MA
Rabu, 01 Februari 2023 - 20:21 WIB

Rani Anggraeni Dewi Luncurkan Buku Berjudul Untuk Apa Menikah dan Untuk Apa Bertahan

Foto Istimewa
Foto Istimewa
Dummy

ECONOMIC ZONE - Setelah sukses dengan buku pertamanya, “Untuk Apa Menikah”, yang sudah masuk cetakan ketiga, sang penulis, Rani Anggraeni Dewi, melanjutkan pembahasan mengenai kehidupan yang dijalani bersama pasangan setelah menikah dalam
rilisan terbaru berjudul “Untuk Apa Bertahan”.

Sebagai seorang certified couple relationship therapist dan conscious marriage advocate, Rani menuangkan pemikirannya akan konsep conscious marriage atau pernikahan berkesadaran yang mengedepankan kesetaraan dalam pengelolaan hubungan rumah tangga di buku “Untuk Apa Menikah” yang rilis di tahun 2021.

“Sebagai panduan persiapan pernikahan, ‘Untuk Apa Menikah’ tidak membahas tentang penyelenggaraan acara pernikahan seperti yang umum ditemui di buku lain. Alih-alih, Bu Rani memaparkan berbagai aspek yang perlu diperhatikan dari sisi psikologis, sosial, finansial, hingga spiritual, yang sebenarnya merupakan hal esensial dalam mempersiapkan pernikahan,” jelas Nurul Idzni, editor dari kedua buku yang diterbitkan oleh Studio Geometry ini.

Rani mengajak pembaca untuk mengenali diri sendiri, perihal nilai-nilai yang dimiliki, serta bagaimana cara berkompromi dan berkomunikasi dengan pasangan ketika memutuskan untuk menikah. Beliau juga memberikan gambaran cara penanganan konflik yang seringkali dijumpai dalam hubungan pernikahan. Menjalani conscious marriage pada dasarnya membantu pasangan untuk dapat saling melengkapi dalam proses bertumbuh menjadi pribadi yang lebih baik dan bahagia.

Setelah mendapatkan pemahaman mengenai persiapan pernikahan pada buku pertama dan masuk menjalani kehidupan pernikahan, tentu biasanya pasangan akan menghadapi sejumlah tantangannya. Sekalipun sudah mengenal pasangan selama bertahun-tahun, konflik dan perbedaan pendapat sangat mungkin terjadi.

Untuk itulah di buku selanjutnya, “Untuk Apa Bertahan” Rani membagikan pengetahuan dan pengalamannya sebagai seorang konselor pernikahan selama lebih dari 22 tahun dalam membantu sejumlah resolusi konflik rumah tangga, terutama perselingkuhan.

“Di buku kedua ini saya banyak memaparkan fakta dan contoh kasus yang terjadi di dalam hubungan pernikahan yang sesungguhnya. Biar bagaimana juga tentu situasi dan kondisi yang kita hadapi akan berbeda. Ketika masih sendiri, pacaran, hingga setelah akhirnya menikah, kita akan menemui tantangan baru di setiap tahapan hubungan yang kita jalani,” ungkap Rani

Dummy

Komentar

Dummy

Berita Lainnya

 
Nasional
23/08/2026 10:09 WIB
BNI Hadirkan wondrZ, Tabungan Anak dan Remaja untuk Belajar Kelola Keuangan Sejak Dini
BNI memperluas layanan perbankan bagi keluarga melalui wondrZ, tabungan khusus anak dan remaja yang dapat diakses melalui aplikasi wondr by BNI.
 
Nasional
22/08/2026 17:31 WIB
wondrX 2026 Jadi Pre-Event Danantara Housing Expo, BNI Perluas Akses Pembiayaan Hunian
BNI menghadirkan area property dalam gelaran BNI wondrX 2026 di ICE BSD
 
Nasional
22/08/2026 15:18 WIB
CIMB Niaga Gelar Tour de Bank (TDB) untuk Dukung Puncak Bulan Literasi Keuangan OJK 2026
Sejalan dengan kegiatan ini, CIMB Niaga menggelar edukasi yang ditujukan bagi siswa SD melalui program TDB, serta Program Ayo Menabung dan Berbagi (AMDB) untuk siswa SMP.
 
Nasional
22/08/2026 13:11 WIB
Deretan Musisi Ramaikan wondrX 2026 di ICE BSD
BNI menghadirkan deretan musisi Tanah Air dalam gelaran wondrX 2026 di ICE BSD
 
Nasional
22/08/2026 13:08 WIB
Naik KRL hingga Shuttle Gratis, Ini Akses Mudah ke BNI wondrX 2026
BNI berupaya memberikan kemudahan bagi pengunjung sejak perjalanan menuju lokasi hingga saat menikmati seluruh rangkaian acara
 
Nasional
22/08/2026 08:27 WIB
Polda Kalteng Tetapkan 12 Tersangka Kasus Pembakaran Hutan dan Lahan, Tegaskan Penegakan Hukum Tanpa Pandang Bulu
Langkah tegas ini turut mendapat dukungan penuh dari pemerintah pusat. Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni, saat melakukan peninjauan langsung penanganan karhutla di Palangka Raya, menegaskan komitmen penegakan hukum secara konsisten.
 
Nasional
21/08/2026 18:21 WIB
Pemerintah Pastikan Pengendalian Karhutla Berlanjut Meski Titik Panas Menurun
Penurunan juga terjadi di Kalimantan Selatan, dari 85 titik pada 19 Agustus menjadi 12 titik pada 20 Agustus atau berkurang 73 titik. Secara keseluruhan, jumlah hotspot di ketiga provinsi tersebut turun dari 1.563 menjadi 116 titik atau berkurang sekitar 92,6 persen dalam satu hari.
Ad Placholder