Endang Muchtar
Jumat, 17 Juli 2026 - 19:17 WIB

DBS Rekomendasikan Tambah Porsi Emas dan Saham Asia di Tengah Ketidakpastian

Nasabah menggunakan blanko di kantor DBS, Jakarta. (foto/Endang Muchtar/ECONOMICZONE
Nasabah menggunakan blanko di kantor DBS, Jakarta. (foto/Endang Muchtar/ECONOMICZONE
Dummy

ECONOMIC ZONE - PT Bank DBS Indonesia merekomendasikan investor meningkatkan alokasi investasi pada saham Asia di luar Jepang, obligasi korporasi negara maju, emas, aset swasta, dan dana lindung nilai (hedge funds) di tengah ketidakpastian ekonomi global yang masih dipengaruhi perubahan geopolitik, arah kebijakan suku bunga, serta volatilitas pasar keuangan.

Rekomendasi tersebut disampaikan dalam DBS Insights Forum 2026: A New Lens on a Multipolar World yang membahas prospek ekonomi global dan implikasinya terhadap strategi investasi. Forum tersebut menghadirkan Founder and Chairman Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI) Dino Patti Djalal, Executive Director Charta Politika Indonesia Yunarto Wijaya, sejumlah pakar, mitra manajer investasi, serta jajaran ahli Bank DBS Indonesia.

Presiden Direktur PT Bank DBS Indonesia Lim Chu Chong mengatakan forum tersebut diselenggarakan untuk membantu nasabah memahami perubahan lanskap geopolitik dan ekonomi yang memengaruhi keputusan investasi. "DBS Insights Forum 2026 dirancang khusus untuk nasabah private dan priority banking dalam menavigasi pengelolaan kekayaan di tengah perubahan geopolitik dan ekonomi.

Dengan menyajikan beragam perspektif, forum ini diharapkan memberikan panduan dan praktik terbaik dalam mengembangan kekayaan dan usaha, hingga perencanaan suksesi keluarga yang berkelanjutan. Kami terus berkomitmen untuk mendukung nasabah agar lebih optimis dalam mengambil keputusan melalui arahan profesional dan pandangan strategis jangka panjang," katanya dalam keterangan tertulis , seperti dikutip bisnis.com, Kamis (16/7/2026).

Dalam pandangan DBS Chief Investment Office (CIO) untuk kuartal III-2026, investor direkomendasikan meningkatkan eksposur pada saham Asia di luar Jepang, obligasi korporasi negara maju, emas, aset swasta, dan dana lindung nilai. Sementara itu, posisi pada saham global, saham Amerika Serikat, Jepang, dan obligasi pemerintah negara maju dipertahankan pada level netral. Adapun eksposur terhadap saham Eropa, obligasi pasar berkembang, dan kas disarankan untuk dikurangi.

DBS menilai emas masih menarik sebagai instrumen diversifikasi dan lindung nilai karena didukung prospek jangka panjang di tengah risiko geopolitik, tekanan inflasi, dan tren dedolarisasi global. Memasuki semester II-2026, peluang investasi dinilai tetap terbuka meski volatilitas pasar diperkirakan masih berlanjut sehingga investor perlu menjaga disiplin dalam melakukan diversifikasi portofolio.

Dalam forum tersebut, Bank DBS Indonesia juga memperkenalkan pengembangan layanan DBS Treasures Private Client yang ditujukan bagi nasabah dengan kekayaan tinggi. Layanan tersebut mengedepankan pendampingan investasi yang lebih personal melalui rekomendasi investasi, solusi pengelolaan kekayaan, hingga perencanaan suksesi keluarga.

Consumer Banking Director DBS Indonesia Melfrida Gultom mengatakan selain memanfaatkan peluang global untuk pertumbuhan kekayaan yang optimal, pengelolaan kekayaan saat ini menjadi multi-faceted, yaitu mencakup solusi yang sangat dipersonalisasi seperti yang kami lakukan dengan produk KPD dengan high-touch relationship model, layanan corporate wealth management dan persiapan suksesi keluarga dengan mempersiapkan generasi penerus mereka melalui pengalaman kerja nyata. "DBS Treasures Private Client menghadirkan wealth management yang sangat personal namun holistik untuk mendukung berbagai keputusan finansial dalam setiap fase kehidupan," katanya.

Hingga semester I-2026, bisnis wealth management DBS Indonesia mencatat pertumbuhan positif. Pada segmen DBS Treasures Private Client, total aset kelolaan (assets under management/AUM) meningkat 13 persen secara tahunan, rata-rata AUM per nasabah naik 15 persen, total pendapatan tumbuh 34 persen, didorong kenaikan investment fee income sebesar 65 persen, sedangkan laba bersih setelah pajak (net profit after tax/NPAT) meningkat 24 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Untuk memperkuat kualitas layanan, Bank DBS Indonesia juga mendirikan Wealth Management Institute sebagai pusat pengembangan kompetensi relationship manager. Program tersebut mencakup pelatihan mengenai strategi menghadapi volatilitas pasar global, solusi bisnis, tren industri, perencanaan pensiun, succession planning, serta pengembangan keterampilan yang dibutuhkan dalam mendampingi kebutuhan nasabah yang semakin kompleks

Dummy

Komentar

Dummy

Berita Lainnya

 
Nasional
51 menit yang lalu
MELALUI 4 (EMPAT) PROGRAM MANFAAT UTAMA, ASABRI BAYARKAN HAK PESERTA LEBIH DARI RP12,7 TRILIUN; ASABRI HADIR DI SETIAP TAHAP PENGABDIAN, MENJAGA AMANAH NEGARA DAN KESEJAHTERAAN PESERTA
PT ASABRI (Persero) terus menjalankan amanah dalam memberikan perlindungan sosial kepada peserta ASABRI sebagai bagian dari penghargaan negara atas pengabdian kepada bangsa dan negara
 
Nasional
15/09/2026 08:07 WIB
Telkom Solution Raih Penghargaan Business Impact & Industry Growth untuk Market B2B ICT di Indonesia
Penghargaan KGI tegaskan kontribusi Telkom Solution bagi transformasi digital di berbagai Industri.
 
Nasional
14/09/2026 22:02 WIB
Dorong Predictive Cyber Intelligence, MDI Ventures Sabet Indonesia Cyber Security Excellence Award 2026
Investasi strategis di CYFIRMA perluas kolaborasi solusi keamanan siber yang inovatif di Indonesia.
 
Nasional
13/09/2026 18:13 WIB
Sequis SHEPRENEUR Gelar SHElebration, Rayakan Semangat dan Perjalanan 60 Perempuan Wirausaha
SHElebration menjadi momentum untuk memberikan apresiasi kepada 60 perempuan wirausaha sekaligus merayakan pencapaian TOP 3 SHEPRENEUR 2026
 
Nasional
11/09/2026 17:59 WIB
TelkomGroup Dorong Gaya Hidup Berkelanjutan melalui Zero Plastic Movement
Sediakan fasilitas water refill station bagi karyawan dan perkuat kolaborasi komunitas hingga pelaku usaha.
 
Nasional
10/09/2026 21:55 WIB
Raih Golden Trophy dan The Most Committed GRC Leader 2026, Telkom Akses Perkuat Tata Kelola, Manajemen Risiko, Kepatuhan, dan ESG
Pertahankan predikat Bintang 5 tiga tahun berturut-turut, tegaskan komitmen GRC sebagai fondasi keberlanjutan bisnis.
 
Nasional
08/09/2026 17:27 WIB
BTN Pertahankan Peringkat Tertinggi idAAA dengan Outlook Stable dari PEFINDO
PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) berhasil mempertahankan peringkat tertinggi idAAA dengan outlook stable
Ad Placholder