Endang Muchtar
Senin, 15 Agustus 2022 - 17:26 WIB

Insan Perbankan Syariah Dukung Penghapusan Kewajiban Spin - Off UUS 2023

Foto/EndangMuchtar/ECONOMICZONE
Foto/EndangMuchtar/ECONOMICZONE
Dummy

ECONOMIC ZONE - Insan perbankan syariah di Indonesia dan Asosiasi Bank Syariah Indonesia ( ASBISINDO ) mendukung Rancangan Undang - Undang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan ( RUU P2SK ) yang menghapuskan kewajiban pemisahan ( spin - off ) Unit Usaha Syariah ( UUS ) dari Bank Induk di tahun 2023 Dalam RUU P2SK tersebut , diatur mengenal kewajiban pemisahan untuk UUS hanya berlaku apabila porsi aset telah mencapai 50 % atau lebih dari Bank Induknya.

Dalam hal Bank Umum Konvensional memiliki UUS yang nilai asetnya telah mencapai paling sedikit 50 % ( lima puluh persen ) dari total nilai aset bank induknya, Bank Umum Konvensional dimaksud wajib melakukan Pemisahan UUS tersebut menjadi Bank Umum Syariah . " ( RUU P2SK Pasal 68 ayat 1 ).

Hadimya RUU P2SK tersebut tentu menjadi harapan baru bagi para insan perbankan syariah, khususnya UUS, yang saat ini tengah menghadapi tenggat untuk melakukan spin - off dari Bank Induknya pada tahun 2023 sesuai amanat UU No.21 tahun 2008 tentang Perbankan Syariah.

Direktur Syariah Banking PT Bank CIMB Niaga Tbk ( CIMB Niaga ) Pandji P. Djajanegara menyatakan amanat UU Perbankan Syariah tersebut sejatinya memiliki tujuan mulia, yaitu meningkatkan pertumbuhan dan memperkuat perbankan syariah di Indonesia.

Namun, berkaca dari kondisi perbankan syariah saat ini, penerapan kebijakan spin - off UUS pada 2023 dikhawatirkan kontra produktif dari tujuan tersebut . Menilik data OJK, per Desember 2021 market share perbankan Syariah masih di kisaran 6,7 % Hal ini tentunya masih memiliki gap yang besar terhadap roadmap Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah ( KNEKS ) pada 2024 sebesar 20 % pangsa pasar dari keseluruhan industri keuangan syariah.

Berdasarkan kinerja lima tahun terakhir, UUS terbukti dapat berkontribusi lebih terhadap share Bank Induknya Kontribusi rata - rata aset Top 5 UUS terhadap share Bank Induknya mencapai 14 %. Artinya, jika model bisnis UUS dipertahankan maka bisa diandalkan untuk mempercepat pencapaian target 20 % aset perbankan nasional 2024, Jika kewajiban spin - off diterapkan pada 2023, maka akan lahir sekitar 21 Bank Umum Syariah ( BUS ) baru dengan modal cekak dan kemampuan terbatas. Akibatnya, alih - alih akan mempercepat pertumbuhan market share sebaliknya membuat perbankan syariah tidak kompetitif.

Hal ini tentu bertentangan dengan arahan konsolidasi perbankan dari OJK yang mendorong penguatan modal untuk menghadapi krisis finansial di masa mendatang serta menghadapi skala bisnis lebih besar, " kata Pandji dalam Bahasan Perbankan Syariah bertema " Pertumbuhan dan Perkembangan Unit Usaha Syariah di Indonesia yang diselenggarakan CIMB Niaga Syariah dan Asosiasi Bank Syariah Indonesia ( ASBISINDO ) di Jakarta, Senin ( 15/8/2022 ) Selain Pandji, dalam acara tersebut juga hadir Sekretaris Jenderal Asosiasi Bank Syariah Indonesia ( ASBISINDO ) Herwin Bustaman, Anggota Badan Pelaksana Badan Pengelolaan Keuangan Haji ( BPKH ) Dr. Hurriyah El Islamy, LLB ( hons ), MCL, Ph.D, dan Guru Besar Ekonomi Islam UIN Syarif Hidayatullah Prof. Dr. Euis Amalia M. Ag Di sisi lain, Pandji melihat, tingkat pelayanan kepada nasabah dan masyarakat juga akan memburuk , karena BUS hasil spin - off dengan modal kecil belum dapat menyediakan infrastruktur dan tenaga ahli yang setara dengan bank induknya.

Padahal selama ini nasabah telah merasakan standar pelayanan yang memuaskan dari bank induk , misalnya layanan perbankan digital melalui super app. maupun internet banking. " Apalagi bila ditambah penyesuaian pricing pembiayaan BUS hasil spin - off akan menjadi lebih tinggi karena keterbatasan likuiditas, sumber dana yang mahal dan rating bank rendah.

Kondisi ini akan merugikan sekitar 6,5 juta nasabah UUS. Jika hal ini terjadi , dampak lanjutannya bisa menggerus risiko reputasi perbankan syariah, " ujar Pandji. Pandji menegaskan kewajiban spin - off UUS tahun depan perlu ditinjau ulang karena bisa berdampak terhadap melemahnya pertumbuhan industri perbankan syariah di Indonesia.

Pelemahan ini bisa terjadi karena penambahan jumlah entitas dengan skala ekonomi yang relatif kecil sehingga tidak akan melahirkan ekosistem industri keuangan yang cepat dan pesat. Apalagi pada konteks yang lebih luas, kondisi makro ekonomi saat ini juga tidak kondusif. Bank Induk dari UUS masih berfokus pada penjagaan kualitas aset akibat pandemi dan recovery - nya. Di samping tetap waspada terhadap ancaman potensi resesi global,

" Keberadaan UUS selama ini juga telah berhasil mempercepat literasi dan inklusi perbankan syariah dengan menjangkau beragam kalangan nasabah secara universal. Melalui strategi Syariah First dan syariah untuk semua , masyarakat dari kalangan rasional telah banyak menjadikan UUS sebagai pilihan perbankan syariahnya, " kata Pandji .

Dari sisi ekosistem keuangan syariah, eksistensi UUS juga penting. UUS dengan bank induknya yang termasuk ke dalam Kelompok Bank Modal Inti ( KBMI ) 3 dapat membantu bank syariah lain sebagai counterparty yang setara / kuat untuk interbank , risk sharing / sindikasi dan squaring hedging position. Hal ini tentu tidak didapatkan ketika UUS menjadi BUS dengan modal terbatas . " Mengingat model bisnis UUS dapat memberikan kontribusi positif yang signifikan dalam langkah stretagis pertumbuhan dan perkembangan perbankan syariah di Indonesia, maka kami mendorong agar model bisnis UUS dipertahankan, " tutup Pandji.

Dummy

Komentar

Dummy

Berita Lainnya

 
Nasional
18/09/2026 13:34 WIB
MELALUI 4 (EMPAT) PROGRAM MANFAAT UTAMA, ASABRI BAYARKAN HAK PESERTA LEBIH DARI RP12,7 TRILIUN; ASABRI HADIR DI SETIAP TAHAP PENGABDIAN, MENJAGA AMANAH NEGARA DAN KESEJAHTERAAN PESERTA
PT ASABRI (Persero) terus menjalankan amanah dalam memberikan perlindungan sosial kepada peserta ASABRI sebagai bagian dari penghargaan negara atas pengabdian kepada bangsa dan negara
 
Nasional
16/09/2026 19:06 WIB
5 Tahun Beroperasi, blu by BCA Digital Dongkrak Lonjakan Transaksi Gaya Hidup dan Pembayaran Global
Pertumbuhan ini digerakkan oleh porsi demografi anak muda yang sangat dominan, di mana 56% nasabah blu merupakan Gen Z dan 35% merupakan Milenial (total 91% digital natives). Laju akuisisi nasabah baru pun dipimpin oleh Gen Z dengan pertumbuhan 30% YoY, disusul Milenial sebesar 20%…
 
Nasional
15/09/2026 08:07 WIB
Telkom Solution Raih Penghargaan Business Impact & Industry Growth untuk Market B2B ICT di Indonesia
Penghargaan KGI tegaskan kontribusi Telkom Solution bagi transformasi digital di berbagai Industri.
 
Nasional
14/09/2026 22:02 WIB
Dorong Predictive Cyber Intelligence, MDI Ventures Sabet Indonesia Cyber Security Excellence Award 2026
Investasi strategis di CYFIRMA perluas kolaborasi solusi keamanan siber yang inovatif di Indonesia.
 
Nasional
13/09/2026 18:13 WIB
Sequis SHEPRENEUR Gelar SHElebration, Rayakan Semangat dan Perjalanan 60 Perempuan Wirausaha
SHElebration menjadi momentum untuk memberikan apresiasi kepada 60 perempuan wirausaha sekaligus merayakan pencapaian TOP 3 SHEPRENEUR 2026
 
Nasional
11/09/2026 17:59 WIB
TelkomGroup Dorong Gaya Hidup Berkelanjutan melalui Zero Plastic Movement
Sediakan fasilitas water refill station bagi karyawan dan perkuat kolaborasi komunitas hingga pelaku usaha.
 
Nasional
10/09/2026 21:55 WIB
Raih Golden Trophy dan The Most Committed GRC Leader 2026, Telkom Akses Perkuat Tata Kelola, Manajemen Risiko, Kepatuhan, dan ESG
Pertahankan predikat Bintang 5 tiga tahun berturut-turut, tegaskan komitmen GRC sebagai fondasi keberlanjutan bisnis.
Ad Placholder