Fery Pradolo
Minggu, 17 Maret 2024 - 21:06 WIB

Peran Pentingnya Masyarakat Sebarkan Literasi Digital di Lingkungan Keluarga

Peran Pentingnya Masyarakat Sebarkan Literasi Digital di Lingkup Keluarga
Peran Pentingnya Masyarakat Sebarkan Literasi Digital di Lingkup Keluarga
Dummy

ECONOMIC ZONEPalu - Penyebaran literasi digital perlu melibatkan masyarakat khususnya dalam lingkup keluarga untuk menciptakan ekosistem digital nasional yang baik. Hal ini mendorong Direktorat Pemberdayaan Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) berkolaborasi dengan Pemerintah Kota Palu Provinsi Sulawesi Selatan dalam menyelenggarakan kegiatan Gali Ilmu Literasi Digital yang bertujuan meningkatkan kesadaran akan pentingnya edukasi literasi digital.

“Kegiatan ini sangat bermanfaat terutama di era gempuran konten-konten yang masuk ke hp kita melalui internet yang mestinya kita bisa memfilter konten-konten yang tidak baik,” ungkap Camat Palu Selatan, Goenawan, di Kantor Kecamatan Palu Selatan, Kota Palu (15/03/2024).

Ada etika-etika yang harus kita pelajari terkait bagaimana bermedia sosial dan membuat konten yang baik, lanjut Goenawan, sehingga kita bisa menjadi pionir di masyarakat dalam menyalurkan informasi sehingga tidak terjebak dalam konten-konten negatif.

“Kita bisa diskusi dan bertanya sehingga sepulang dari kegiatan ini bisa menyampaikan kepada keluarga, tetangga atau saudara-saudara kita,” imbuh Goenawan.

Dosen Universitas Negeri Makassar sekaligus pegiat literasi digital komunitas Tular Nalar, Dedy Aswan dalam kesempatan yang sama menjelaskan mengenai hoaks dan cara menjaga data pribadi.

Hoaks adalah Informasi yang tidak benar tapi dibuat seolah-olah benar, ada tiga jenis hoaks yang pertama misinformasi yaitu berita yang salah tetapi karena kita meyakini itu benar maka kita ikut menyebarkannya, lalu mal informasi yaitu informasinya benar tapi memuat opini negatif, dan disinformasi yaitu informasi yang salah dan kita dengan sadar ikut menyebarkannya,” jelas Dedy Aswan.

“Lalu ada beberapa cara hoaks bekerja, ada kacau isi dimana judulnya tidak sama dengan isi beritanya, lalu ada kacau diri yaitu isi beritanya menyerang sosok tertentu dan kacau emosi dimana muatan beritanya sangat memantik emosi pembaca,” imbuhnya.

Selain materi mengenai hoaks, Dedy juga memberikan tips bagaimana menjaga data pribadi sehingga peserta kegiatan dapat dengan aman dalam menggunakan teknologi informasi.

Ada beberapa tips untuk menjaga data prbadi, jangan overshare atau terlalu membagi data pribadi, hidupkan pengaturan privasi di sosial media masing-masing dan setting ke mode private, jangan lupa logout akun kita ketika menggunakan komputer publik seperti di kantor atau warnet, dan jangan kita memasukkan data pribadi di web yang tidak jelas,” jelasnya.

Jawara Internet Sehat dan Mentor Inkubator Bisnis Maleo Techno Center, Andi Rizki Hardiansyah dalam kesempatan yang sama turut memberikan materi mengenai tools apa yang dapat digunakan untuk mendampingi anak di dunia digital.

“Pertama aktifkan Google safe search-nya, agar ketika anak melakukan pencarian di Google yang muncul hanya hal-hal yang relevan, kedua aktifkan mode terbatas di Youtube, sehingga video yang muncul adalah yang aman-aman, atau apabila anaknya masih balita kita bisa manfaatkan Youtube kids karena kontennya khusus anak-anak, dan yang terakhir Ada aplikasi parental control, saya sarankan pakai fitur Google family link, jadi kita punya akses penuh terhadap hp anak kita” paparnya.

Andi menjelaskan tools yang ada di internet dalam pendampingan anak hanya berfungsi membantu orang tua dan bukan menggantikan peran orang tua dalam mendampingi anak dalam beraktivitas di dunia digital.

“Pada akhirnya aplikasi-aplikasi tersebut hanya membantu pendampingan anak di dunia digital, tetapi tidak bisa menggantikan peran orang tua dalam mendampingi anak di dunia digital.” pungkasnya

Kegiatan Gali Ilmu Literasi Digital di Kota Palu, Sulawesi Tengah” merupakan rangkaian kegiatan program Indonesia Makin Cakap Digital yang diinisiasi oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo). Kegiatan ini dihadiri sebanyak kurang lebih 100 peserta yang terdiri kalangan masyarakat umum dan komunitas di Kecamatan Palu Selatan, Kota Palu.

Dummy

Komentar

Dummy

Berita Lainnya

 
Nasional
21 jam yang lalu
Dongkrak Efisiensi, Integrasi Layanan Digital Bank Jakarta Disambut Baik Nasabah  
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, juga mendukung dan menyambut baik kehadiran New Look Bank Jakarta KCP disejumlah ibukota sebagai komitmen Bank Jakarta untuk terus bertransformasi menjawab kebutuhan nasabah.
 
Nasional
21 jam yang lalu
Resmi Jadi Macan, Nadeo Argawinata Siap Bayar Lunas Kepercayaan Jakmania!
Kehadirannya diproyeksikan menjadi bagian penting dari langkah strategis manajemen dalam memperkuat kedalaman skuat menyongsong sengitnya persaingan kompetisi musim 2026/2027.
 
Nasional
23 jam yang lalu
Aksi Tegas Bobby Nasution: Walk Out dari Paripurna DPRD Sumut, Serukan OPD Ikut Keluar!  
Sebelum keluar dari ruangan, Bobby sempat memanggil timnya. Ia kemudian meminta seluruh pimpinan organisasi perangkat daerah atau OPD yang hadir untuk ikut meninggalkan ruang rapat.
 
Nasional
23 jam yang lalu
bale by BTN Dorong Ekonomi Medan Lewat ICX 2026
Diikuti sebanyak 54 peserta booth, ICX Medan menjadi wadah pemberdayaan bagi para petani kopi dari berbagai daerah di Sumatera.
 
Nasional
24 jam yang lalu
Gandeng New York University, Kemenpora Siapkan Atlet Indonesia Berkelas Dunia
Menpora menegaskan, Kemenpora siap memfasilitasi berbagai langkah yang diperlukan apabila NYU berminat mengembangkan program akademik tersebut di Indonesia.
 
Nasional
23/07/2026 12:44 WIB
Bertemu Wagub Fujian, Menko Airlangga Genjot Proyek TCTP
Kedua belah pihak juga menegaskan komitmen untuk terus memperkuat koordinasi dan mempercepat implementasi program TCTP melalui penyusunan langkah tindak lanjut yang terukur. Pemerintah Indonesia juga akan mengintegrasikan berbagai masukan yang diperoleh dalam pertemuan tersebut ke…
 
Nasional
23/07/2026 12:27 WIB
Nanik S Deyang Lepas Jabatan Kepala BGN, CELIOS Pertanyakan Posisi Rangkapnya di Pertamina
Bhima menganggap Nanik enggan mundur sebagai Komisaris Pertamina karena menerima gaji lebih besar dibandingkan ketika masih menjadi Kepala BGN. Karena itu, alasan Nanik mundur karena faktor kesehatan dianggap Bhima tidak logis.
Ad Placholder