Endang Muchtar
Senin, 16 Januari 2023 - 09:24 WIB

Aplikasi Layanan Gojek Down

Foto/EndangMuchtar/ECONOMICZONE
Foto/EndangMuchtar/ECONOMICZONE
Dummy

ECONOMIC ZONE - Jakarta - Aplikasi layanan transportasi Gojek sempat bermasalah pada Jumat sore, 13 Januari 2023. Menurut perusahaan, masalah berpangkal dari tingkat permintaan yang tinggi.

“Kendala pada layanan GoRide dan GoCar dikarenakan tingkat permintaan yang tinggi melebihi biasanya,” kata Rubi W. Purnomo, SVP Corporate Affairs Gojek, dalam keterangan yang dibagikan kemudian.

Menurut Rubi, Gojek langsung merespons gangguan dan mengklaim berhasil membuat layaan pulih kembali dalam waktu relatif singkat. “Pelanggan dapat kembali memesan layanan GoRide dan GoCar seperti biasa,” katanya.

Dari antara keluhan yang diungkap para pengguna pada Jumat sore lalu, gangguan termasuk berdampak ke saldo Gopay terpotong sebelum layanan digunakan. Tidak ada keterangan spesifik dari perusahaan mengenai dompet digital tersebut.

Akun resmi GO-JEK baik di Instagram dan Twitter diserbu pengguna pada Jumat sore. Mereka mengungkap layanan transportasi GoCar dan GoRide down. Dilihat dari keluhannya, misalnya saldo terpotong padahal pengemudi tak kunjung datang. Banyak juga yang menyatakan sulit memesan dan membatalkan.

Bukan hanya penumpang, dari sisi pengemudi juga mengeluh. "Saya dapat order-an tapi nggak muncul tampilannya. Cuma chat yang terhubung dengan pelanggan," tulis akun MohammadToriqalqadri. Beberapa rekannya sesama pengemudi mengamini kejadian tersebut.

Dari sisi lokasi, beberapa akun menyebutkan kota mereka berada yaitu Pekalongan dan Bandung dan Pulogadung (Jakarta Timur). Diduga, kejadian ini berskala nasional.

Berdasarkan data di cekgangguan.id/gojek, pengaduan naik dengan tajam antara pukul 16-17 WIB dan sudah kembali normal pada jam berikutnya. Dalam rentang tiga jam itu terdapat 197 laporan yang terbesar di antaranya menyatakan 'server Gojek down'.

Dummy

Komentar

Dummy

Berita Lainnya

 
Nasional
06/08/2026 17:57 WIB
Kuatkan Kolaborasi Ekosistem, AAJI Dorong Langkah Nyata Lewat KAPJ
Melalui penguatan ekosistem tersebut, diharapkan mampu meningkatkan efisiensi pembiayaan kesehatan dengan berkontribusi dalam penurunan out of pocket (OOP) belanja kesehatan nasional.
 
Nasional
06/08/2026 15:32 WIB
CIMB Niaga Syariah Dukung Pengembangan Literasi dan Inklusi Keuangan Syariah di UNIDA Gontor
Kolaborasi ini diwujudkan melalui kegiatan edukasi keuangan syariah, optimalisasi pemanfaatanlayanan transaksi digital, serta dukungan terhadap pengembangan UMKM dan unit usaha di lingkungan UNIDA Gontor.
 
Nasional
06/08/2026 14:51 WIB
OJK: Industri Perbankan Syariah 2025 Tumbuh Positif, Aset Tembus Rp1.000 Triliun
OJK menjelaskan bahwa Bank Umum Syariah (BUS) dan Unit Usaha Syariah (UUS) masih menjadi penggerak utama industri dengan kontribusi lebih dari 90 persen terhadap total aset perbankan syariah nasional.
 
Nasional
06/08/2026 14:34 WIB
Piala Dunia 1938: Ketika Italia Mengangkat Trofi, Hindia Belanda Membuka Jalan bagi Indonesia (3)
Di turnamen yang sama, sebuah tim dari wilayah yang masih bernama Hindia Belanda melangkah ke panggung Piala Dunia untuk pertama kalinya.
 
Nasional
06/08/2026 13:25 WIB
Ekonomi Melampaui Ekspektasi, Mirae Asset Soroti Sikap Selektif Investor
Meski IHSG kembali menguat, reli pasar dinilai belum sepenuhnya didukung oleh saham-saham berfundamental besar maupun arus masuk investor asing."IHSG memang melanjutkan penguatan, tetapi kualitas reli masih terbatas.
 
Nasional
06/08/2026 12:18 WIB
Pertumbuhan ekonomi: Rilis data PDB domestik kuartal II 2026 berada di atas perkiraan pasar.
Pergerakan pasar didominasi saham yang menguat. Tercatat 296 saham naik, 87 saham turun, dan 580 saham tidak mengalami perubahan harga.
 
Nasional
06/08/2026 11:52 WIB
Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,29% pada Triwulan II-2026, Semester I Catat Pertumbuhan Tertinggi dalam 5 Tahun
Capaian tersebut diraih di tengah perekonomian global yang bergerak dalam arus silang antara tekanan konflik global dan akselerasi teknologi, dengan pertumbuhan ekonomi dunia yang diproyeksikan International Monetary Fund (IMF) hanya sebesar 3,0%.
Ad Placholder