Endang Muchtar
Senin, 10 Agustus 2026 - 14:12 WIB

Peringati 49 Tahun Pasar Modal Indonesia, Pemerintah Dorong Pendalaman dan Diversifikasi Pembiayaan Ekonomi

Foto/dok. kemenko/ECONOMICZONE
Foto/dok. kemenko/ECONOMICZONE
Dummy

ECONOMIC ZONE - Pemerintah terus mendorong penguatan pasar modal sebagai bagian penting dalam menjaga kepercayaan investor sekaligus memperkuat pendalaman sektor keuangan nasional. Peringatan 49 tahun diaktifkannya kembali pasar modal Indonesia menjadi momentum untuk memperkuat peran pasar modal dalam mendukung pembiayaan ekonomi dan meningkatkan daya saing sektor keuangan nasional.

“Peringatan ini momentum untuk menjaga kepercayaan para investor terhadap perekonomian dan pasar keuangan internasional dan nasional, karena pasar modal selalu merupakan proksi ekonomi yang dilihat oleh para investor, terutama pada saat-saat yang sangat strategis,” ujar Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam Peringatan 49 Tahun Diaktifkannya Kembali Pasar Modal Indonesia di Jakarta, Senin (10/08).

Kinerja perekonomian tersebut menjadi salah satu fondasi dalam menjaga kepercayaan investor terhadap pasar modal nasional. Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada Triwulan II-2026 tercatat 5,29% (yoy), sementara secara Semester I-2026 tumbuh 5,45%. Capaian tersebut berada di atas rata-rata pertumbuhan ekonomi global yang berada di kisaran 3%. Realisasi investasi juga mencapai lebih dari Rp1.010,6 triliun dengan pertumbuhan 7,2% (yoy).

Sejalan dengan meningkatnya kebutuhan pembiayaan ekonomi, Pemerintah memandang pentingnya diversifikasi sumber pembiayaan. Pembiayaan ekonomi pada 2026 diperkirakan mencapai sekitar Rp7.400 triliun dan meningkat menjadi sekitar Rp9.200 triliun pada 2029. Dalam konteks tersebut, Pemerintah mendorong diversifikasi sumber pembiayaan, termasuk melalui pengembangan instrumen seperti Panda Bond dan Samurai Bond.

“Jadi kalau ini adalah momentum kita juga untuk diversifikasi daripada pinjaman. Nah ini mungkin beberapa yang bisa didorong selain Panda Bond, tentu Samurai Bond. Jadi kalau kita bisa dorong diversifikasi tentu akan lebih baik,” ungkap Menko Airlangga.

Kepercayaan terhadap fundamental Indonesia juga tetap kuat. Seluruh sovereign rating Indonesia berada pada kategori investment grade, dengan S&P pada level BBB/A-2, Fitch BBB, Moody’s Baa2, serta R&I dan JCR BBB+. Selain itu, penerbitan Panda Bond Indonesia memperoleh rating AAA dari Lianhe Credit Rating.

Selain diversifikasi sumber pembiayaan, Pemerintah juga mendorong pengembangan produk investasi baru untuk memperdalam pasar keuangan Indonesia. Salah satunya melalui Exchange Traded Fund (ETF) emas yang diharapkan dapat memperluas pilihan investasi sekaligus meningkatkan likuiditas. Pemerintah mengapresiasi langkah Otoritas Jasa Keuangan yang menetapkan Electronic Gold Receipt (EGR) sebagai efek yang dapat dicatat dalam portofolio ETF emas. Pengembangan produk tersebut juga diharapkan memperkuat keterhubungan antara manajer investasi, bank kustodian, bank bulion, dealer, dan bursa efek.

Penguatan pasar modal juga terus didukung melalui berbagai reformasi untuk meningkatkan kredibilitas, inovasi, dan daya saing sektor keuangan. Pemerintah berharap pengembangan produk dan ekosistem pasar modal, termasuk ETF emas serta agenda demutualisasi, dapat semakin memperdalam sektor keuangan dan memperkuat kontribusinya terhadap pembiayaan ekonomi nasional.

“Penguatan pasar modal menjadi bagian penting dalam memperkuat struktur pembiayaan ekonomi Indonesia. Dengan semakin beragamnya instrumen investasi dan pembiayaan, termasuk melalui ETF emas, kita berharap pasar modal dapat semakin dalam, likuid, dan mampu mendukung kebutuhan pembiayaan ekonomi yang terus meningkat,” ucap Juru Bicara Kemenko Perekonomian Haryo Limanseto.

Turut hadir dalam kesempatan tersebut antara lain yakni Wakil Menteri Keuangan Juda Agung, Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi, Direktur Utama PT Kustodian Sentral Efek Indonesia Samsul Hidayat, Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan, Derivatif, dan Bursa Karbon OJK Hasan Fawzi, CIO Danantara Pandu Patria Sjahrir, dan Deputi Bidang Koordinasi Pengelolaan dan Pengembangan Usaha BUMN Kemenko Perekonomian Ferry Irawan. (nck)

Dummy

Komentar

Dummy

Berita Lainnya

 
Nasional
13/10/2026 08:04 WIB
Telkom University Terus Berkoordinasi dalam Proses Pencarian Mahasiswa Maisha Aurelia Rafif
Telkom University dukung upaya pencarian bersama keluarga dan pihak berwenang
 
Nasional
12/10/2026 19:00 WIB
Telkom Akselerasi Program Streamlining, Pastikan Portofolio TelkomGroup Fokus pada Bisnis Inti
Penataan portofolio bisnis secara terukur dan berlandaskan tata kelola yang baik menjadi pijakan transformasi TelkomGroup menuju pertumbuhan berkelanjutan
 
Nasional
12/10/2026 14:56 WIB
Dukung Gelaran MotoGP Mandalika 2026, TelkomGroup Siagakan Infrastruktur Digital Berkapasitas Tinggi
InfraNexia siapkan kapasitas backbone hingga 600 Gbps di sejumlah titik kritikal untuk menjamin kelancaran operasional acara
 
Nasional
09/10/2026 16:51 WIB
Telkom Ungkap Strategi Percepat Adopsi AI Nasional di Road to DTIIF 2026
Melalui Telkom Solution, Telkom mempertemukan kapabilitas teknologi dan kolaborasi lintas sektor guna mendorong pemanfaatan AI yang berdampak bagi bisnis
 
Nasional
08/10/2026 16:16 WIB
Dicari: Technopreneur dengan Inovasi AI Berdampak bagi Indonesia! Telkomsel Kembali Gelar Program Impact Incubator NextDev ke-12
Pendanaan perusahaan digital rintisan di Indonesia tercatat menurun 94,8% sepanjang 2021–2025, sementara Indonesia baru memperoleh sekitar 4% dari pendanaan AI di Asia Tenggara.
 
Nasional
07/10/2026 17:46 WIB
Pulihkan Pembelajaran Pascagempa Manggarai, Telkom Hadirkan Fasilitas Belajar dan Konektivitas Digital
Perkuat kapasitas guru dan dukung pemulihan siswa melalui pendampingan serta fasilitas pembelajaran yang aman dan suportif
 
Nasional
07/10/2026 12:25 WIB
Erick Thohir Nilai Gelar FIFA ASEAN Cup 2026 Penting untuk Persiapan Timnas ke Piala Dunia
Ketum PSSI Erick Thohir menambahkan bahwa bangsa Indonesia sebagai bangsa yang besar harus memiliki semangat juang yang tinggi untuk meningkatkan sepak bola tanah air.
Ad Placholder