Gilbert Sem Sandro
Selasa, 16 Februari 2021 - 23:04 WIB

KPR Subsidi BTN Solusi Baru Milenial Miliki Rumah

Foto/GilbertSemSandro/ECONOMICZONEE
Foto/GilbertSemSandro/ECONOMICZONEE
Dummy

Jakarta, Economiczone.id – Yasyifa Al-Azhim pria asal Cileungsi, Bogor, Jawa Barat tersebut, kini bisa tersenyum lebar. Pasalnya, impian untuk memiliki rumah sendiri akhirnya terwujud. Diusianya yang baru akan beranjak 24 tahun pada sembilan Agustus nanti, dirinya kini sudah memiliki rumah.

Dia baru saja menandatangani akad Kredit Pemilikan Rumah (KPR) subsidi dari Bank Tabungan Negara (BTN), Kamis, 28 Januari 2021 lalu. KPR subsidi adalah kredit/pembiayaan pemilikan rumah yang mendapat bantuan dan/atau kemudahan perolehan rumah bagi pemerintah berupa dana murah jangka panjang dan subsidi perolehan rumah yang diterbitkan oleh bank pelaksana, baik secara konvensional maupun dengan prinsip syariah.

“Perasaan senang, bahagia, bangga serta terharu bercampur jadi satu. Keinginan saya yang dulu hanya saya impikan, akhirnya bisa terkabulkan tahun ini,” kata Yasyfa saat ditemui Economiczone.id di kediaman orang tuanya, Selasa (9/2/2021).

Pemuda yang termasuk salah satu generasi milenial itu mengatakan, impiannya untuk memiliki rumah sendiri sudah terbesit sejak lulus SMA. Setelah lulus dari SMAN 1 Gunung Putri, Kabupaten Bogor, ia tidak langsung melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi, melainkan bekerja sebagai driver salah satu ojek online (ojol).

Ketika pertama kali mendapat penghasilan dari menarik ojek online tersebut, orang tuanya menyarankan untuk menabung penghasilannya, agar ia memiliki tabungan di Bank. Menyadari saran dari kedua orang tuanya, dirinya bertekat untuk giat menabung agar bisa mewujudkan impiannya memiliki rumah sendiri.

“Orang tua saya menyarankan agar saya menyimpan uang hasil kerja saya untuk ditabung di Bank, karena usia saya juga sudah mencukupi untuk membuka rekening. Mulai saat itu, saya yakin suatu saat, saya bisa memiliki rumah hasil jerih payah saya sendiri,” ungkapnya ketika memulai menceritakan perjuangannya.

Di tahun kedua bekerja sebagai driver ojek online, Yasyfa memutuskan melanjutkan pendidikannya ke jenjang perguruan tinggi. Setelah masuk ke perguruan tinggi, dirinya tetap menyempatkan waktu untuk menarik ojek online di sela-sela kesibukannya sebagai mahasiswa. Penghasilan yang didapat dari menarik ojek online masih tetap ia tabung, walaupun terkadang digunakan untuk keperluan kuliahnya.

“Tabungan itu saya pakai hanya sesekali, ketika ada keperluan untuk mengerjakan tugas yang diberikan oleh dosen dikampus saya, selebihnya saya tetap tabung di rekening saya,” pungkasnya.

Hingga memasuki semester tujuh, Yasyfa diajak oleh pamannya agar bekerja di perusahaan suplayer transportasi milik koleganya tersebut. Dengan pertimbangan yang matang, karena dirinya sudah mulai menyusun proposal skripsi, akhirnya ia menyetujui pekerjaan yang diberikan, sambil menjalani kewajibannya sebagai mahasiswa.

Sejak saat itulah Yasyfa menggunakan tabungan hasil kerja kerasnya selama ini, untuk membeli rumah sesuai dengan yang diimpikannya. Ia merasa tabungan hasil kerja kerasnya menarik ojek online dan juga bekerja di perusahaan suplayer transportasi milik pamannya itu, cukup untuk dipakai sebagai uang muka membeli rumah KPR. Setelah mensurvei beberapa perumahan KPR yang beredar di media sosial, Yasyfa pun memutuskan mengambil perumahan KPR subsidi Bank BTN.

“Akhirnya saya memutuskan untuk mengambil perumahan KPR BTN bersubsidi yang uang muka untuk membeli rumah tersebut sesuai dengan tabungan yang saya miliki, yaitu perumahan Sapta Kahuripan 3, Cileungsi, Jawa Barat,” tuturnya dengan rasa terharu.

Yasyfa akhirnya memilih rumah tipe 21, dengan dua kamar tidur dan satu ruang tamu. Untuk rumah tipe tersebut, ia harus membayar uang muka Rp 11 juta untuk rumah seharga Rp 168 juta dan jangka waktu kredit 20 tahun dengan angsuran Rp 1,1 juta setiap bulannya.

Impian Yasyfa untuk memiliki rumah sendiri akhirnya terwujud melalui skema bantuan pembiayaan perumahan atau KPR subsidi BTN. Tentunya hal ini juga bisa menjadi salah satu contoh untuk memacu generasi milenial lainnya, agar bisa mewujudkan mimpi memiliki rumah dimasa muda.

Bank BTN selalu menjadi bank andalan untuk menyalurkan KPR subsidi bagi masyarakat. Sebagai pionir KPR sejak 44 tahun yang lalu, Bank BTN adalah bank pertama yang ditunjuk pemerintah untuk membantu masyarakat mengakses pembiayaan perumahan.

KPR subsidi terdiri dari beberapa skema, seperti  SSB (Subsidi Selisih Bunga), FLPP (Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan), SBUM (Subsidi Bantuan Uang Muka), dan BP2BT (Bantuan Pembiayaan Perumahan Berbasis Tabungan).

Mengawali tahun 2021, Bank BTN kembali dipercaya Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) untuk menyalurkan skema Kredit Pemilikan Rumah Bantuan Pembiayaan Perumahan Berbasis Tabungan (KPR BP2BT).

Direktur Consumer and Commercial Lending Bank BTN Hirwandi Gafar mengatakan, melalui skema KPR BP2BT, Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) dapat memiliki hunian dengan bantuan hingga Rp 40 juta dari pemerintah. Dengan nilai bantuan tersebut, hal ini akan mengurangi nilai angsuran KPR bagi para MBR, seperti Yasyfa dan generasi milenial lainnya yang baru saja mulai merintis karirnya.

“Kami berterima kasih atas kepercayaan pemerintah melalui Kementerian PUPR kepada Bank BTN. Kami berkomitmen untuk menyalurkan seluruh alokasi tersebut dengan mengandalkan infrastruktur pembiayaan perumahan BTN yang kuat di seluruh Indonesia " jelas Hirwandi saat dikonfirmasi di Jakarta, Senin (1/2/2021).

Hirwandi juga menerangkan, KPR BP2BT melengkapi fasilitas KPR subsidi yang bisa dimanfaatkan MBR untuk memiliki hunian, baik rumah tapak maupun rumah yang dibangun secara swadaya.

Batasan harga hunian yang bisa menggunakan KPR BP2BT akan bergantung pada zona lokasi yang ditetapkan Kementerian PUPR.

“Untuk rumah tapak mulai dari Rp 150 juta hingga Rp 219 juta. Kemudian untuk rumah susun mulai Rp 288 juta hingga Rp 385 juta. Lalu, untuk rumah yang dibangun secara swadaya berkisar Rp 120 juta hingga Rp 155 juta,” terang Hirwandi.

Untuk pemilikan hunian tersebut, lanjut Hirwandi, KPR BP2BT juga memberikan bantuan uang muka sebesar 45% dari harga rumah atau maksimal Rp 40 juta. Kemudian, uang muka mulai 1 persen dan tenor kredit hingga 20 tahun. Masyarakat yang bisa mengakses skema KPR BP2BT yakni belum memiliki rumah dan belum pernah mendapatkan subsidi atau bantuan perumahan dari pemerintah.

“Selain itu, MBR yang bisa mengakses KPR tersebut wajib memiliki tabungan di Bank BTN selama minimal tiga bulan. Kemudian, ada batasan penghasilan yang ditetapkan untuk bisa menikmati fasilitas KPR tersebut, baik sendiri maupun bersama pasangan. Kementerian PUPR mengatur nilai penghasilan itu sesuai dengan zona wilayah yaitu penghasilan berkisar Rp 6 juta hingga Rp 8,5 juta,”  lanjutnya.

Sementara itu saat menggelar Media Brief Paparan Kinerja Kuartal IV/2020, Plt Direktur Utama (Dirut) Bank BTN Nixon LP Napitupulu memaparkan hasil laporan keuangan perseroan selama tahun 2020. Hasilnya, Bank BTN mencatat kenaikan laba bersih yang signifikan di tahun 2020.

“Selama tahun 2020 Bank BTN mencatatkan perolehan laba bersih yang meroket hingga 665,71% atau senilai Rp 1,60 triliun pada kuartal IV/2020 secara tahunan (year-on-year/yoy), melambung tinggi dari posisi Rp 209 miliar di periode yang sama tahun sebelumnya,” papar Nixon LP Napitupulu dalam acara Media Brief Paparan Kinerja per 31 Desember 2020 di Jakarta, Senin (15/2/2021).

Sektor perumahan menjadi salah satu penopang suburnya pundi-pundi laba BTN karena bergerak positif di tengah koreksi pertumbuhan ekonomi akibat pandemi. Laba bersih perseroan yang ditopang dari pendapatan bunga penyaluran kredit sebesar Rp25,16 triliun

“Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Subsidi dengan pertumbuhan sebesar 8,63% yoy menjadi Rp120,72 triliun per kuartal IV/2020 menjadi penopang utama pertumbuhan kredit di BTN. Dengan catatan  positif KPR Subsidi tersebut, membuat kredit perumahan BTN secara total naik sebesar 2,29% yoy menjadi Rp 234,78 triliun per kuartal IV/2020, tambahnya.

Sementara di segmen kredit non perumahan, Bank BTN tercatat telah menyalurkan kredit senilai Rp 25,32 triliun. Kinerja penyaluran tersebut ditopang oleh kredit korporasi dan kredit konsumer yang naik masing-masing sebesar 77,81% dan 4,55% menjadi Rp 11,94 triliun dan Rp 5,11 triliun per 31 Desember 2020 lalu. Dengan total penyaluran tersebut, kredit Bank BTN tercatat mencapai Rp 260,11 triliun atau naik 1,68% yoy pada kuartal IV/2020 dari Rp 255,82 triliun di kuartal IV/2019.

Hingga tahun 2020 Bank BTN menjadi penguasa pangsa pasar KPR subsidi di konvensional maupun syariah, secara kumulatif mencapai angka 85,3 persen di KPR subsidi. Sementara di segmen KPR secara nasional, Bank BTN menguasai pangsa pasar sebesar 40% berdasarkan data hingga September 2020.

“Sektor properti menjadi salah satu sektor yang dapat mempercepat pemulihan ekonomi yang saat ini sedang diupayakan Pemerintah, Bank BTN yang berada dalam ekosistem properti berkomitmen mendorong seluruh stakeholder untuk memanfaatkan momentum kebangkitan ekonomi,“ ujar Nixon.

Pencapaian tersebut semakin menguatkan Bank BTN untuk sejalan dengan visi misinya menjadikan Bank BTN sebagai the Best Mortgage Bank in South East Asia pada tahun 2025. Dengan fundamental kokoh yang sudah dibangun sepanjang tahun 2020 lalu, maka langkah Bank BTN ke depan akan semakin mantap bertransformasi menjadi The Best Mortgage Bank in South East Asia pada tahun 2025.

“Untuk itu, Bank BTN harus menjadi pemimpin dan inovator di dalam kompetisinya dengan perbankan nasional,” tutup Nixon.

Dummy

Komentar

Dummy

Berita Lainnya

 
Industri
32 menit yang lalu
Satu Tahun Nusantara Prestige, DAIKIN Apresiasi Teknisi lewat Insentif Khusus
Memasuki satu tahun AC Nusantara Prestige, DAIKIN beri insentif Rp50-100 ribu per instalasi. Gandeng 9 asosiasi teknisi nasional-daerah.
 
Nasional
29/05/2026 17:52 WIB
Terima PERDISKI, Wapres Dorong Pendidik Jadi Garda Terdepan Wujudkan SDM Unggul
Langkah ini sejalan dengan komitmen Presiden Prabowo Subianto dalam memperkuat pembangunan SDM unggul melalui sektor pendidikan dan penguatan karakter bangsa.
 
Nasional
29/05/2026 07:13 WIB
Tebar Keberkahan Idul Adha, Bank BSN Salurkan Ratusan Hewan Kurban
PT Bank Syariah Nasional (Bank BSN) dalam pelaksanaan kegiatan Hari Raya Idul Adha 1447 H menyalurkan sebanyak 245 hewan kurban
 
Nasional
27/05/2026 17:37 WIB
Sebanyak 1.152 SPPG Masih Disetop Sementara dari total 4.581
BGN menyebutkan, dari total 4.581 SPPG yang sempat dihentikan sementara, sebanyak 3.429 SPPG telah menyelesaikan proses perbaikan dan kini kembali beroperasi dengan kualitas layanan yang lebih baik.
 
Nasional
27/05/2026 17:13 WIB
Pemerintah Akan Ambil Alih Hotel Sultan Milik Indobuildco pada 18 Juni mendatang
Langkah tersebut ditegaskan sebagai bentuk kepastian hukum sekaligus upaya menjaga ketertiban agar pelaksanaan eksekusi tidak memicu persoalan baru.
 
Nasional
26/05/2026 20:26 WIB
Kemenpar Kembangkan Sistem API Bersama OTA Perkuat Tata Kelola Akomodasi Pariwisata
Menpar Widiyanti menargetkan sistem API dapat diluncurkan pada Juni 2027 mendatang.
 
Nasional
26/05/2026 19:44 WIB
Menko Airlangga: Pemerintah Lanjutkan Kebijakan WFH dan Siapkan Stimulus Semester II 2026
Pada kesempatan tersebut, juga membahas sejumlah stimulus yang akan disiapkan untuk triwulan II dan semester II tahun 2026.
Telkomsel