Endang Muchtar
Senin, 19 Desember 2022 - 15:45 WIB

Bursa AS Di Tutup Turun Di Tengah Kekhawatiran Resesi Menyusul Kenaikan Suku Bunga Terbaru The Fed 

Foto/EndangMuchtar/ECONOMICZONE
Foto/EndangMuchtar/ECONOMICZONE
Dummy

ECONOMIC ZONE - IHSG ditutup menguat 0,9% pada hari Jumat, didorong oleh sektor bahan baku, keuangan dan energi seperti ANTM, BBNI, BMRI, BBRI, dan BYAN. Investor asing net sell IDR182 miliar. Untuk minggu ini, IHSG naik 1,4% dengan asing net sell IDR3.8 triliun. YTD, IHSG naik 3,5% dengan asing net buy IDR66.3 triliun.

Bursa AS ditutup turun di tengah kekhawatiran resesi menyusul kenaikan suku bunga terbaru the Fed dan komentar hawkish. S&P Global U.S. Manufacturing PMI turun lebih rendah ke 46,2 di bulan Desember (November: 47,7), menunjukkan kontraksi yang berkelanjutan. Harga minyak mentah AS turun 2,4% menjadi USD74.3/barel di tengah kekhawatiran resesi.

Meski inflasi global mereda, inflasi masih tergolong tinggi. Dengan demikian, bank sentral utama telah menyatakan bahwa mereka akan terus menaikkan suku bunga tahun depan dan akan mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama. Melonjaknya kasus COVID-19 di China tetap menjadi katalis negatif bagi pasar ekuitas global. Oleh karena itu, sentimen dalam negeri akan tetap mixed hingga akhir tahun 2022. Investor dapat fokus pada perusahaan yang berkinerja baik di sektor-sektor seperti keuangan dan komoditas.


Market Indicator
JCI: 6,812.19 (+0.89%)
EIDO: 22.77 (+1.61%)
DJIA: 32,920.46 (-0.85%)
FTSE100: 7,332.12 (-1.27%)
USD/IDR: 15,598 (-0.13%)
10yr GB yield: 6.89 (0bps)
Oil Price: 74.29 (-2.39%)
Foreign net purchase: -IDR181.7bn

Foreign net purchase on single stocks (HOTS screen #0141) 
TOP BUY: BMRI, BBRI, CPIN, UNVR, ICBP
TOP SELL: AMRT, ASII, BBCA, ACES, TBIG

Most actively traded stocks (HOTS screen #0102) 
BMRI, BBRI, TLKM, BBCA, SMMA


Mirae Asset Sekuritas Indonesia Equity Movers
Investment Information Team (saryanto@miraeasset.co.id)

Actual Forecast Previous 

USD Manufacturing PMI (Dec) P 46.2 47.7 47.7 
USD S&P Global Composite PMI (Dec) P   44.6 47.0 46.4 
USD Services PMI (Dec) P 44.4 46.8 46.2 
Preliminary Release

*BULL +2.71%, Direktur Utama PT Buana Lintas Lautan Tbk Henry Jusuf mengatakan peningkatan laba bersih USD20.6 juta dengan pendapatan sebesar USD92.3 juta pada kuartal III/2022 didorong oleh meningkatnya tarif sewa kapal tanker yang mencapai USD68.62 juta per hari.   

*TOTL +0.65%, Sekretaris Perusahaan PT Total Bangun Persada Tbk Anggie S Sidharta menyebutkan angka pendapatan sebesar IDR2.3 triliun di 2023 target perseroan dapat meraih laba bersih hingga IDR95 miliar. 

*ANTM +4.39%, PT Aneka Tambang Tbk berhasil mencetak kinerja positif sepanjang sembilan bulan pertama 2022 laba bersih periode berjalan sebesar IDR2.63 triliun tumbuh 54% dari periode yang sama tahun lalu yang hanya sebesar IDR1.71 triliun. 

*JKON +14.04%, PT Jaya Konstruksi Manggala Pratama Tbk mencatatkan pendapatan IDR2.70 triliun sampai akhir September 2022 melesat 38.2% secara (yoy) dari IDR1.95 triliun.

*BSDE +1.61%, Direktur PT Bumi Serpong Damai Tbk Hermawan Wijaya menjelaskan bahwa BSDE memperoleh fasilitas kredit modal kerja non-revolving sebesar IDR2.5 triliun. Fasilitas tersebut dapat dimanfaatkan BSDE dengan jangka waktu 60 bulan atau 5 tahun.

*JRPT -0.42%, PT Jaya Real Property Tbk membukukan laba bersih senilai IDR625.40 miliar hingga kuartal III-2022 turun 3.20% (yoy) dibandingkan periode sama tahun 2021 senilai IDR646.14 miliar.   

*ACES -3.86%, Presiden Direktur PT Ace Hardware Indonesia Tbk Prabowo Widyakrisnadi mengatakan pelemahan saham ACES tidak lepas dari aksi jual yang dilakukan investor asing sebagai pemegang saham mayoritas dari hampir 40 persen saham perusahaan yang beredar di publik.


Technical Insight by Tasrul (tasrul@miraeasset.co.id)

- IHSG Daily, 6,812.19 (+0.89%), tendency to rise, daily trading range 6,772 – 6,843, critical level di 6,660. Indikator MFI optimized, indikator RSI optimized dan indikator W%R optimized masih bergerak naik. Indeks ini berada di bawah center line pada Bollinger Bands Optimized. Pada periode weekly koreksi indikator MFI optimized, indikator RSI optimized dan indikator W%R optimized mulai tertahan.

- BBCA Daily, 8,600 (+1.18%), trading buy, TP 9,025, daily trading range 8,500 – 8,700, cut loss level di 8,300. Indikator MFI optimized, indikator RSI optimized dan W%R optimized masih cenderung menguat. Harga saat ini di bawah center line pada Bollinger Bands Optimized.

- BMRI Daily, 10,100 (+2.02%), trading buy, TP 10,575, daily trading range 10,000 – 10,300. cut loss level di 9,750. Indikator MFI optimized, indikator RSI optimized dan indikator W%R optimized masih cenderung naik. Harga masih di bawah center line pada Bollinger Bands Optimized.

- AGII Daily, 2,250 (+1.81%), trading buy, TP 2,340 daily trading range 2,190 – 2,300, cut loss level di 2,170. Indikator MFI optimized, indikator RSI optimized dan indikator W%R optimized masih bergerak naik. Harga masih di bawah center line pada Bollinger Bands Optimized.


Daily Write Up
Banks (Overweight) - Banking sector update: October 2022 by Handiman Soetoyo (handiman.soetoyo@miraeasset.co.id)

- Menurut laporan bulanan kebijakan moneter BI/laporan M2, pertumbuhan kredit YoY sistem perbankan makin tinggi menjadi +12,0% / +11,7% di bulan Oktober (September: +11,0% / +10,8%).

- Rata-rata suku bunga kredit Rupiah terus meningkat menjadi 13,06% (Juli: 12:10%; Agustus: 12,28%; September: 12,73%).

- Laporan kebijakan moneter bulanan BI/Laporan M2 juga melaporkan bahwa pertumbuhan total simpanan meningkat kembali ke +9,4% / +10,0% YoY (September: +6,8% / +7,7% YoY). Pertumbuhan giro melonjak signifikan menjadi +25,8% YoY (September: +15,7% YoY).

- Pertumbuhan simpanan yang jauh lebih kuat menurunkan LDR menjadi 79,9% di bulan Oktober.

- Rata-rata suku bunga deposito tenor 1 bulan terus meningkat menjadi 3,32% (September: 3,18%), sedangkan tenor 3 bulan juga naik tipis menjadi 3,55% (September: 3,31%).

- 4 bank besar terus membukukan pertumbuhan kinerja yang stabil di bulan Oktober. Kami melihat kejutan kecil di laporan laba-rugi bank. Semua kinerja 10M22 bank sesuai dengan perkiraan kami.

- Kami percaya bahwa bank akan melanjutkan pertumbuhan kinerja yang mengesankan untuk sisa tahun ini, ditambah dengan faktor musiman di 4Q.

- Baru-baru ini, pemerintah mengumumkan target pendapatan dividen IDR24.85tr dari bank-bank BUMN. Kalkulasi kami menunjukkan bank-bank BUMN akan dengan mudah melampaui target pemerintah. Gabungan empat bank akan memberikan dividen IDR39.38tr kepada pemerintah (158% dari target).

- Kami mempertahankan rating Overweight dengan BBRI, BMRI, dan BBNI sebagai pilihan utama kami.

( See Full Report: https://tinyurl.com/ycxa4y28 )


Mirae Asset Sekuritas Indonesia Company Update
BTPN Syariah (BTPS IJ) - 10M22 performance: Increasing earnings growth by Hariyanto Wijaya, CFA, CPA (Aust.), CFP, CMT (hariyanto.wijaya@miraeasset.co.id)

- Laba bersih 10M22: Pertumbuhan laba terus meningkat dan tetap tangguh pasca kenaikan harga bahan bakar yang signifikan. Pada 10M22, BTPS membukukan pertumbuhan laba yang lebih tinggi yaitu +22,2% YoY (vs +21,1%YoY pada 9M22) didukung oleh pertumbuhan pendapatan bunga dan margin bunga bersih (NIM) yang lebih tinggi, dan pertumbuhan beban provisi yang lebih rendah. Inisiatif digital BTPS, yakni internet dan mobile banking yang diluncurkan di Juni 2022, terus membuahkan hasil dengan mendorong pertumbuhan total simpanan, terutama tabungan.

- Outlook: Sustainable resilience pasca kenaikan harga BBM; BTPS seharusnya diuntungkan oleh belanja konsumen yang lebih tinggi selama pra-pemilu. Menurut kami BTPS terus membukukan pertumbuhan laba bersih yang lebih tinggi sampai akhir tahun 2022. Selain itu, menurut kami kampanye pra-pemilu di tahun 2023 akan mendorong pertumbuhan pinjaman dan laba bersih BTPS di 2023. Dalam kegiatan kampanye, caleg dan partai politik kerap memberikan bantuan atau kompensasi kepada segmen ultra mikro yang dilayani BTPS sebagaimana terlihat dari tren kenaikan Indeks Keyakinan Konsumen berdasarkan data historis pemilihan presiden sejak tahun 2000.

- Rekomendasi Beli dengan TP sebesar IDR3.650 TP kami diperoleh dengan menggunakan Gordon Growth Model (GGM) yang mengimplikasikan P/B FY23F sebesar 2,9x (-1,3 SD dari rata-rata forward P/B 3 tahun). Kami menyukai BTPS karena 1) perkiraan pertumbuhan laba bersih FY23F yang kuat yang berasal dari pertumbuhan interest income FY23 yang kuat; dan 2) ROE yang tinggi, yang diperkirakan terus meningkat di FY23F.

Dummy

Komentar

Dummy

Berita Lainnya

 
Nasional
6 jam yang lalu
Telkom Akselerasi Adopsi AI di Segmen Enterprise, Kesiapan Data dan Talenta Jadi Kunci Utama
Pemanfaatan kapabilitas AI Telkom Solution yang terintegrasi membuka peluang peningkatan efektivitas operasional dan penciptaan nilai bisnis.
 
Nasional
12 jam yang lalu
Kinerja Makin Menguat, Telkom Raup Pendapatan Rp113,5 Triliun melalui Pertumbuhan Empat Segmen Bisnis Utama
Pendapatan meningkat 3,5% YoY, EBITDA tumbuh 2,0% YoY, dan laba bersih normalisasi naik 3,9% YoY.
 
Nasional
13 jam yang lalu
Indonesia Fitness Festival x Deddy Corbuzier Tarik Antusiasme Ribuan Pecinta Olahraga
Indonesia Fitness Festival (IFF) x Deddy Corbuzier menarik perhatian ribuan pecinta olahraga dari berbagai kalangan. Festival yang menghadirkan beragam cabang olahraga tersebut menjadi wadah bagi atlet, komunitas kebugaran, pelaku industri olahraga, dan masyarakat umum untuk berinteraksi…
 
Nasional
14 jam yang lalu
Rania Balqis dari Jakarta Barat Raih Juara 3 dalam Kompetisi IPS DKI Jakarta 2026
Final Kompetisi Ilmu Pengetahuan Sosial (KIPS) Tingkat Provinsi DKI Jakarta resmi rampung setelah digelar pada Sabtu (31/10/2026) di SMPN 115 Jakarta
 
Nasional
30/10/2026 20:39 WIB
Telkom Raih "SOE In-House of The Year" di ALB Indonesia Law Awards 2026
Pengakuan ini mencerminkan peran strategis tim legal dalam mengawal transformasi bisnis, memperkuat kepatuhan, dan mendorong inovasi layanan hukum berbasis digital.
 
Nasional
30/10/2026 17:36 WIB
Perkuat Ekosistem Pendidikan Digital, Metranet dan Jayantara Jalin Kerja Sama Strategis
Sinergi portofolio solusi digital untuk mendukung transformasi pendidikan terintegrasi, mulai dari pengelolaan operasional hingga proses pembelajaran.
 
Nasional
30/10/2026 11:13 WIB
Lampaui Target 2025, Kredit Program Pemerintah Tembus Rp294,6 Triliun!
Pemerintah mencatat sekitar 68% pembiayaan kredit program mengalir ke sektor produktif, dengan rasio kredit bermasalah (NPL) sebesar 2,14%.
Ad Placholder