Gilbert Sem Sandro
Senin, 15 Maret 2021 - 11:59 WIB

Bandara Soetta Perkenalkan Taksi Terbang Pertama Di Indonesia

Foto/Dok-Helicity/ECONOMICZONE
Foto/Dok-Helicity/ECONOMICZONE
Dummy

ECONOMIC ZONE - Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta) perkenalkan layanan taksi terbang pertama di Indonesia menggunakan helikopter atau helicity, yang dinamakan Cengkareng Heliport.

President Director Angkasa Pura II Muhammad Awaluddin mengatakan, layanan taksi terbang ini baru bisa melayani penerbangan dari dan menuju Cengkareng Heliport ke 72 titik helipad di Jabodetabek.

Wilayah yang Dilayani Taksi Terbang dari dan menuju Soetta adalah lima wilayah Jakarta, Cengkareng, Kepulauan Seribu, Tangerang, Bogor/Puncak, Tangerang Selatan, Serpong, Bekasi, Depok, Cikarang, Karawang, Sentul, Bandung, Cibubur, Anyer, Cilegon, Sukabumi, dan Pelabuhan Ratu.

“Untuk di Bandara Soekarno Hatta sendiri sudah tersedia heliport yang berdiri di atas lahan seluas 3 hektare dilengkapi dengan berbagai fasilitas, mulai dari hanggar khusus helikopter, kawasan kantor, fasilitas beserta personel untuk evakuasi medis, 1 shooting point dengan 7 parking stand. Sehingga heliport itu bisa menampung sekitar 40 helicopter sekaligus,” ujar Awaluddin saat dikonfirmasi, Sabtu(13/3/2021).

Selain di bandara Soetta, layanan taksi terbang ini rencananya akan diperluas ke beberapa bandara lain yang masih dikelola oleh AP II. Namun, perluasan layanan taksi terbang di bandara lainnya akan sangat bergantung pada ketersediaan lahan yang ada.

"Buka heliport-nya bukan hanya di Soetta tapi juga di bandara lain, akan tetapi hal ini sangat bergantung pada ketersediaan lahan yang ada. Mungkin di daerah Kertajati, bisa karena masih ada space. Bali juga menarik, untuk juga jadi satu topik baru untuk mendukung pariwisata kita," kata Awaluddin.

CEO PT Whitesky Aviation, Denon Berri Klinsky Prawiraadmadja menambahkan, calon pengguna layanan taksi udara tersebut dapat memesannya melalui aplikasi HeliCity yang dapat diunduh di ponsel android atau iOs.

“Untuk besaran tarifnya bervariasi mulai dari harga Rp 8juta hingga 20 juta, tergantung dari jenis helikopter yang hendak digunakan dan jenis layanannya,” tambah Denon.

Untuk layanan HeliCity, helikopter bisa mengangkut 3-4 penumpang dan tetap menerapkan protokol kesahatan sesuai aturan yang ada untuk calon penggunanya.

“Salah satu syaratnya, yaitu disyaratkan untuk membawa hasil swab antigen (non-reaktif). Sesuai dengan aturan yang dianjurkan pemerintah,” tutupnya.

 

Dummy

Komentar

Dummy

Berita Lainnya

 
Nasional
04/06/2026 14:51 WIB
Krom Bank Catat 1 Juta Rekening Hingga DPK Tembus Rp10 Triliun
Selain mencatat pertumbuhan jumlah rekening dan DPK, Krom juga menyatakan mampu mempertahankan profitabilitas secara konsisten sejak beroperasi sebagai bank digital.
 
Nasional
04/06/2026 14:00 WIB
Pemerintah Klim Penerimaan Pajak Mei 2026 Tumbuh 22%
Lonjakan penerimaan itu turut mendorong keseimbangan primer bulan Mei kembali ke zona positif.
 
Nasional
04/06/2026 11:21 WIB
Glodok Sentra Elektronik "Hidup Segan Mati Tak Mau" 
Para pedagang mengeluhkan pembeli yang semakin hilang membuat omzet penjualan turun drastis dan tidak sebesar seperti dahulu saat masih ramai, meski mereka kini mengandalkan pelanggan langganannya.
 
Nasional
03/06/2026 18:32 WIB
Mantan Kepala BGN Dadan Hidayana Resmi Ditahan Kejaksaan Agung
Hingga berita ini ditulis, Kejaksaan Agung belum memberikan keterangan resmi terkait status hukum Dadan Hindayana maupun materi pemeriksaan yang dijalani.
 
Nasional
03/06/2026 15:51 WIB
Grup Lippo (MPPA) Pastikan Tak Ada Gerai Tutup Akibat Koperasi Merah Putih
MPPA juga menegaskan belum menemukan dampak material terhadap wilayah operasional maupun kinerja gerainya akibat kehadiran KDMP.
 
Nasional
03/06/2026 15:15 WIB
Pefindo Tarik Peringkat Utang BRI (BBRI) idA1+.
Seiring dengan pelunasan penuh atas instrumen tersebut, PEFINDO resmi menarik peringkat idA1+ yang sebelumnya disematkan pada Surat Berharga Komersial Berkelanjutan I BRI Tahun 2025 Tahap I Seri C.
 
Nasional
03/06/2026 14:32 WIB
Biaya Material Bangunan Melonjak Pasokan Rumah Subsidi Berpotensi Terancam
Kenaikan harga besi, baja, dan bahan bakar minyak (BBM) mendorong pengembang menyuarakan usulan agar pemerintah mengerek harga rumah subsidi yang dinilai sudah tidak relevan.
Telkomsel