RM
Jumat, 30 September 2022 - 08:49 WIB

Akuisisi BTN Syariah oleh BSI untuk Memenuhi Aturan Spin Off Perlu Ditinjau Ulang

Foto/Roni.M/ECONOMICZONE
Foto/Roni.M/ECONOMICZONE
Dummy

ECONOMIC ZONE - JAKARTA - Rencana akuisisi BTN Syariah oleh PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) untuk memenuhi aturan spin off perlu ditinjau ulang. Hal ini sejalan dengan pendapat kalangan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) khususnya Komisi XI DPR yang mengusulkan agar kewajiban spin off unit usaha syariah (UUS) pada tahun 2023 ditinjau kembali. 

Semua pihak sepakat bahwa UUS memang perlu disapih agar bisa bertumbuh dan berkembang secara optimal, namun demikian banyak  pihak berbeda pendapat soal waktu dan strategi terkait rencana spin off tersebut.

Apabila dipaksakan terlaksana tahun depan, sementara industri tidak siap, maka hanya akan menghasilkan bank syariah yang tidak memiliki daya saing. Jika itu yang terjadi, maka pemaksaan spin off akan lebih besar mudharatnya ketimbang manfaatnya. 

Opsi peninjauan kembali kewajiban spin off juga menjadi perhatian anggota Badan Legislatif DPR RI yang tengah membahas Rancangan Undang-Undang (RUU) Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (P2SK) 

"Harus diakui jika ketentuan UUS perbankan untuk memisahkan diri dari induknya atau spin-off mengikuti aturan yang dibuat regulator masih menghantui pelaku industri perbankan. Maka kami di parlemen menangkap kegelisahan ini dan mencoba mencari jalan tengah agar tidak malah kontraproduktif dalam pengembangan industri keuangan syariah di Tanah Air," tegas Anggota Komisi XI DPR RI Ela Siti Nuryamah.

Dia menyampaikan, pihaknya sepakat jika ketentuan spin off UUS perbankan diserahkan kepada pelaku usaha. Regulator nantinya hanya menetapkan ketentuan-ketentuan umum, seperti kecukupan modal minimal, kecukupan total aset, tren tingkat kesehatan UUS, memiliki infrastruktur yang mendukung akselerasi bisnis, memiliki kesiapan teknologi dan sumber daya manusia, hingga memiliki kerja sama yang baik dengan induk usahanya.

"Dengan demikian di satu sisi regulator mempunyai acuan lebih objektif untuk memaksa UUS dalam melakukan spin off, di sisi lain pelaku usaha juga tidak dibatasi ketentuan waktu yang bisa saja sangat subjektif dan tidak mencerminkan objektivitas fakta di lapangan," kata dia.

Dummy

Komentar

Dummy

Berita Lainnya

 
Nasional
22 jam yang lalu
Dorong Pemberdayaan Programmer di Indonesia, Acer Berikan Dukungan Perangkat Teknologi kepada Alumni Digital Leadership Bootcamp
Acer terus mendorong segala bentuk kegiatan akselerasi transformasi digital dunia pendidikan termasuk dukungan kepada penyandang disabilitas. Sebagai bentuk tanggung jawab sosial perusahaan, Acer memberikan dukungan perangkat teknologi kepada alumni Digital Leadership Bootcamp pada…
 
Nasional
30/11/2022 04:54 WIB
Gelar Wealth Wisdom 2022 "Mindfully Recover", PermataBank Berikan Inspirasi Esensi
PermataBank kembali menggelar acara Wealth Wisdom, acara wholistic wealth tahunan terbesar yang telah diselenggarakan secara konsisten untuk ke-8 kalinya. Dalam Wealth Wisdom 2022, PermataBank menghadirkan 15 seminar dan 4 workshops dengan lebih dari 35 pembicara inspiratif, yang…
 
Nasional
29/11/2022 17:06 WIB
Bank DKI Raih Tiga Penghargaan Sekaligus Dalam Top 20 Financial Institution Award 2022
Bank DKI kembali membuktikan kualitas dan eksistensinya, pasalnya Bank DKI berhasil meraih tiga kategori penghargaan sekaligus, yaitu Top 20 Financial Institution Kategori Aset Rp50T s.d
 
Nasional
28/11/2022 20:47 WIB
Roadshow Sukses, BTN Semakin Percaya Diri
PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) telah merampungkan roadshow ke investor institusi di sejumlah negara seperti Amerika Serikat, Eropa dan Singapura.
 
Nasional
28/11/2022 19:45 WIB
Jelang Akhir Tahun, OCTO Mobile Siap Manjakan Liburan Nasabah
Per 30 September 2022 total jumlah transaksi mencapai 139 juta, tumbuh sebesar 87,2% YoY
 
Nasional
27/11/2022 21:25 WIB
XLFL National Conference 2022 Mahasiswa Ciptakan Proyek AI - IoT Berbasis 5G
XL Axiata kembali menggelar National Conference. Sebanyak 138 mahasiswa awardee yang telah menyelesaikan program XL Axiata Future Leaders (XLFL) Batch 9 selama dua tahun penuh akan diwisuda. Mereka berasal dari 52 kampus yang berada di 6 provinsi, seperti Institut Teknologi Bandung…
 
Nasional
27/11/2022 21:16 WIB
Di Tengah Ketidakpastian Ekonomi Global, Sektor Properti Diyakini Tetap Tumbuh Positif
Optimisme ini didasari atas fakta masih tingginya backlog perumahan di Indonesia yang mencapai 12,7 juta unit berdasarkan data Badan Pusat Statistik pada tahun 2021. Backlog adalah kondisi kesenjangan antara jumlah rumah terbangun dengan jumlah rumah yang dibutuhkan rakyat. 
Telkomsel