Roni Mawardi
Kamis, 30 April 2026 - 15:47 WIB

Perkuat Peran Kartini Digital, Telkom Dorong UMKM Perempuan Tembus Pasar Lebih Luas

Direktur Utama Telkom Dian Siswarini (kedua dari kiri) memberikan dukungan strategis melalui program Packfest dengan menyalurkan bantuan sebanyak 500.000 cetak kemasan dan sertifikasi halal bagi 2.250 UMKM perempuan secara gratis.Foto/Dok-TelkomGroup
Direktur Utama Telkom Dian Siswarini (kedua dari kiri) memberikan dukungan strategis melalui program Packfest dengan menyalurkan bantuan sebanyak 500.000 cetak kemasan dan sertifikasi halal bagi 2.250 UMKM perempuan secara gratis.Foto/Dok-TelkomGroup
Dummy

ECONOMIC ZONEJakarta, 30 April 2026 –  Dalam rangkaian momentum peringatan Hari Kartini, PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) menyelenggarakan Kartini BISA Fest pada 20–24 April 2026 di Telkom Hub, Jakarta Selatan. Agenda ini merupakan penguatan dari berbagai insiatif strategis yang telah dilakukan TelkomnGroup untuk mendukung pemberdayaan pelaku UKM di Indonesia. Kehadiran Kartini BISA Fest menjadi wujud nyata dalam mendorong pemberdayaan perempuan melalui penguatan kapasitas usaha serta pemanfaatan dan literasi teknologi digital. Rangkaian program dan inisiatif yang dihadirkan meliputi pelatihan, fasilitasi sertifikasi, hingga penguatan branding produk guna meningkatkan daya saing UMKM perempuan di pasar domestik maupun global.

Direktur Utama Telkom Dian Siswarini, turut hadir dan memberikan dukungan terhadap agenda pemberdayaan perempuan dan UKM yang dijalankan, “Perayaan Kartini BISA Fest selama empat hari ini sangat luar biasa karena tidak hanya melibatkan perempuan, tetapi juga laki-laki yang turut berperan aktif. Momentum Hari Kartini menjadi pengingat bagi kita semua untuk mengambil nilai-nilai perjuangan Kartini dan mengadaptasikannya dalam kehidupan saat ini yang serba digital. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk terus belajar, mengenal, dan memanfaatkan teknologi guna memberikan dampak yang lebih luas.”

Acara Kartini BISA Fest menjadi representasi implementasi budaya perusahaan “BISA” (Bravery, Integrity, Service Excellence, Agility) yang menempatkan kolaborasi dan inovasi sebagai fondasi utama. Dalam rangkaian kegiatan ini, Telkom menghadirkan berbagai program yang saling terintegrasi, mulai dari bazar kuliner yang melibatkan 40 UMKM perempuan, seminar cybersecurity yang diikuti lebih dari 350 peserta untuk meningkatkan kesadaran perlindungan data, hingga pelatihan pemanfaatan kecerdasan artifisial (AI) guna mendukung efisiensi dalam penciptaan konten kreatif dan pemasaran digital.

Sebagai perusahaan digital telco terdepan untuk memajukan masyarakat, Telkom berkomitmen untuk memperkuat peran perempuan melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) yang berkelanjutan. Dari total lebih dari 112.000 UMKM binaan, sebanyak 73.152 di antaranya merupakan pelaku usaha perempuan yang aktif mengikuti program pembinaan berbasis digital. Upaya ini tidak hanya berfokus pada peningkatan kapasitas individu, tetapi juga pada penciptaan ekosistem digital yang inklusif, kolaboratif, dan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

Langkah konkret dalam meningkatkan daya saing produk, Telkom juga menghadirkan dukungan strategis melalui program Packfest dengan menyalurkan bantuan  sebanyak 500.000 cetak kemasan. Selain itu, perusahaan juga memfasilitasi sertifikasi halal bagi 2.250 UMKM perempuan secara gratis. Inisiatif ini bertujuan untuk memperkuat aspek branding dan legalitas produk, sehingga UMKM tidak hanya unggul dari sisi kreativitas, tetapi juga memenuhi standar yang dibutuhkan untuk bersaing di pasar modern dan internasional.

Dukungan tersebut turut menjangkau pelaku UMKM disabilitas sebagai bagian dari komitmen Telkom dalam menghadirkan kesetaraan akses dan memastikan bahwa transformasi digital dapat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat. Dengan pendekatan yang inklusif, Telkom mendorong terciptanya ekosistem usaha yang tidak hanya produktif, tetapi juga berkeadilan dan berkelanjutan.

Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan, Dian juga menyerahkan secara simbolis bantuan sertifikasi halal dan hibah kemasan kepada perwakilan UMKM binaan. Penyerahan ini menjadi wujud nyata dukungan perusahaan dalam mendorong perempuan Indonesia untuk terus mengembangkan kapasitas diri, berani mengambil peluang, serta memaksimalkan potensi yang dimiliki dalam menghadapi dinamika era digital.

Perempuan memiliki peran strategis sebagai penggerak ekonomi nasional sekaligus pendorong terciptanya ekosistem usaha yang tangguh dan inklusif. Data Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemenkomdigi) tahun 2025 mencatat bahwa sebanyak 64,5 persen atau sekitar 37 juta pelaku UMKM di Indonesia dijalankan oleh perempuan. Namun demikian, di balik potensi besar tersebut, masih terdapat tantangan dalam aspek legalitas dan standardisasi produk. Data Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) tahun 2025 menunjukkan bahwa baru sekitar 35 persen UMKM yang memiliki sertifikasi halal, yang menjadi faktor penting dalam meningkatkan kepercayaan konsumen dan memperluas akses pasar.

Lebih lanjut, Dian menegaskan komitmen perusahaan dalam mendorong pemberdayaan UMKM melalui pemanfaatan teknologi digital. Ia menyampaikan, “Sebagai perusahaan teknologi, Telkom memiliki tanggung jawab untuk memperluas akses dan meningkatkan literasi digital di seluruh lapisan masyarakat. Fokus kami pada pembinaan UMKM merupakan bagian dari upaya tersebut. Melalui digitalisasi dan standarisasi, kami berharap pelaku UMKM binaan tidak hanya tumbuh secara mandiri, tetapi juga mampu menciptakan dampak ekonomi yang lebih luas bagi lingkungan sekitarnya,” jelas Dian.

Lebih dari sekadar perayaan, Kartini BISA Fest merupakan implementasi nyata strategi Telkom dalam membangun ekosistem digital yang inklusif dan berdaya saing. Program ini sejalan dengan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya poin 5 (Kesetaraan Gender) dan poin 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi). Melalui berbagai inisiatif yang terintegrasi, Telkom berkomitmen untuk terus mendampingi perempuan Indonesia agar semakin berdaya, inovatif, dan mampu berkontribusi dalam memperkuat fondasi ekonomi nasional serta mendorong pertumbuhan digital yang inklusif dan berkelanjutan.

Dummy

Komentar

Dummy

Berita Lainnya

 
Nasional
4 jam yang lalu
RUU P2 APBN 2025 Disepakati, Lanjut ke Sidang Paripurna DPR
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan apresiasi kepada Pimpinan dan seluruh Anggota Banggar DPR RI yang mewakili seluruh fraksi dan Komisi DPR RI atas dukungan selama proses pembahasan.
 
Nasional
4 jam yang lalu
Menkeu Minta Dampak FTA Dipetakan, Industri Berpeluang Diselamatkan
Selain industri yang telah terdampak FTA, Purbaya menekankan pentingnya melihat sektor baru yang belum menjadi kekuatan utama Indonesia, tetapi memiliki prospek pertumbuhan tinggi.
 
Nasional
5 jam yang lalu
Sequis Life Dorong Perempuan Wirausaha Perkuat Fondasi Keuangan dan Perluas Relasi yang Bermakna
Peserta diperkenalkan pada konsep Perencanaan Finansial Sederhana yang dapat dilakukan melalui tiga langkah, yaitu Adaptasi, Akselerasi, dan Antisipasi.
 
Bisnis
6 jam yang lalu
Riset DBS Ungkap 5 Sektor Indonesia yang Bakal Jadi Mesin Pertumbuhan Ekonomi Berkelanjutan
Riset Bank DBS Indonesia mengungkap lima sektor strategis yang menghadapi perubahan menuju bisnis berkelanjutan dan berdaya saing kuat.
 
Industri
19/08/2026 19:15 WIB
Career Day 2026 Hadirkan 25 Perusahaan, 75 Lowongan Siap Diperebutkan Anak Muda
Career Day 2026 menghadirkan 25 perusahaan dan 75 lowongan kerja dengan proyeksi serapan 850 tenaga kerja bagi talenta muda Indonesia.
 
Nasional
19/08/2026 19:04 WIB
Bayang-Bayang Semu Reli IHSG: Saham BYAN Dominan, Rupiah Tertekan Global Yields
Kenaikan headline IHSG belakangan ini ternyata tidak mencerminkan perbaikan kondisi pasar modal secara menyeluruh (market breadth).
 
Nasional
19/08/2026 18:03 WIB
Menkeu Tinjau NTT Pascagempa, Kemenkeu Salurkan Bantuan Awal Senilai Rp565,2 Juta
Dalam kunjungannya, Menkeu melihat langsung kondisi pengungsian serta kebutuhan masyarakat terdampak. Sebagai bantuan awal, Kemenkeu Peduli menyalurkan berbagai kebutuhan dasar bagi masyarakat terdampak bencana.
Ad Placholder