Endang Muchtar
Rabu, 23 April 2025 - 11:33 WIB

BPS Mencatat Nilai Impor Indonesia Tumbuh 18,92 Miliar Dolar AS pada Maret 2025

Foto/Endang Muchtar/ECONOMICZONE
Foto/Endang Muchtar/ECONOMICZONE
Dummy

ECONOMIC ZONE - Kinerja impor Indonesia tercatat mengalami kenaikan tipis pada Maret 2025. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat nilai impor Indonesia sebesar 18,92 miliar dolar Amerika Serikat (AS), tumbuh 0,38 persen dibandingkan Februari 2025.

Dibandingkan periode yang sama tahun lalu, angka ini juga meningkat 5,34 persen.

Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti menyampaikan bahwa peningkatan ini terutama disumbang oleh sektor migas.

“Impor nonmigas Maret 2025 senilai 15,79 miliar dolar AS, turun 1,18 persen dibandingkan Februari 2025, namun naik 7,91 persen dibandingkan Maret 2024,” dalamketerangan rulisnya beberapa waktu lalu. 

Rincian lebih lanjut menunjukkan bahwa impor migas pada Maret 2025 mencapai 3,13 miliar dolar AS, naik signifikan 9,07 persen dibanding bulan sebelumnya. Namun jika dibandingkan tahun lalu, angka ini turun 5,98 persen.

Sebaliknya, impor nonmigas mengalami penurunan tipis 1,18 persen dibandingkan Februari 2025. Meski begitu, secara tahunan impor nonmigas tetap tumbuh 7,91 persen.

Dari sepuluh kelompok barang impor nonmigas utama, mesin/peralatan mekanis dan bagiannya mencatat kenaikan tertinggi senilai 0,21 miliar dolar AS atau 8,66 persen dibandingkan bulan sebelumnya.

Namun, kelompok bahan bakar mineral mengalami penurunan terbesar, yaitu 0,14 miliar dolar AS atau 29,62 persen dibanding Februari 2025.

Dalam hal negara asal impor, Tiongkok mendominasi dengan nilai 6,31 miliar dolar AS, setara dengan 39,96 persen dari total impor nonmigas Indonesia pada Maret 2025. Disusul oleh Jepang sebesar 1,22 miliar dolar AS (7,75 persen) dan Thailand sebesar 0,71 miliar dolar AS (4,50 persen).

Dari kawasan, ASEAN menyumbang 2,55 miliar dolar AS atau 16,15 persen, sementara Uni Eropa berkontribusi 0,92 miliar dolar AS atau 5,82 persen terhadap total impor nonmigas Indonesia.

Jika dilihat dari jenis barang, sepanjang Januari–Maret 2025, impor bahan baku/penolong dan barang modal mengalami peningkatan masing-masing 0,41 miliar dolar AS (1,03 persen) dan 1,03 miliar dolar AS (10,87 persen) dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Namun, barang konsumsi justru mengalami penurunan impor sebesar 0,63 miliar dolar AS atau 11,48 persen.

Dummy

Komentar

Dummy

Berita Lainnya

 
Nasional
15 jam yang lalu
Produsen Tahu-Tempe Keluhkan Subsidi Kedelai Yang Masih Tergantung Dari Impor
Mengutip situs resmi Kementerian Pertanian (Kementan), kebutuhan kedelai nasional tahun 2026 diproyeksikan mencapai 2,7 juta ton. Sekitar 95 persen atau 2,6 juta ton harus dipenuhi dari impor.
 
Nasional
16 jam yang lalu
Akibat Gangguan Pasokan, PLN Pemadaman Listrik Bergilir di Jawa
Dalam pengumuman resminya, PLN menyebut pengurangan beban dilakukan karena adanya penurunan kapasitas suplai listrik yang berasal dari kendala teknis pada pembangkit.
 
Nasional
18/06/2026 13:58 WIB
Kinerja Kuartal I Solid, BEST Optimistis Laba Tumbuh Dua Digit
Selain itu juga ditetapkan tidak adanya pembagian dividen untuk tahun buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2025.
 
Nasional
18/06/2026 13:31 WIB
UOB Indonesia Wujudkan Babak Baru di Tanah Air Melalui Transformasi UOB Plaza
Transformasi ini merupakan bagian dari visi regional UOB untuk meningkatkan pengalaman nasabah dan lingkungan kerja di seluruh ASEAN.
 
Nasional
18/06/2026 13:27 WIB
UOB Indonesia Wujudkan Babak Baru di Tanah Air Melalui Transformasi UOB Plaza
Transformasi ini merupakan bagian dari visi regional UOB untuk meningkatkan pengalaman nasabah dan lingkungan kerja di seluruh ASEAN.
 
Nasional
17/06/2026 18:41 WIB
U by Prodia Gandeng blu by BCA Digital, Hadirkan Fitur Layanan Kesehatan
Kerja sama ini ditandai dengan hadirinya fitur digital payment U-aang powered by blu sebagai metode pembayaran baru di U by Prodia.
 
Nasional
17/06/2026 16:42 WIB
Badak LNG Cetak Kinerja Melebihi Target Produksi di Tengah Turunnya Pasokan Gas
Keberhasilan menjaga tingkat produksi turut mendorong capaian Key Performance Indicator (KPI) perusahaan sebesar 107,16% pada 2025.
Telkomsel