Endang Muchtar
Selasa, 11 Agustus 2026 - 12:50 WIB

Dukung UMKM Naik Kelas, Menko Airlangga Dorong Peningkatan Pembiayaan UMKM dan Akselerasi Digitalisasi

Foto/dok. Kemenkoperek/ECONOMICZONE
Foto/dok. Kemenkoperek/ECONOMICZONE
Dummy

ECONOMIC ZONE -  Ekonomi global diproyeksikan membaik pada 2027, namun berbagai risiko geopolitik, energi, perdagangan, inflasi, dan volatilitas pasar keuangan masih membayangi.

Di tengah ketidakpastian tersebut, fundamental ekonomi Indonesia tetap kuat.

Pada semester I 2026, ekonomi Indonesia tumbuh 5,45% (c-to-c), dengan inflasi Juli 2026 terkendali sebesar 2,28%, Indeks Keyakinan Konsumen berada di level optimis 116,8, PMI Manufaktur kembali ekspansif pada level 50,2, serta cadangan devisa mencapai USD145,3 miliar.

Sejalan dengan penguatan fundamental tersebut, Pemerintah juga terus memperluas akses pembiayaan bagi UMKM sebagai bagian dari upaya mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif.

Pada Juni 2026, kredit UMKM tercatat sebesar Rp1.519,1 triliun atau tumbuh 1,05% (yoy), membaik dibandingkan Mei 2026 sebesar 0,60%. Di sisi lain, berdasarkan hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2026 yang dirilis Otoritas Jasa Keuangan (OJK), indeks inklusi keuangan Indonesia meningkat dari 92,74% pada 2025 menjadi 93,61% pada 2026.

Sementara itu, indeks literasi keuangan nasional juga meningkat menjadi 69,57%. “Saya mengapresiasi terkait dengan inklusi, angkanya, literasi sudah naik, inklusi naik, tinggal kesejahteraannya bisa dikejar. Sekarang kan financial welfare yang dikejar.

Jadi mereka sudah literate, sudah inklusif, punya rekening. Tapi kemampuan mereka untuk membaca, melakukan investasi dan lain-lain. Nah itu yang dikejar untuk berikutnya,” ungkap Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam UMKM Finance Summit 2026, Selasa (11/08).

Sejalan dengan kondisi perekonomian yang tetap solid, Menko Airlangga mendorong peningkatan penyaluran kredit kepada UMKM secara signifikan.

Menko Airlangga mengusulkan agar target total pembiayaan UMKM ditingkatkan menjadi Rp2.000 triliun, dari posisi saat ini yang sudah mencapai sekitar Rp1.500 triliun.

Peningkatan tersebut diharapkan dapat memperluas akses pembiayaan, khususnya bagi pelaku usaha yang selama ini masih berada di tengah atau belum memperoleh akses pembiayaan dalam skala yang memadai.

Langkah tersebut penting untuk mengisi kesenjangan pembiayaan bagi pelaku UMKM yang memiliki potensi untuk berkembang dan naik kelas.

Selain memperluas pembiayaan, Menko Airlangga menegaskan bahwa Pemerintah mendorong digitalisasi sebagai pengungkit UMKM.

Pengguna QRIS telah mencapai 66 juta dengan 44 juta gerai merchant, sementara transaksi digital juga dapat membentuk rekam jejak usaha yang menjadi basis credit scoring agar UMKM yang unbankable menjadi bankable.

Pemanfaatan teknologi, termasuk AI, diharapkan semakin membantu UMKM dalam meningkatkan produktivitasnya sekaligus membuka peluang peningkatan pendapatan. Menko Airlangga juga mendorong pelaku UMKM untuk memanfaatkan Program Magang Nasional sebagai salah satu upaya memperkuat kapasitas dan pengembangan usaha.

Menutup sambutannya, Menko Airlangga menekankan pentingnya UMKM Indonesia untuk terus meningkatkan kapasitas produksi sekaligus memperkuat kemampuan dalam mempertahankan dan memperluas pasar.

Pengalaman negara lain dapat menjadi pembelajaran dalam membangun ekosistem UMKM yang mampu tumbuh dan berkembang berdampingan dengan pelaku usaha berskala besar.

Lebih lanjut, Juru Bicara Kemenko Perekonomian Haryo Limanseto menggarisbawahi bahwa penguatan akses pembiayaan dan dan peningkatan kapasitas menjadi kunci dalam mendorong UMKM naik kelas.

“Pemerintah terus mendorong ekosistem pembiayaan yang inklusif agar semakin banyak UMKM yang dapat mengakses pembiayaan, meningkatkan produktivitas, dan naik kelas secara berkelanjutan. Sinergi seluruh pemangku kepentingan menjadi kunci agar pembiayaan benar-benar memberikan dampak bagi pengembangan usaha dan perekonomian nasional,” pungkas Juru Bicara Haryo.

Turut hadir dalam kesempatan tersebut diantaranya yaitu Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman, Ketua Dewan Komisaris OJK Friderica Widyasari Dewi, Wakil Ketua Komisi XI DPR RI Muhammad Hanif Dhakiri, Kepala Eksekutif Pengawasan Perbankan OJK Dian Ediana Rae, dan Deputi Bidang Koordinasi Pengelolaan dan Pengembangan Usaha BUMN Kemenko Perekonomian Ferry Irawan. (nck)

Dummy

Komentar

Dummy

Berita Lainnya

 
Nasional
13/10/2026 08:04 WIB
Telkom University Terus Berkoordinasi dalam Proses Pencarian Mahasiswa Maisha Aurelia Rafif
Telkom University dukung upaya pencarian bersama keluarga dan pihak berwenang
 
Nasional
12/10/2026 19:00 WIB
Telkom Akselerasi Program Streamlining, Pastikan Portofolio TelkomGroup Fokus pada Bisnis Inti
Penataan portofolio bisnis secara terukur dan berlandaskan tata kelola yang baik menjadi pijakan transformasi TelkomGroup menuju pertumbuhan berkelanjutan
 
Nasional
12/10/2026 14:56 WIB
Dukung Gelaran MotoGP Mandalika 2026, TelkomGroup Siagakan Infrastruktur Digital Berkapasitas Tinggi
InfraNexia siapkan kapasitas backbone hingga 600 Gbps di sejumlah titik kritikal untuk menjamin kelancaran operasional acara
 
Nasional
09/10/2026 16:51 WIB
Telkom Ungkap Strategi Percepat Adopsi AI Nasional di Road to DTIIF 2026
Melalui Telkom Solution, Telkom mempertemukan kapabilitas teknologi dan kolaborasi lintas sektor guna mendorong pemanfaatan AI yang berdampak bagi bisnis
 
Nasional
08/10/2026 16:16 WIB
Dicari: Technopreneur dengan Inovasi AI Berdampak bagi Indonesia! Telkomsel Kembali Gelar Program Impact Incubator NextDev ke-12
Pendanaan perusahaan digital rintisan di Indonesia tercatat menurun 94,8% sepanjang 2021–2025, sementara Indonesia baru memperoleh sekitar 4% dari pendanaan AI di Asia Tenggara.
 
Nasional
07/10/2026 17:46 WIB
Pulihkan Pembelajaran Pascagempa Manggarai, Telkom Hadirkan Fasilitas Belajar dan Konektivitas Digital
Perkuat kapasitas guru dan dukung pemulihan siswa melalui pendampingan serta fasilitas pembelajaran yang aman dan suportif
 
Nasional
07/10/2026 12:25 WIB
Erick Thohir Nilai Gelar FIFA ASEAN Cup 2026 Penting untuk Persiapan Timnas ke Piala Dunia
Ketum PSSI Erick Thohir menambahkan bahwa bangsa Indonesia sebagai bangsa yang besar harus memiliki semangat juang yang tinggi untuk meningkatkan sepak bola tanah air.
Ad Placholder