Endang Muchtar
Jumat, 14 Oktober 2022 - 07:31 WIB

Bank Raya (AGRO) Akan Menggelar Penambahan Modal Kerja (rights issue) 

Foto/EndangMuchtar/ECONOMICZONE
Foto/EndangMuchtar/ECONOMICZONE
Dummy

ECONOMIC ZONE - JAKARTA,  PT Bank Raya Indonesia Tbk (AGRO), anak usaha PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) atau BRI yang bergerak di bidang perbankan mikro akan menggelar penambahan modal dengan memberikan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) atau rights issue. Aksi korporasi tersebut akan digelar pada bulan November tahun ini.

AGRO akan mengeluarkan 3,5 miliar lembar saham baru atau setara dengan 15,39% dari jumlah saham yang di tempatkan.Menariknya Bank BRI akan melaksanakan haknya dan PT BRI Danareksa akan bertindak sebagai pembeli siaga apabila pemegang saham publik tidak melaksanakan haknya.

Adapun, dana segar dari rights issue ini akan digunakan sebagai permodalan untuk melakukan ekspansi. Yang jelas AGRO telah memiliki modal inti per Juni 2022 sebesar Rp 2,11 triliun melebihi batas aturan OJK NI. 12/POJK.03/2020 tentang modal inti minimum sebesar Rp 1 triliun.

Terkait rencana penambahan modal dengan hak memesan efek terlebih dahulu (PMHMETD), emiten bank bersandi AGRO ini telah memiliki sejumlah strategi untuk menarik investor agar dapat mengambil saham baru yang diedarkan perseroan.

Direktur Keuangan Bank Raya Akhmad Fazri sempat mengatakan bahwa sebagai upaya mengoptimalkan penerbitan saham baru, diperlukan adanya penciptaan nilai untuk pemangku kepentingan dan meningkatkan kepercayaan investor terhadap saham AGRO. 

Oleh sebab itu, Bank Raya akan mewujudkan aspirasi perseroan sebagai bank digital terbaik dengan menjadi rumah bagi perusahaan finansial teknologi atau fintech, serta gig economy. 

Sebagai konteks, gig economy merupakan sebuah sistem ekonomi di mana perusahaan hanya mengontrak pekerja dalam jangka pendek atau jangka waktu tertentu. Dalam sistem ini seseorang dibayar per proyek yang dikerjasamakan sesuai kontrak.

“Bank Raya akan mengoptimalkan pengembangan digital saving dan digital lending yang disesuaikan dengan kebutuhan gig economy,” kata Akhmad . 

Dengan fokus menggarap sektor gig economy, Bank Raya sejauh ini telah menyalurkan kredit sebesar Rp1,5 triliun ke segmen ini. Pencairan kredit diklaim dapat ditempuh dalam waktu di bawah 10 menit, bertenor 7 hari, dan ticket size maksimum mencapai Rp25 juta.

Direktur Utama Bank Raya Kaspar Situmorang, dalam laporan Public Expose Live 2022, mengatakan pihaknya terus berkonsentrasi pada pekerja informal karena sejauh ini bank umum telah memberikan pelayanan maksimal kepada pekerja formal.

Berdasarkan riset yang dilakukan perseroan, kata Kaspar, jumlah pekerja informal di Indonesia mencapai 77,9 juta pekerja atau 59,5 persen dari total pekerja. Sementara itu, porsi pekerja informal di setiap provinsi rata-rata mencapai sekitar 50 persen - 56 persen.

“Namun, kami melihat terdapat masalah pada para pekerja informal, yakni ketiadaan agunan, sehingga dalam penyaluran unsecured loan kami berkolaborasi dengan big data dan platform based,” ujar Kaspar dikutip dari keterbukaan informasi.

Untuk itu, lanjutnya, Bank Raya hadir dengan mengamplifikasi proses pengajuan pinjaman, simpanan dan lain sebagainya. Solusi yang juga berdasarkan kerangka kerja, sehingga dengan membantu pekerja informal, Bank Raya dapat berakselerasi secara cepat dan berkelanjutan.

Dummy

Komentar

Dummy

Berita Lainnya

 
Nasional
06/08/2026 17:57 WIB
Kuatkan Kolaborasi Ekosistem, AAJI Dorong Langkah Nyata Lewat KAPJ
Melalui penguatan ekosistem tersebut, diharapkan mampu meningkatkan efisiensi pembiayaan kesehatan dengan berkontribusi dalam penurunan out of pocket (OOP) belanja kesehatan nasional.
 
Nasional
06/08/2026 15:32 WIB
CIMB Niaga Syariah Dukung Pengembangan Literasi dan Inklusi Keuangan Syariah di UNIDA Gontor
Kolaborasi ini diwujudkan melalui kegiatan edukasi keuangan syariah, optimalisasi pemanfaatanlayanan transaksi digital, serta dukungan terhadap pengembangan UMKM dan unit usaha di lingkungan UNIDA Gontor.
 
Nasional
06/08/2026 14:51 WIB
OJK: Industri Perbankan Syariah 2025 Tumbuh Positif, Aset Tembus Rp1.000 Triliun
OJK menjelaskan bahwa Bank Umum Syariah (BUS) dan Unit Usaha Syariah (UUS) masih menjadi penggerak utama industri dengan kontribusi lebih dari 90 persen terhadap total aset perbankan syariah nasional.
 
Nasional
06/08/2026 14:34 WIB
Piala Dunia 1938: Ketika Italia Mengangkat Trofi, Hindia Belanda Membuka Jalan bagi Indonesia (3)
Di turnamen yang sama, sebuah tim dari wilayah yang masih bernama Hindia Belanda melangkah ke panggung Piala Dunia untuk pertama kalinya.
 
Nasional
06/08/2026 13:25 WIB
Ekonomi Melampaui Ekspektasi, Mirae Asset Soroti Sikap Selektif Investor
Meski IHSG kembali menguat, reli pasar dinilai belum sepenuhnya didukung oleh saham-saham berfundamental besar maupun arus masuk investor asing."IHSG memang melanjutkan penguatan, tetapi kualitas reli masih terbatas.
 
Nasional
06/08/2026 12:18 WIB
Pertumbuhan ekonomi: Rilis data PDB domestik kuartal II 2026 berada di atas perkiraan pasar.
Pergerakan pasar didominasi saham yang menguat. Tercatat 296 saham naik, 87 saham turun, dan 580 saham tidak mengalami perubahan harga.
 
Nasional
06/08/2026 11:52 WIB
Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,29% pada Triwulan II-2026, Semester I Catat Pertumbuhan Tertinggi dalam 5 Tahun
Capaian tersebut diraih di tengah perekonomian global yang bergerak dalam arus silang antara tekanan konflik global dan akselerasi teknologi, dengan pertumbuhan ekonomi dunia yang diproyeksikan International Monetary Fund (IMF) hanya sebesar 3,0%.
Ad Placholder