Endang Muchtar
Senin, 20 Juli 2026 - 18:15 WIB

De la Fuente Sebut Spanyol Layak Menang Lebih Cepat, Puji Skuat Matador yang Kompak bak Keluarga

Spanyol tampil sebagai juara Piala Dunia 2026 usai mengalahkan Argentina di laga puncak. / Foto: Instagram @sefutbol
Spanyol tampil sebagai juara Piala Dunia 2026 usai mengalahkan Argentina di laga puncak. / Foto: Instagram @sefutbol
Dummy

ECONOMIC ZONE - Spanyol resmi menobatkan diri sebagai penguasa sepakbola dunia setelah menumbangkan Argentina di partai final Piala Dunia 2026 yang digelar di New York New Jersey, Senin (20/7/2026) WIB.

Gol tunggal Ferran Torres di babak perpanjangan waktu memastikan La Roja membawa pulang trofi bergengsi tersebut untuk kedua kalinya dalam sejarah. Meskipun mendominasi jalannya pertandingan dari awal hingga akhir, pelatih tim nasional Spanyol, Luis de la Fuente mengakui bahwa perjuangan anak asuhnya sama sekali tidak mudah.

Dia menyebut laga penentu ini seharusnya bisa diselesaikan tanpa harus melalui babak perpanjangan waktu jika bukan karena performa luar biasa kiper Argentina, Emiliano ‘Dibu’ Martinez. “Saya pikir pertandingan ini seharusnya bisa diputuskan lebih awal. Penyelamatan gemilang dari Dibu sempat menggagalkan kami untuk menang lebih cepat,” ujar De la Fuente selepas pertandingan, seperti dikutip dari laman FIFA.

Meski begitu, dia sangat memahami tensi tinggi yang biasa terjadi di laga puncak. “Namun, ini adalah final Piala Dunia. Bahkan ketika lawan bermain dengan sepuluh orang di akhir laga, Anda tetap harus berjuang dan menderita,” tambahnya.

Sepanjang waktu normal, lini depan Spanyol menggempur pertahanan Argentina tanpa henti. Lamine Yamal membuka peluang emas sejak menit kelima setelah menerima umpan dari Dani Olmo, disusul ancaman dari Mikel Oyarzabal dan Marc Cucurella menjelang turun minum.

Namun, tembok pertahanan tim Tango yang cukup kukuh serta kesigapan Dibu Martinez di bawah mistar gawang membuat papan skor tetap kacamata. Tantangan bagi pelatih Argentina, Lionel Scaloni semakin berat setelah dua bek tengah utamanya berturut-turut mengalami cedera.

Lisandro Martinez terpaksa digantikan Nicolas Otamendi sebelum jeda, sementara Facundo Medina masuk menggantikan Cristian Romero pada menit ke-70.Nasib sial kembali menimpa juara bertahan saat Enzo Fernandez menerima kartu kuning kedua pada menit ke-90+3 akibat melanggar Pau Cubarsi.

Bermain dengan sepuluh orang, Argentina dipaksa bertahan total demi meredam serangan bergelombang Spanyol yang terus mengalir hingga peluit waktu normal berakhir.Kebuntuan Spanyol akhirnya pecah pada menit ke-106. Berawal dari umpan silang Pedro Porro ke tiang jauh, Nico Williams menyundul bola ke arah Ferran Torres.

Tanpa kontrol, Torres langsung melepaskan tembakan keras yang menghujam langit-langit gawang Martinez. Gol ini sekaligus menobatkan Torres sebagai Pemain Terbaik dalam laga pamungkas tersebut.

Keberhasilan ini membangkitkan memori manis tahun 2010, di mana Spanyol juga memastikan gelar juara dunia pertamanya lewat babak perpanjangan waktu.Sejak awal turnamen, De la Fuente selalu optimistis dengan kemampuan anak asuhnya, dan dia tidak bisa menyembunyikan rasa emosionalnya saat merefleksikan perjalanan panjang tim Matador.

“Saya merasa sangat bangga dengan generasi pesepak bola ini. Mereka tumbuh dengan ideologi permainan ini, menjadikannya lebih baik, dan memberi kita contoh nyata tentang sebuah kelompok, sebuah keluarga,” tutur pelatih 65 tahun itu.

Bagi De la Fuente, memimpin skuat ini merupakan sebuah kehormatan besar. Dia menganggap para pemainnya memiliki bakat yang luar biasa dan memiliki ikatan batin yang sangat kuat layaknya sebuah keluarga besar.

“Bagi saya, sebuah kehormatan bisa mendampingi mereka dalam perjalanan ini. Saya sangat emosional jika melihat ke belakang. Kami sudah berbicara banyak dengan para pemain. Kami telah memenangkan semuanya dan itu sangat luar biasa,” ucap dia dengan penuh haru.

Di akhir pernyataannya, De la Fuente menegaskan bahwa kekuatan utama timnya terletak pada kebersamaan. “Mereka adalah generasi pesepak bola yang menjadi sumber kebanggaan bagi Spanyol. Bersama-sama, kami menjadi lebih kuat,” tutupnya.

Fakta dan Angka Menarik Final Piala Dunia 2026
Kemenangan Spanyol di partai final ini tidak hanya melahirkan trofi baru, tetapi juga mencatatkan sejumlah rekor fantastis dalam sejarah sepak bola dunia. Berikut rincian data yang berhasil dihimpun dari laga puncak tersebut:

Pertahanan Paling Rapat: Spanyol hanya kebobolan satu gol sepanjang turnamen. Catatan ini menjadi jumlah kebobolan paling sedikit bagi sebuah tim juara dalam satu edisi Piala Dunia. Rekor Unai Simon: Kiper utama Spanyol ini menorehkan rekor baru dengan mencatatkan tujuh kali clean sheet sepanjang turnamen Piala Dunia.

Duo Remaja di Laga Puncak: Lamine Yamal dan Pau Cubarsi yang sama-sama berusia 19 tahun, resmi menjadi remaja keempat dan kelima yang tampil di final Piala Dunia. Mereka mengikuti jejak Pele (17 tahun pada 1958), Giuseppe Bergomi (18 tahun pada 1982), dan Kylian Mbappe (19 tahun pada 2018), yang semuanya keluar sebagai juara.

Pelatih Tertua: Di usia 65 tahun 28 hari, Luis de la Fuente menjadi pelatih tertua yang memenangkan Piala Dunia, melampaui rekor rekan senegaranya, Vicente del Bosque, yang berusia 59 tahun 220 hari saat membawa Spanyol juara pada 2010.

Kawinkan Gelar Dunia: Spanyol menjadi negara pertama yang mengawinkan gelar juara Piala Dunia pria dan wanita sekaligus, setelah tim wanita mereka memenangkan FIFA Women’s World Cup pada 2023.

Rekor Bersejarah Lionel Messi: Di usia 39 tahun 25 hari, Messi menjadi pemain non-kiper tertua yang tampil di final Piala Dunia, memecahkan rekor legenda Swedia, Gunnar Gren (37 tahun 241 hari pada 1958). Rekor Gren juga dilewati oleh bek pengganti Argentina, Nicolas Otamendi (38 tahun 157 hari).

Tiga Final Piala Dunia: Messi kini menjadi pemain kedua yang berhasil tampil dalam tiga laga final Piala Dunia (2014, 2022, dan 2026), menyamai rekor legenda Brasil, Cafu (1994, 1998, dan 2002).

Rekor Tak Terkalahkan Eropa: Skuat La Roja kini tidak terkalahkan dalam waktu normal selama 38 pertandingan beruntun (29 menang, 9 imbang) sejak Maret 2024. Rekor ini resmi mematahkan catatan benua Eropa milik Italia (37 laga tanpa kalah) yang ironisnya dihentikan oleh Spanyol sendiri pada Oktober 2021 lalu.

Dummy

Komentar

Dummy

Berita Lainnya

 
Nasional
18/09/2026 13:34 WIB
MELALUI 4 (EMPAT) PROGRAM MANFAAT UTAMA, ASABRI BAYARKAN HAK PESERTA LEBIH DARI RP12,7 TRILIUN; ASABRI HADIR DI SETIAP TAHAP PENGABDIAN, MENJAGA AMANAH NEGARA DAN KESEJAHTERAAN PESERTA
PT ASABRI (Persero) terus menjalankan amanah dalam memberikan perlindungan sosial kepada peserta ASABRI sebagai bagian dari penghargaan negara atas pengabdian kepada bangsa dan negara
 
Nasional
16/09/2026 19:06 WIB
5 Tahun Beroperasi, blu by BCA Digital Dongkrak Lonjakan Transaksi Gaya Hidup dan Pembayaran Global
Pertumbuhan ini digerakkan oleh porsi demografi anak muda yang sangat dominan, di mana 56% nasabah blu merupakan Gen Z dan 35% merupakan Milenial (total 91% digital natives). Laju akuisisi nasabah baru pun dipimpin oleh Gen Z dengan pertumbuhan 30% YoY, disusul Milenial sebesar 20%…
 
Nasional
15/09/2026 08:07 WIB
Telkom Solution Raih Penghargaan Business Impact & Industry Growth untuk Market B2B ICT di Indonesia
Penghargaan KGI tegaskan kontribusi Telkom Solution bagi transformasi digital di berbagai Industri.
 
Nasional
14/09/2026 22:02 WIB
Dorong Predictive Cyber Intelligence, MDI Ventures Sabet Indonesia Cyber Security Excellence Award 2026
Investasi strategis di CYFIRMA perluas kolaborasi solusi keamanan siber yang inovatif di Indonesia.
 
Nasional
13/09/2026 18:13 WIB
Sequis SHEPRENEUR Gelar SHElebration, Rayakan Semangat dan Perjalanan 60 Perempuan Wirausaha
SHElebration menjadi momentum untuk memberikan apresiasi kepada 60 perempuan wirausaha sekaligus merayakan pencapaian TOP 3 SHEPRENEUR 2026
 
Nasional
11/09/2026 17:59 WIB
TelkomGroup Dorong Gaya Hidup Berkelanjutan melalui Zero Plastic Movement
Sediakan fasilitas water refill station bagi karyawan dan perkuat kolaborasi komunitas hingga pelaku usaha.
 
Nasional
10/09/2026 21:55 WIB
Raih Golden Trophy dan The Most Committed GRC Leader 2026, Telkom Akses Perkuat Tata Kelola, Manajemen Risiko, Kepatuhan, dan ESG
Pertahankan predikat Bintang 5 tiga tahun berturut-turut, tegaskan komitmen GRC sebagai fondasi keberlanjutan bisnis.
Ad Placholder