Aldhi Chandra
Rabu, 09 September 2020 - 22:33 WIB

Dorong Integrasi Industri Pangan, RNI dapatkan Insight dari Jonan

Foto/Dok-RNI/ECONOMICZONE
Foto/Dok-RNI/ECONOMICZONE
Dummy

ECONOMIC ZONE - PT Rajawali Nusantara Indonesia (Persero) (RNI) terus melakukan berbagai persiapan di tengah integrasi bisnis BUMN Pangan yang saat ini sedang didorong oleh Kementerian BUMN. Hal tersebut disampaikan oleh Direktur SDM RNI J. Nanang Marjianto, Selasa, 8 September 2020, di Jakarta, di sela pelaksanan seminar “Kiat Sukses Membangun Budaya dan Organisasi Holding dalam Integrasi Bisnis BUMN Pangan” yang dihadiri oleh para Direktur Utama BUMN Klaster Pangan serta pembicara Ignasius Jonan.

Nanang mengatakan, berbagai persiapan dan pembenahan untuk memperkuat integrasi bisnis pangan terus dilakukan baik di sisi internal maupun eksternal, salah satunya adalah benchmarking dan belajar kepada tokoh-tokoh yang sukses melakukan transformasi diberbagai bidang.

“Dalam mewujudkan transformasi, kami tidak hanya menata organisasi dan bisnis modelnya, tapi juga perlu mendapat pembekalan dan insight dari berbagai tokoh transformatif, salah satunya Bapak Ignasius Jonan,” ujarnya.

Nanang beharap, melalui seminar budaya organisasi ini RNI serta BUMN Klaster Pangan mendapatkan banyak insight untuk membangun organisasi korporasi yang solid guna mewujudkan transformasi bisnis menuju BUMN pangan yang berdaya saing global. Ia menambahkan, transformasi RNI salah satunya dilakukan dengan memperkuat kolaborasi antar BUMN Klaster Pangan guna mewujudkan mata rantai pangan yang terintegrasi dari hulu hingga hilir. “Untuk itu, kita terus benahi infrastruktur penunjang dari mulai budaya organisasi, tata kelola perusahaan, hingga kompetensi SDM. Agar sebagai Ketua Klaster, RNI memiliki agility yang baik dalam mengkoordinasi serta mendorong berbagai sinergi dan aksi korporasi di lingkup Klaster Pangan,” ujarnya.

Di aspek tata kelola, Nanang mengatakan, improvement terbaru telah dilakukan adalah perolehan sertifikat Sistem Manajemen Anti Penyuapan (SMAP) SNI ISO 37001:2016. Diraihnya sertifikat SMAP menunjukan komitmen perseroan dalam mengeliminir potensi praktek suap di lingkungan perusahaan guna mewujudkan organisasi yang bersih dan anti korupsi.

Sementara itu dalam budaya organisasi, ia menambahkan, RNI bersama BUMN Klaster Pangan telah melakukan penyeragaman corporate value. Hal tersebut sejalan dengan semangat baru Kementerian BUMN yang telah menerapkan AKHLAK (Amanah, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, dan Kolaboratif) sebagai Core Value SDM BUMN.

“Penerapan AKHLAK sebagai Core Value BUMN Klaster Pangan untuk mendukung peningkatan kinerja perusahaan sebagai lokomotof pembangunan, mesin pertumbuhan ekonomi, dan akseletator dalam penyedia lapangan kerja,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur Pengembangan dan Pengendalian Usaha RNI Febriyanto, mengatakan, saat ini bersama 8 BUMN Klaster Pangan RNI tengah menjalankan beberapa program peningkatan produktivitas komoditas pangan. Salah satunya adalah Food Estate Sukamadi 1.000 ha di Subang. Program ini merupakan pilot project pengelolaan lahan pertanian berbasis teknologi Precision Farming yang bertujuan untuk meningkatkan akurasi pendataan serta efisiensi dan Corporate Farming untuk mendorong kesejahteraan petani mitra melalui integrasi proses hulu (produksi) hingga hilir (pemasaran).

Dalam kolaborasi ini RNI yang bertindak sebagai avalist berbagi peran dengan PT Sang Hyang Seri (Persero) dan PT Pupuk Kujang yang berperan mengawal proses kemitraan dan produksi on farm, serta PT Pertani (Persero) yang berperan sebagai avalist serta mengawal proses giling hingga pengemasan.

Sementara itu, dalam paparannya Jonan yang saat ini menjabat sebagai Komisaris Independen PT Unilever Indonesia Tbk tersebut, mengatakan, Klaster BUMN Pangan merupakan klaster yang sangat kompleks karena memiliki regulator serta stakeholder yang sangat beragam. Hal tersebut menjadi tantangan tersendiri, sehingga RNI sebagai Ketua BUMN Klaster Pangan harus memiliki daya tahan perusahaan yang kuat.
 

Dummy

Komentar

Dummy

Berita Lainnya

 
Nasional
06/08/2026 17:57 WIB
Kuatkan Kolaborasi Ekosistem, AAJI Dorong Langkah Nyata Lewat KAPJ
Melalui penguatan ekosistem tersebut, diharapkan mampu meningkatkan efisiensi pembiayaan kesehatan dengan berkontribusi dalam penurunan out of pocket (OOP) belanja kesehatan nasional.
 
Nasional
06/08/2026 15:32 WIB
CIMB Niaga Syariah Dukung Pengembangan Literasi dan Inklusi Keuangan Syariah di UNIDA Gontor
Kolaborasi ini diwujudkan melalui kegiatan edukasi keuangan syariah, optimalisasi pemanfaatanlayanan transaksi digital, serta dukungan terhadap pengembangan UMKM dan unit usaha di lingkungan UNIDA Gontor.
 
Nasional
06/08/2026 14:51 WIB
OJK: Industri Perbankan Syariah 2025 Tumbuh Positif, Aset Tembus Rp1.000 Triliun
OJK menjelaskan bahwa Bank Umum Syariah (BUS) dan Unit Usaha Syariah (UUS) masih menjadi penggerak utama industri dengan kontribusi lebih dari 90 persen terhadap total aset perbankan syariah nasional.
 
Nasional
06/08/2026 14:34 WIB
Piala Dunia 1938: Ketika Italia Mengangkat Trofi, Hindia Belanda Membuka Jalan bagi Indonesia (3)
Di turnamen yang sama, sebuah tim dari wilayah yang masih bernama Hindia Belanda melangkah ke panggung Piala Dunia untuk pertama kalinya.
 
Nasional
06/08/2026 13:25 WIB
Ekonomi Melampaui Ekspektasi, Mirae Asset Soroti Sikap Selektif Investor
Meski IHSG kembali menguat, reli pasar dinilai belum sepenuhnya didukung oleh saham-saham berfundamental besar maupun arus masuk investor asing."IHSG memang melanjutkan penguatan, tetapi kualitas reli masih terbatas.
 
Nasional
06/08/2026 12:18 WIB
Pertumbuhan ekonomi: Rilis data PDB domestik kuartal II 2026 berada di atas perkiraan pasar.
Pergerakan pasar didominasi saham yang menguat. Tercatat 296 saham naik, 87 saham turun, dan 580 saham tidak mengalami perubahan harga.
 
Nasional
06/08/2026 11:52 WIB
Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,29% pada Triwulan II-2026, Semester I Catat Pertumbuhan Tertinggi dalam 5 Tahun
Capaian tersebut diraih di tengah perekonomian global yang bergerak dalam arus silang antara tekanan konflik global dan akselerasi teknologi, dengan pertumbuhan ekonomi dunia yang diproyeksikan International Monetary Fund (IMF) hanya sebesar 3,0%.
Ad Placholder