Endang Muchtar
Jumat, 28 Oktober 2022 - 00:13 WIB

Peluang Devisa dari Pengembangan Energi Terbarukan Indonesia Dapat Mengembangkan Energi Baru Terbarukan Untuk Dalam Negeri dan Mengekspor ke Negara Lain.

Foto/EndangMuchtar/ECONOMICZONE
Foto/EndangMuchtar/ECONOMICZONE
Dummy

ECONOMIC ZONE - Pertumbuhan listrik di Asia Tenggara diperkirakan terus meningkat seiring dengan peningkatan kegiatan perekonomian. International Energy Association (IEA) mencatat terjadi lonjakan listrik di kawasan ASEAN sebesar 80 persen sejak 2000. Permintaan listrik diperkirakan akan terus meningkat.  Pertumbuhan listrik ini harus dibarengi dengan ketersediaan pasokan dari berbagai sumber. Komitmen global menuntut pengembangan energi baru terbarukan sebagai sumber penyediaan listrik yang ramah lingkungan. 

Indonesia memiliki potensi sumber energi terbarukan melimpah dengan total sebesar 437,4 gigawatt (GW). Dari besaran potensi itu yang dimanfaatkan baru sekitar 2,5 persen. Sumber energi ramah lingkungan ini berpotensi dikembangkan dalam perdagangan energi kepada negara-negara di kawasan. 

Laos sudah lebih dahulu memasok listrik energi terbarukan ke Singapura melalui Thailand hingga Malaysia. Pasokan lisrik dialirkan melalui kabel yang terhubung dari Laos sampai Singapura. 
Peluang investasi energi baru terbarukan datang dari Singapura. Negeri Jiran itu berminat menanamkan duitnya di Indonesia untuk mengembangkan pembangkit listrik tenaga surya senilai Rp 218 triliun di Kepulauan Riau.

Deputi Perencanaan Penanaman Modal Kementerian Investasi/BKPM Nurul Ichwan, mengatakan peluang investasi energi baru terbarukan terbuka lebar dengan Singapura. Menurut dia, tim dari kedua negara sudah beberapa kali melakukan pertemuan. "Tentunya dengan kami juga sudah dilakukan dengan Kementerian ESDM," ujarnya dalam diskusi Road to Tempo Energy Day bertajuk Mempercepat Penurunan Emisi, Meraih Devisa, yang diselenggarakan Tempo Media Group dan disiarkan di YouTube Tempo Media, Senin, 17 Oktober 2022.

Nurul mengatakan transisi energi yang dilakukan Indonesia menjadi penentu keberhasilan ekonomi di masa depan. Peluang investasi pada sektor ini sangat terbuka lebar bagi investor dari seluruh dunia. “Peluang investasi dari Singapura sangat menjanjikan untuk pemasukan devisa,” ujarnya. 

Menurut Nurul, listrik yang dihasilkan dari kegiatan investasi tersebut akan dijual ke Singapura. Namun, kata dia, kebutuhan pasokan energi baru terbarukan di dalam negeri juga tinggi. 
Dia menjelaskan ketika berbicara tentang energi baru terbarukan tidak hanya berbicara pasar secara global, tapi juga menjadi syarat kegiatan industri masa depan. "Bahwa setiap produk yang dilakukan di negara manapun, harus menggunakan konsumsi energi baru terbarukan.” ucap Nurul. 

Direktur Eksekutif Institute for Essential Services Reform (IESR), Fabby Tumiwa, mengatakan seluruh negara termasuk ASEAN berlomba-lomba untuk mengembangkan energi baru terbarukan. “Masalahnya, bauran energi terbarukan di pembangkitan listrik di Indonesia masih rendah. Paling tinggi Laos karena itu banyak PLTA dan Vietnam.” ujarnya. 
Indonesia, kata dia, memiliki potensi energi terbarukan yang sangat besar. “Salah satu adalah PLTS,” tuturnya. 

Tapi, sambung Fabby, pengembangan energi baru terbarukan sangat lambat dalam dua dekade terakhir. “Fokus pengembangan masih pembangkit berbahan bakar fosil seperti batu bara.”
Menurut Fabby, Indonesia bisa memenuhi kebutuhan listrik dalam negeri sekaligus mengekspornya ke luar negeri. Saat ini yang harus dilakukan adalah membangun infrastruktur pendukung energi terbarukan. “Selain itu memberikan kesempatan investor agar mudah berinvestasi tanpa ada hambatan regulasi,” ucapnya.

Adapun Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Dadan Kusdiana, mengatakan, Indonesia punya potensi untuk menghasilkan listrik dari energi bersih. Potensi sumber energi terbarukan Indonesia sangat melimpah, mencapai 437,4 GW. "Listrik dari energi terbarukan juga ikut membantu dalam mendorong program bauran energi nasional," ujarnya.
Dadan mengakui pasokan listrik di pulau Jawa mengalami kelebihan pasokan. "Tapi ini hanya sementara, bukan selamanya. Karena kami punya program yang cukup besar yakni proyek listrik 35 ribu MW.”

Dummy

Komentar

Dummy

Berita Lainnya

 
Nasional
07/10/2026 12:25 WIB
Erick Thohir Nilai Gelar FIFA ASEAN Cup 2026 Penting untuk Persiapan Timnas ke Piala Dunia
Ketum PSSI Erick Thohir menambahkan bahwa bangsa Indonesia sebagai bangsa yang besar harus memiliki semangat juang yang tinggi untuk meningkatkan sepak bola tanah air.
 
Nasional
05/10/2026 18:29 WIB
Stabilitas Sektor Jasa Keuangan Tetap Terjaga di Tengah Tekanan Global
Dalam Rapat Dewan Komisioner (RDK) Bulanan pada 30 September 2026, OJK menyebut perekonomian global menghadapi tantangan berupa kenaikan inflasi, eskalasi konflik geopolitik, kenaikan harga minyak, serta risiko very strong El Nino terhadap harga pangan dan komoditas pertanian.
 
Nasional
04/10/2026 15:12 WIB
Azka Corbuzier Debut di Film Action “Home, Almost”, Tayang Perdana di New York
Azka Corbuzier melakoni debut akting melalui film pendek bergenre drama-action “Home, Almost” karya sutradara Tumpal Tampubolon. Film produksi Aftersun Creative bersama Dektos tersebut akan menjalani world premiere sekaligus berkompetisi di Urbanworld Film Festival 2026 di New…
 
Nasional
03/10/2026 20:34 WIB
CIMB Niaga Hadirkan OCTO untuk Pejuang Mimpi, Permudah Kelola Keuangan hingga Kejar Mimpi
Melalui OCTO, generasi muda dapat mengelola kebutuhan finansial sehari-hari, menabung, berinvestasi, mempersiapkan dana untuk masa depan, serta menikmati berbagai pengalaman hidup secara lebih bijak.
 
Nasional
03/10/2026 18:45 WIB
Festival Palang Pintu XVII Hadirkan Ragam Budaya Nusantara di Kemang
Kegiatan ini melibatkan ratusan pelaku seni dan budaya serta memberdayakan 250 pelaku UMKM.
 
Nasional
02/10/2026 17:20 WIB
DENNY JA TERIMA AMA APPRECIATION AWARD 2026, SEBAGAI PEMIMPIN KORPORASI YANG BERDAMPAK
Penghargaan diberikan dalam AMA Indonesia Conference 2026 yang mengangkat tema “From Management to Wealth Creation,” sebuah tema tentang perubahan makna kepemimpinan korporasi.
 
Nasional
02/10/2026 17:02 WIB
CIMB Niaga Gelar Kejar Mimpi FEST 2026: Menginspirasi Generasi Muda untuk Berani Mengeksplorasi Potensi Diri
CIMB Niaga percaya bahwa proses menemukan mimpi sering kali melibatkan perjalanan yang tidak mudah, namun keberanian untuk melangkah adalah kunci utamanya.
Ad Placholder