EW
Rabu, 11 April 2018 - 08:23 WIB

Bio Farma ungkap Tantangan Penerapan Standar Halal Industri Farmasi

Bio Farma
Bio Farma
Dummy

ECONOMIC ZONE - Penerapan standar halal di industri farmasi, merupakan tantangan, mengingat sekitar 95% bahan baku farmasi masih impor, sehingga untuk penerapan jaminan produk halal ini, yang cukup kritikal bagi industri farmasi membutuhkan dukungan dari pemasok bahan baku.

Hal itu diungkapkan Direktur Utama Bio Farma, M. Rahman Roestan saat menjadi salah satu pembicara dalam acara International Islamic Healthcare Conference dan Expo (IHEX) di Jakarta Convention Centre, Selasa (10/4/2018)

Dalam paparannya Rahman mengawali dengan peranan Bio Farma, sebagai BUMN di negara Islam dan negara berkembang untuk menjamin kemandirian dan ketersediaan vaksin, serta menyampaikan tantangan implementasi jaminan produk halal untuk Industri Farmasi, terutama produk Biologi. 

Rahman menjelaskan secara umum konsep halal farmasi ini tidak lepas dengan konsep cara pembuatan obat yang baik atau Good Manufacturer Practice (GMP), baik aturan di Indonesia melalui Badan POM dan aturan International dari badan kesehatan dunia (WHO).

Bahkan, sebaiknya, pada saat proses awal, R n D sudah didampingi oleh Ulama, perlunya sinergi dan harmonisasi halal di negara Islam untuk vaksin dan obat-obatan.

"Kami beberapa kali mengundang ulama untuk melihat langsung proses produksi, melakukan review produk baru dengan melibatkan ulama,"ungkapnya

Sementara itu, dalam konferensi tersebut juga beberapa narasumber memaparkan   mengenai pengalaman industri halal di sektor healthcare diantaranya narasumber dari Malaysia, China, Turki selain tentunya Indonesia.

Konferensi yang baru pertama ini diadakan oleh Majelis Upaya Kesehatan Islam Seluruh Indonesia (MUKISI) yang beranggotakan Rumah Sakit Islam di Indonesia.

Rahman memberikan contoh apa yang sudah dilakukan Bio Farma Sebelumnya, dengan aktif dalam forum internasional Vaccine Manufacturers Group bagi negara Islam,  juga Indonesia terpilih sebagai Centre of Excellence Vaksin bagi Negara Islam pada Desember 2017 lalu,"pungkasnya.

Dummy

Komentar

Dummy

Berita Lainnya

 
Nasional
9 jam yang lalu
BTN Cetak Kinerja Cemerlang, Laba Bersih Semester I/2026 Melesat 40,8% dan NPL Turun Jadi 2,99%
PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) berhasil mencatatkan kenaikan laba bersih dan perbaikan kualitas aset pada semester I/2026
 
Nasional
12 jam yang lalu
BNI Bawa Tiga UKM Indonesia Tembus Pasar Korea Selatan
BNI membawa tiga usaha kecil dan menengah (UKM) berorientasi ekspor untuk mengikuti Korea Import Expo 2026
 
Nasional
16 jam yang lalu
Update Harga Tiket Pertandingan Timnas Indonesia Terbaru di Piala ASEAN Hyundai 2026
Harga tiket Piala ASEAN yang ditetapkan PSSI cukup terjangkau dengan empat kategori tribun. Untuk Tribun Utara dan Tribun Selatan, suporter timnas Indonesia cukup membayar Rp 100.000.
 
Nasional
17 jam yang lalu
Kekecewaan Fans dan Kecaman Publik Terhadap Timnas Argentina
Salah satu faktor yang sering disebut sebagai alasan adalah sikap rasis dan arogan penggemar serta pemain Argentina.
 
Nasional
17 jam yang lalu
Mengenal Internet Rakyat dan Starlite, Dua Layanan Internet dari Grup Surge (WIFI)
Internet Rakyat merupakan inisiatif Surge WIFI, melalui pelaksana operasional Telemedia, dan bekerja sama dengan OREX SAI Inc., perusahaan patungan antara NTT DOCOMO, INC. dan NEC Corporation.
 
Nasional
18 jam yang lalu
Inggris Disingkirkan Argentina, Tuchel Evaluasi Mental Pemain dan Kane Pasrah Kehilangan Kendali
Thomas Tuchel dan Harry Kane kecewa usai Inggris kalah 1-2 dari Argentina. Mentalitas tim dinilai berubah setelah unggul lebih dulu.
 
Nasional
21 jam yang lalu
CIMB Niaga dan Cathay Hadirkan Solusi Perjalanan Internasional Lebih Efisien melalui Cathay Travel Fair 2026
Tawarkan cashback hingga Rp8,8 juta, bonus hingga 88.000 Asia Miles, dan penukaran Poin Xtra hingga 100% untuk perjalanan internasional yang lebih hemat dan nyaman
Telkomsel