamanya dalam pencegahan korupsi dan pengawalan pembangunan. Salah satu terobosan yang dilakukan BPKP yakni dengan menyelenggarakan pelatihan dan sertifikasi CGCAE guna menunjang pelaksanaan tugas dan fungsi pimpinan APIP.

“Program sertifikasi CGCAE memiliki tiga manfaat sekaligus. Pertama, membantu para pimpinan APIP yang sudah menduduki jabatan untuk mengembangkan kompetensi dan mengikuti ujian sertifikasi CGCAE. Kedua, sertifikasi CGCAE ini dapat diikuti oleh para pegawai yang dipersiapkan untuk menjadi pimpinan APIP. Ketiga, sertifikasi CGCAE dapat membantu para pimpinan kementerian/Lembaga/pemda dalam memilih calon pimpinan APIP,” imbuhnya.

Ateh menerangkan, melalui sertifikasi ini, nantinya APIP dapat benar-benar berfungsi optimal. Berfungsi sebagai pendamping dan berfungsi sebagai pengawas. Dan yang tak kalah pentingnya kata dia, APIP dapat menjadi instrumen dalam perumusan kebijakan pimpinan, mulai tingkat pemerintah pusat maupun pemda. “Besok, (1/12) langsung akan dimulai sertifikasi CGCAE angkatan pertama, dan secara bertahap kelas berikutnya akan segera dibuka”, ungkapnya.

Dukungan untuk melakukan pelatihan dan sertifikasi kepada Pimpinan APIP datang dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Sebab BPK merasa terbantu jika para APIP telah berkualifikasi profesional. “Jika pengawasan oleh APIP dan sistem pengendalian intern pemerintah sudah berjalan dengan baik, maka pemeriksaan oleh auditor eksternal akan lebih efisien," tutur Ketua BPK Agung Firman Sampurna.

Sementara itu, Inspektur Jenderal Kementerian Keuangan, Sumiyati mengatakan, apa yang dilakukan BPKP sejalan dengan tujuan akuntabilitas keuangan negara. “Optimalisasi fungsi pencegahan dan peringatan dini atas penyalahgunaan anggaran merupakan salah satu terobosan penting menuju akuntabilitas keuangan negara,” ungkapnya.

Senada dengannya, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimoeljono menyambut baik program sertifikasi ini. “Sebagai salah satu Kementerian yang mengelolaan anggara pembangunan terbesar, Kementerian PUPR tentunya perlu di dukung oleh pimpinan APIP yang profesional, agar pengelolaan keuangan dan pembangunan terjaga akuntabilitasnya”, pungkasnya.

Seperti diketahui, sertifikat CGCAE dapat diperoleh setelah mengikuti pembelajaran materi pelatihan dan lulus ujian kompetensi. Pembelajaran dilakukan dalam dua tahap, yaitu yaitu prerequisite melalui pembelajaran daring (MOOC) dan dilanjutkan dengan tahap tatap muka. Materi yang diberikan dalam diklat sertifikasi CGCAE diantaranya, TKMRPI (Tata Kelola, Manajemen Risiko dan Pengendalian Intern) lazim disebut juga dengan GRC (Governance, Risk and Control). Materi ini merupakan kompetensi wajib bagi auditor intern profesional.

TAGS
  1. BKPK
Dummy

Komentar

Dummy

Berita Lainnya

 
Nasional
12 jam yang lalu
Mata Elang di Langit Hutan: Menhut Dorong Penggunaan Drone untuk Pengawasan Menjaga Lingkungan
Pemanfaatan teknologi drone juga dapat mendukung efektivitas kerja petugas di lapangan, khususnya dalam memantau kawasan rawan kebakaran hutan, perubahan tutupan lahan, aktivitas pembalakan liar, serta berbagai bentuk gangguan keamanan hutan.
 
Nasional
22 jam yang lalu
Lengkap! Jadwal Timnas Indonesia di Piala AFF 2026: Langsung Diuji Dua Rival Kuat Vietnam dan Singapura
Perjuangan tim Merah Putih di turnamen antarnegara Asia Tenggara ini dimulai pada akhir Juli 2026. Indonesia akan membuka kiprahnya dengan menjamu Kamboja pada Senin, 27 Juli 2026 pukul 20.30 WIB di Stadion Pakansari.
 
Nasional
21/07/2026 17:48 WIB
XLSMART Kolaborasi dengan Google Hadirkan Akses Paket Plus Google Gemini 6 Bulan Untuk Pelanggan XL, AXIS, dan SMARTFREN
Melalui kolaborasi dengan Google Gemini, XLSMART menghadirkan akses Paket Plus Google Gemini selama 6 bulan bagi pelanggan prabayar XL, AXIS, dan SMARTFREN melalui pembelian paket internet tertentu, untuk mendukung aktivitas belajar, bekerja, berkarya, dan produktivitas digital sehari-hari.
 
Nasional
21/07/2026 14:58 WIB
Menilik Susunan Tempat Duduk Wapres Dalam Sidang Kabinet yang Menjadi Sorotan Publik
Wapres Gibran tidak duduk sejajar atau di samping Presiden, melainkan duduk satu barisan bersama para Menteri Koordinator.
 
Nasional
21/07/2026 13:46 WIB
OJK SIAPKAN TIGA FOKUS PENGEMBANGAN LITERASI DAN IKLUSI KEUANGAN SYARIAH
OJK telah melaksanakaan berbagai kegiatan LIKS untuk mendorong literasi keuangan syariah antara lain Indonesia Sharia Financial Olympiad (ISFO),
 
Nasional
21/07/2026 12:46 WIB
BNI Raih Penghargaan Bank UMKM dan Trade Finance Terbaik
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI meraih dua penghargaan internasional dalam ajang AlphaSEA–20th Best Financial Institution Awards 2026. Perseroan dinobatkan sebagai Best SME Bank in Indonesia dan Best Trade Finance Bank in Indonesia.
 
Nasional
20/07/2026 18:15 WIB
De la Fuente Sebut Spanyol Layak Menang Lebih Cepat, Puji Skuat Matador yang Kompak bak Keluarga
Luis de la Fuente bangga Spanyol juara Piala Dunia 2026 usai tekuk Argentina. Dia memuji mentalitas skuat Matador yang kompak bak keluarga.
Ad Placholder