Aldhi Chandra
Jumat, 17 Januari 2020 - 10:53 WIB

Bank BRI Raih 2 Penghargaan Internasional Triple A Country Awards

Foto/Dok-BRI/ECONOMICZONE
Foto/Dok-BRI/ECONOMICZONE
Dummy

ECONOMIC ZONE - Mengawali tahun 2020, Bank BRI kembali menorehkan prestasi dengan raihan penghargaan berskala internasional dari The Asset, majalah ekonomi terkemuka di Asia. Dalam acara tahunannya, Triple A Country Awards, Bank BRI meraih 2 penghargaan sekaligus, yaitu sebagai “Best Issuer for Sustainable Finance” dan “Best Sustainability Bond”. Penghargaan tersebut diterima pada Kamis (16/1) di Hongkong. 

Dihubungi terpisah terkait pencapaian tersebut Corporate Secretary Bank BRI Hari Purnomo mengaku senang dan bangga bahwa kinerja BRI mendapat pengakuan oleh media internasional seperti the Asset. 

“Penghargaan ini memotivasi kami untuk terus memberikan yang terbaik kepada masyarakat melalui produk dan layanan perbankan yang inovatif. Hal ini sejalan dengan semangat perseroan untuk mencapai aspirasi sebagai The Most Valuable Bank in South East Asiapada 2022,” tambah Hari.

Mengutip rilis resmi dari The Asset, acara Triple A Country Awards merupakan acara pemberian penghargaan kepada instansi/perusahaan industri perbankan, keuangan, treasury dan pasar modal. Ajang penghargaan bergengsi di regional Asia ini telah memasuki tahun ke-21 penyelenggaraannya.

Terpilihnya Bank BRI dengan raihan tersebut tidak terlepas dari kinerja bagus perseroan. Hingga triwulan III 2019 Bank BRI mampu mencetak laba Rp 24,8 triliun atau tumbuh 5,36% year on year dengan aset mencapai Rp 1.305,67 triliun, atau tumbuh 10,34% yoy. 

BRI secara konsolidasian telah menyalurkan kredit senilai Rp 903,14 triliun tumbuh 11,65% yoy dengan komposisi 77,6% nya disalurkan untuk segmen UMKM.

Kinerja cemerlang BRI yang berkelanjutan terus mendorong saham BRI makin menguat dan mencetak rekor tertingginya. 

Pada penutupan perdagangan saham Rabu (15/1), saham Bank BRI berada pada level Rp 4.580,-. Hal tersebut menjadikan market capBank BRI meningkat menjadi Rp 563,69 triliun menduduki posisi ketiga perbankan terbesar di Asia Tenggara.

Dummy

Komentar

Dummy

Berita Lainnya

 
Nasional
06/08/2026 17:57 WIB
Kuatkan Kolaborasi Ekosistem, AAJI Dorong Langkah Nyata Lewat KAPJ
Melalui penguatan ekosistem tersebut, diharapkan mampu meningkatkan efisiensi pembiayaan kesehatan dengan berkontribusi dalam penurunan out of pocket (OOP) belanja kesehatan nasional.
 
Nasional
06/08/2026 15:32 WIB
CIMB Niaga Syariah Dukung Pengembangan Literasi dan Inklusi Keuangan Syariah di UNIDA Gontor
Kolaborasi ini diwujudkan melalui kegiatan edukasi keuangan syariah, optimalisasi pemanfaatanlayanan transaksi digital, serta dukungan terhadap pengembangan UMKM dan unit usaha di lingkungan UNIDA Gontor.
 
Nasional
06/08/2026 14:51 WIB
OJK: Industri Perbankan Syariah 2025 Tumbuh Positif, Aset Tembus Rp1.000 Triliun
OJK menjelaskan bahwa Bank Umum Syariah (BUS) dan Unit Usaha Syariah (UUS) masih menjadi penggerak utama industri dengan kontribusi lebih dari 90 persen terhadap total aset perbankan syariah nasional.
 
Nasional
06/08/2026 14:34 WIB
Piala Dunia 1938: Ketika Italia Mengangkat Trofi, Hindia Belanda Membuka Jalan bagi Indonesia (3)
Di turnamen yang sama, sebuah tim dari wilayah yang masih bernama Hindia Belanda melangkah ke panggung Piala Dunia untuk pertama kalinya.
 
Nasional
06/08/2026 13:25 WIB
Ekonomi Melampaui Ekspektasi, Mirae Asset Soroti Sikap Selektif Investor
Meski IHSG kembali menguat, reli pasar dinilai belum sepenuhnya didukung oleh saham-saham berfundamental besar maupun arus masuk investor asing."IHSG memang melanjutkan penguatan, tetapi kualitas reli masih terbatas.
 
Nasional
06/08/2026 12:18 WIB
Pertumbuhan ekonomi: Rilis data PDB domestik kuartal II 2026 berada di atas perkiraan pasar.
Pergerakan pasar didominasi saham yang menguat. Tercatat 296 saham naik, 87 saham turun, dan 580 saham tidak mengalami perubahan harga.
 
Nasional
06/08/2026 11:52 WIB
Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,29% pada Triwulan II-2026, Semester I Catat Pertumbuhan Tertinggi dalam 5 Tahun
Capaian tersebut diraih di tengah perekonomian global yang bergerak dalam arus silang antara tekanan konflik global dan akselerasi teknologi, dengan pertumbuhan ekonomi dunia yang diproyeksikan International Monetary Fund (IMF) hanya sebesar 3,0%.
Ad Placholder