MA
Rabu, 27 Januari 2021 - 16:37 WIB

Ericsson luncurkan 5G RAN Slicing untuk memacu pertumbuhan bisnis 5G

Foto/Ist/Economiczone
Foto/Ist/Economiczone
Dummy

ECONOMIC ZONE - Ericsson (NASDAQ: ERIC) meluncurkan solusi pembagian jaringan (network slicing) 5G untuk jaringan akses radio (Radio Access Network, RAN), yang memungkinkan penyedia layanan komunikasi menyediakan layanan 5G yang dapat disesuaikan dengan kinerja yang terjamin.

Ericsson 5G RAN Slicing kini telah tersedia secara komersial, akan mengalokasikan sumber daya radio pada penjadwalan 1 milidetik dan mendukung layanan multi-dimensi dengan penanganan berbeda yang melintasi berbagai irisan (slices). Hal ini akan memperkuat kemampuan slicing secara end-to-end untuk manajemen sumber daya dinamis dan pengaturan yang memastikan pengalaman pengguna bermutu tinggi yang dibutuhkan oleh beragam use cases.

Pembagian jaringan (network slicing) mendukung beberapa logical network untuk menghadirkan berbagai jenis layanan melalui infrastruktur umum. Network slicing merupakan pembuka peluang pendapatan 5G, seperti, enhanced video dan konektivitas dalam mobil (in-car connectivity), serta extended reality (perpaduan antara virtual reality [VR], augmented reality [AR] dan mixed reality [MR]). Laporan Ericsson memperkirakan peluang pendapatan penyedia layanan di pasar konsumen sebesar USD712 miliar pada 2030. Pembagian jaringan (network slicing) membuka peluang bagi operator untuk memperoleh pendapatan sebesar USD 300 miliar pada tahun 2025 (data GSMA). Saat 5G meningkat, penyedia layanan ingin memaksimalkan pengembalian investasi mereka dengan menargetkan use cases inovatif dan menghasilkan pendapatan tinggi, seperti, cloud gaming, smart factory dan smart healthcare.

Per Narvinger, Head of Product Area Networks Ericsson, mengatakan, "Ericsson 5G RAN Slicing secara dinamis mengoptimalkan sumber daya radio untuk menyajikan fitur pembagian jaringan (network slicing) akses radio yang hemat spektrum. Hal yang membuat solusi kami berbeda adalah bahwa layanan ini meningkatkan manajemen end-to-end dan dukungan pengaturan untuk layanan pengiriman cepat dan efisien. Teknologi ini memberikan diferensiasi dan performa terjamin bagi penyedia layanan yang diperlukan untuk memonetisasi investasi 5G dengan beragam use cases. Dengan 5G sebagai platform inovasi, kami terus memberikan nilai tambah bagi pelanggan kami."

Network slicing adalah salah satu model utama implementasi 5G. Ericsson mempunyai berbagai network slicing engagements untuk RAN, transportasi, jaringan inti, serta orkestrasi di seluruh dunia yang melibatkan use case untuk segmen konsumen dan perusahaan/industri vertikal, seperti, operasi jarak jauh yang dibantu video, AR/VR, TV/Media untuk streaming acara olahraga, cloud gaming, smart city, dan aplikasi untuk Industri 4.0 serta keamanan masyarakat.

Jerry Soper, Country Head of Ericsson Indonesia, mengatakan: “Teknologi 5G sedang diimplementasikan secara luas di seluruh dunia dan membawa potensi besar untuk memonetisasi layanan baru di kalangan konsumen maupun perusahaan. Peluncuran Ericsson 5G RAN Slicing memungkinkan operator untuk meningkatkan fleksibilitas dan keserbagunaan jaringan 5G mereka. Hal ini juga memungkinkan operator di Indonesia untuk memanfaatkan sumber pendapatan baru dan meningkatkan kualitas layanan bagi konsumen saat 5G sudah diimplementasikan di Indonesia.”

Mark Düsener, Head of Mobile and Mass Market Communication Swisscom, mengatakan: “Kami sedang mempersiapkan fase berikutnya dari teknologi 5G, di mana kami mengharapkan dapat mengaplikasikan end-to-end network slicing, dan RAN slicing yang merupakan kunci dari kinerja yang terjamin. Dengan pembagian sumber daya dalam jaringan pada berbagai irisan, kami akan bisa menyediakan komunikasi untuk berbagai pengaplikasian teknologi 5G seperti Keamanan Publik (Public Safety) ataupun Mobile Private Networks.”

Sue Rudd, Direktur Network and Service Platforms, Strategy Analytics, mengatakan, "Ericsson adalah vendor pertama yang menawarkan solusi end-to-end sepenuhnya dengan pembagian jaringan RAN berdasarkan pembagian sumber daya radio dinamis di bawah 1 milidetik menggunakan mekanisme kontrol radio terpasang untuk memastikan Mutu Layanan (Quality of Service), Transmisi melalui Udara (Over the Air), secara real-time. Pendekatan end-to-end ini mengintegrasikan pengoptimalan radio dengan pengaturan jaringan yang dikendalikan kebijakan untuk menyajikan pembagian jaringan RAN pribadi secara virtual yang sepenuhnya aman tanpa kehilangan kapasitas spektrum 30-40 persen akibat 'hard slicing' (pembagian jaringan di mana sumber daya dialokasikan sedemikian rupa sehingga layanan tersedia secara khusus dan kinerja terjamin sepenuhnya). Pembagian jaringan dinamis real-time RAN dari Ericsson menjembatani 'kesenjangan RAN' untuk membuat e2e slicing menguntungkan."

TAGS
  1. Ericsson
Dummy

Komentar

Dummy

Berita Lainnya

 
Nasional
6 jam yang lalu
Akses Ribuan Film Premium di Amazon Prime Video Makin Mudah dengan Paket Data Terjangkau dari Telkomsel
Sebagai digital lifestyle enabler, Telkomsel terus bergerak maju berupaya memberikan pengalaman terdepan bagi konsumen untuk menikmati hiburan digital yang lengkap.
 
Nasional
7 jam yang lalu
RUPS PLN Angkat Tiga Direksi Baru
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir sebagai Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) PLN tahun 2021 memutuskan mengangkat dan menetapkan Muhammad Ikbal Nur sebagai Direktur Bisnis Regional Sumatera dan Kalimantan, Wiluyo Kusdwiharto sebagai Direktur Mega Proyek dan Energi…
 
Nasional
15/06/2021 17:35 WIB
Tahun 2020, Pertamina Cetak Laba Bersih Rp15 Triliun
Meski sepanjang tahun 2020 sektor ekonomi global dan industri minyak dunia terdampak kondisi pandemi Covid-19, PT Pertamina (Persero) mampu mencetak laba bersih konsolidasian (Audited) sebesar USD1,05 Miliar atau sekitar Rp15,3 triliun dengan asumsi nilai tukar Rupiah Rp14.572 per…
 
Nasional
15/06/2021 17:31 WIB
Tutup Buku 2020, Kontribusi Pertamina Kepada Negara Capai Rp126,7 Triliun
Di tengah pandemi Covid-19, kontribusi Pertamina terhadap Negara mencapai Rp126,7 triliun pada tahun buku 2020. Jumlah tersebut meliputi setoran pajak sebesar Rp92,7 triliun, dividen Rp8,5 triliun dan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) sebesar Rp25,5 triliun.
 
Nasional
15/06/2021 17:25 WIB
KAI dan Bank Mandiri Kerja Sama Pembiayaan ‘Kreta’ Pelaku Usaha
PT Kereta Api Indonesia (Persero) dan Bank Mandiri menyepakati kerja sama untuk membangkitkan perekonomian para pelaku usaha di tengah pandemi Covid-19 melalui Perjanjian Kerja Sama terkait pembiayaan kredit talangan (Kreta) kepada supplier/vendor KAI.
 
Nasional
14/06/2021 17:10 WIB
Penumpang KRL Turun, KAI Commuter Konsisten Terapkan Prokes Ketat
KAI Commuter mencatat pada Senin (14/6) pagi seluruh stasiun tampak normal, lancar, serta kondusif dengan tetap antre mengikuti arahan petugas di lapangan
 
Nasional
14/06/2021 17:07 WIB
Menteri Erick Thohir Beri Nasihat untuk Nasabah dan AO PNM di Tasikmalaya
Dalam rangka kunjungan kerja, Menteri BUMN Erick Thohir meninjau acara pelatihan nasabah PNM Mekaar dan memberikan dukungan kepada para nasabah dan Account Officer (AO) PNM Tasikmalaya.
Telkomsel