Endang Muchtar
Senin, 16 Januari 2023 - 14:46 WIB

Rupiah Menguat Tembus Rp 14.900/US$

Foto/EndangMuchtar/ECONOMICZONE
Foto/EndangMuchtar/ECONOMICZONE
Dummy

ECONOMIC ZONE - Bank Indonesia (BI) mengungkapkan, penguatan rupiah pada hari ini disebabkan karena berbagai sentimen positif, baik dari dalam negeri dan luar negeri.

Nilai tukar rupiah melanjutkan penguatan pada perdagangan hari ini. Dolar Amerika Serikat (AS) berhasil dibuat bertekuk lutut hingga kini bertengger di level di bawah Rp 15.000.

Melansir data Refinitiv, Senin (16/1/2023), rupiah langsung melesat 0,43% ke Rp 15.075/US$ begitu perdagangan dibuka. Penguatan rupiah kemudian bertambah hingga nyaris 1% ke Rp 15.000/US$.

Kepala Departemen Pengelolaan Moneter BI Edi Susianto menjelaskan, sentimen pasar global saat ini lebih kondusif dengan adanya beberapa perkembangan ekonomi global.

"Ekspektasi data inflasi US yang menurun, perkiraan pertumbuhan ekonomi Tiongkok yang meningkat sebagai dampak dari reopening policy terkait Covid," penjelasannya di Jakarta, Senin (16/1/2023).

Diketahui, inflasi AS turun menjadi 6,5% (year on year/yoy) pada Desember 2022. Menurunnya inflasi tersebut, diperkirakan membuat The Fed tidak akan seagresif seperti tahun lalu dalam menaikkan suku bunga kebijakannya.

Selain itu dibukanya kembali perjalanan internasional oleh Tiongkok atau China, juga memberikan sentimen positif terhadap pergerakan nilai tukar. Sebab dapat mendorong pariwisata khususnya di Asia Tenggara.

Edi menyebut, kondisi tersebut kemudian mendorong sentimen positif yang ditandai dengan indeks dolar AS (DXY) yang berlanjut menurun alias melemah.

Non-Deliverable Forward (NDF) beberapa mata uang Asia, kata Edi juga mengalami penurunan. Dengan demikian mata uang negara-negara di Asia mengalami penguatan. 

Kondisi tersebut akhirnya mendorong inflow asing di pasar obligasi negara atau SBN ke negara-negara Asia, terutama Indonesia.

Terbukti, berdasarkan data dari Direktorat Jenderal Pengelolaan dan Pembiayaan Risiko (DJPPR), pada 1 - 10 Januari terjadi capital inflow hingga Rp 12 triliun.

"Indonesia mengalami peningkatan yang lumayan besar, di tengah masih adanya sedikit net outflow asing di pasar saham," jelas Edi.

Di sisi lain persepsi investor terhadap kondisi fundamental Indonesia juga masih positif. "Hal tersebut yang mendorong rupiah mengalami penguatan," ujarnya. "Ke depan, kami masih mencermati perkembangan global khususnya terkait perkembangan data di US. Saya melihat January effect sepertinya sedang terjadi," kata Edi lagi.

Dummy

Komentar

Dummy

Berita Lainnya

 
Nasional
21 jam yang lalu
U by Prodia Gandeng blu by BCA Digital, Hadirkan Fitur Layanan Kesehatan
Kerja sama ini ditandai dengan hadirinya fitur digital payment U-aang powered by blu sebagai metode pembayaran baru di U by Prodia.
 
Nasional
23 jam yang lalu
Badak LNG Cetak Kinerja Melebihi Target Produksi di Tengah Turunnya Pasokan Gas
Keberhasilan menjaga tingkat produksi turut mendorong capaian Key Performance Indicator (KPI) perusahaan sebesar 107,16% pada 2025.
 
Nasional
16/06/2026 11:11 WIB
Kerusuhan Agustus 2025 Dan Teori Sosial Baru Yang Menjelaskannya
Dalam waktu yang sangat singkat, seorang anak muda yang sebelumnya tak dikenal berubah menjadi simbol nasional.
 
Nasional
15/06/2026 16:36 WIB
Solusi Cucian Menumpuk Ibu Rumah Tangga Terbantu Keberadaan Usaha Loundry
Bagi orang tua yang sibuk, sering kali cucian menumpuk dan tidak selesai tepat waktu, meninggalkan rasa frustasi.
 
Nasional
15/06/2026 09:54 WIB
Pelari Asal Kenya Mendominasi Juara BTN Jakarta International Marathon (BTN Jakim) 2026
Sebelumnya pelari-pelari asal Kenya mendominasi lomba nomor terbuka di Jakarta Marathon 2016, memenangi lomba kategori maraton penuh (42 km) dan setengah maraton (21 km) putra dan putri pada Minggu.
 
Nasional
15/06/2026 08:49 WIB
Menuju Marathon Kelas Dunia BTN Jakim 2026 Tembus 45 Ribu Peserta
Tingginya partisipasi peserta tidak hanya menunjukkan meningkatnya minat masyarakat terhadap olahraga lari, tetapi juga mempertegas posisi Jakarta sebagai destinasi sport tourism yang makin diperhitungkan di tingkat internasional.
 
Nasional
15/06/2026 05:29 WIB
Dukung Kampanye Go Green di Lingkungan Sekolah, Bank Mandiri Taspen Serahkan Bantuan Mesin Air Siap Minum ke SMA Dharma Wanita 1 Pare
Bank Mandiri Taspen menyalurkan program Corporate Social Responsibility (CSR) berupa mesin air minum gratis siap konsumsi senilai Rp 42,4 juta untuk SMA Dharma Wanita 1 Pare
Telkomsel