Gilbert Sem Sandro
Kamis, 07 Januari 2021 - 15:45 WIB

Gubernur Dan Wagub DKI Siap Disuntik Vaksid Covid-19

 Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menghadiri ibadah misa natal di Gereja Katedral, Jakarta Pusat, Selasa (24/12/2019).Foto/AldhiChandra/ECONOMICZONE
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menghadiri ibadah misa natal di Gereja Katedral, Jakarta Pusat, Selasa (24/12/2019).Foto/AldhiChandra/ECONOMICZONE
Dummy

ECONOMIC ZONE - Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengatakan dirinya dan Gubernur Anies Baswedan tidak keberatan dan siap menerima vaksin Covid-19 saat gilirannya tiba. Ia menuturkan hal tersebut untuk dijadikan contoh bagi warga yang masih ragu untuk melakukan vaksinasi.

"Biasanya pemimpin itu yang harus mendahulukan warga yang paling membutuhkan. Kalau warga gak yakin, minta pimpinan, pimpinan pasti siap. Kami siap kapan pun divaksin,” kata Riza di Balai Kota DKI Jakarta, pada Kamis (7/1/2021).

Menurut Riza pemberian vaksin nantinya akan mengikuti linimasa yang diberikan oleh pemerintah pusat. Pemberian vaksin Covid-19 pada tahap pertama akan difokuskan untuk tenaga kesehatan (nakes).

"DKI Jakarta menargetkan 119.145 orang tenaga kesehatan untuk divaksin pada fase pertama. Mudah-mudahan pekan kedua dan ketiga bulan ini kami mulai lakukan penyuntikan kepada yang menerima di tahap awal,” ujar Riza.

Setelah tenaga kesehatan, menurut Riza, sasaran pemberian vaksin Covid-19 selanjutnya adalah aparat pemerintah, seperti kepala daerah, Satuan Polisi Pamong Praja, serta instansi lainnya.

"Memang sudah diatur, lanjut Riza, setelah nales kemudian aparat pemerintah. Seperti Satpol PP, Dishub, termasuk pimpinan kepala daerah," lanjut Riza.

Sebelumnya, pada Senin lalu,  Kepala Bidang Sumber Daya Kesehatan Dinas Kesehatan DKI Ani Ruspitawati mengatakan sebanyak 39.200 unit vaksin Covid-19 telah mereka terima. Menurut dia, sebanyak 80.840 unit vaksin akan kembali dikirim pada 7 Januari 2021 mendatang.

“Jadi total yang akan kami terima (pada fase pertama) 120.040 (unit vaksin),” jelas Ani saat dikonfirmasi wartawan pada Selasa, 5 Januari 2021.

Ani menjelaskan, untuk tahap pertama pemberian vaksin akan diprioritaskan untuk tenaga kesehatan yang bekerja di berbagai fasilitas seperti rumah sakit. Setelah itu, Dinas Kesehatan akan menunggu arahan dari pemerintah pusat untuk pemberian vaksin selanjutnya.

"Timeline sasaran yang pastinya dari pemerintah pusat. Nanti bertahap kemudian baru buat warga,” tutupnya.

Dummy

Komentar

Dummy

Berita Lainnya

 
Nasional
22/05/2026 19:58 WIB
Sikapi Geopolitik Global, OJK Pastikan Fundamental dan Intermediasi Perbankan Tetap Terjaga
Sejalan dengan hal tersebut, jumlah rekening DPK terus mencatatkan peningkatan hingga April 2026 telah mencapai sebanyak 667.169.152 rekening atau tumbuh 7,22 persen (yoy) dan sebagian besar masih didominasi oleh rekening dengan denominasi rupiah.
 
Nasional
22/05/2026 19:52 WIB
Sikapi Geopolitik Global, OJK Pastikan Fundamental dan Intermediasi Perbankan Tetap Terjaga
Sejalan dengan hal tersebut, jumlah rekening DPK terus mencatatkan peningkatan hingga April 2026 telah mencapai sebanyak 667.169.152 rekening atau tumbuh 7,22 persen (yoy) dan sebagian besar masih didominasi oleh rekening dengan denominasi rupiah.
 
Nasional
22/05/2026 15:02 WIB
Medco Memprediksi Gas Berpotensi Menggantikan Batu Bara Sebagai Transisi Energi Dunia
Roberto juga memprediksi transisi energi di Indonesia dan sebagian besar di kawasan Asia akan ditopang oleh keberadaan gas.
 
Nasional
22/05/2026 14:55 WIB
Indocement Tebar Dividen Rp 468 per Lembar Saham
Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP)
 
Nasional
22/05/2026 14:27 WIB
Kebijakan DHE Siap Berlaku, Presiden Prabowo Pastikan Ekspor Strategis Tetap Jalan
Selain itu, pemerintah juga menyiapkan pelaksanaan ekspor komoditas strategis seperti crude palm oil (CPO), batu bara, dan ferro alloy melalui PT Danantara Sumber Daya Indonesia.
 
Nasional
22/05/2026 11:23 WIB
Kemenprin Perkuat Produk IKM Siap Kuasai Pasar Modern
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menyampaikan, kerja sama tersebut menjadi bagian dari strategi pemerintah dalam memperkuat ekosistem industri nasional, khususnya bagi pelaku IKM agar semakin mampu bersaing di pasar domestik maupun global.
 
Nasional
22/05/2026 10:36 WIB
S&P kritisi skema ekspor Danantara, IHSG anjlok, sovereign rating dipertaruhkan
IHSG anjlok 3,54% ke 6.094 dipimpin saham tambang pasca-pengumuman Danantara oleh Prabowo, sementara rupiah tetap melemah ke Rp17.678/USD meski BI menaikkan suku bunga 50bps ke 5,25%.
Telkomsel